PRESS RELEASE

 

Sebenarnya Maha bukanlah band yang benar-benar baru, bahkan usianya sudah empat 
tahun, meski Donny, Nabil, Nova, Benny, Dohonk, dan Vetto, kelima awak Maha 
mengaku tidak tahu persis tanggal berapa band mereka terbentuk. Dan sebagaimana 
sebuah kisah sukses yang baik selalu dimulai dengan perjuangan yang berat, 
demikian juga dengan kisah 5 urang Banjar ini. Berikut kisahnya.

 

Donny yang sedang membuat dua projek musik (solo dan duo) indie mengajak Nabil 
bekerja sama. Nabil dipilih membantu projek solo karena, sebagai musisi, dia 
juga menguasai masalah teknis recording. Saat itu awal 2004, dan Donny baru 
saja keluar dari DOT dan kembali ke Banjarmasin. Bayangan Donny dengan merekrut 
Nabil, ia mendapatkan dua hal sekaligus, keyboard player dan engineer.

 

Gayung pun bersambut, Nabil lalu menyodorkan nama Benny pada Donny untuk 
mengisi gitar di projek tersebut. "Saya setuju saja. Saya bilang pada Benny 
kalau tidak bisa membayar banyak. Sampai saat ini pun saya malu mengatakan 
besarnya bayaran itu," kata Donny.

 

Sementara itu Nova dan Dohonk gabung dengan Donny melalui projek duo. Karena 
kedua projek berjalan serentak, mereka berlima jadi sering bertemu. "Semula 
kami tidak sadar kalau warna kami sama. Walau berbeda  aransemen terutama di 
beat drum, namun  isian gitarnya sewarna antara  projek  solo dan duo itu," 
kata Benny.

 

Dari kesadaran itulah muncul gagasan untuk menggabungkan kedua projek tersebut, 
dan meneruskannya dengan membentuk band. Veto gabung paling belakang. Dia jadi 
personil Maha setelah kedua projek selesai dikerjakan.

 

Demo musik pun selesai dibuat. Kali ini tugas Donny menawarkannya ke label di 
Jakarta. Tetapi impian seringkali jauh dari keyataannya. Tiga tahun berkeliling 
menawarkan demo, tak satu labelpun yang melirik karya mereka. Selama itu Donny 
menyambung hidup dengan bekerja di rental studio.

 

Setengah putus asa Donny berencana untuk balik ke Banjar. Saat itulah takdir 
mempertemukan Donny dengan Handy GIGI. Pertemuan antara dua teman lama itu 
membawa harapan baru buat Donny.

 

Dengan sabar Hendy mendengar cerita Donny yang ternyata pernah jadi krunya 
sebelum gabung dengan GIGI. Hendy berjanji membawa Maha ke POS Entertainment, 
manajemen GIGI yang juga punya POS Record, dan membicarakannya dengan Dhani 
Pette. Hendy makin antusias setelah tahu kalau Dohonk dan Nova, teman satu 
bandnya seaktu masih sekolah di Banjar juga gabung di Maha.

 

Berkat kegigihan Hendy meyakinkan Dhani, Maha diterima menjadi artis POS 
Entertainment. POS juga siap merilis album yang telah lama diperjuangkan Maha.

 

"Bagi Maha, Hendy itu pahlawan. Dialah yang membuka pintu. Kami pun bertekad 
untuk membuat karya yang baik, karya yang membanggakan masyarakat Banjarmasin. 
Dalam segala aspeknya, kami ingin menjadi The Real Band from Banjarmasin. 
Semoga," kata Donny. 

 

Kami sengaja memulainya dari daerah. Ya, ini memang bagian dari strategi 
manajemen. Banyak faktor yang mendasari keputusan ini. Tetapi yang paling utama 
adalah karena semua personil Maha berasal dari Banjarmasin, sehingga -mestinya- 
mereka mudah diterima oleh warga Banjar. Dan mudah-mudahan bisa menjadi idola 
baru mereka. Faktor lain adalah ketatnya kompetisi di Jakarta. Jika langsung 
nyebur Maha bisa hilang begitu saja.

 

Tetapi Maha tidak bermaksud mengusung semangat kedaerahan karena itu kami tidak 
akan berhenti sampai di Banjarmasin saja, kami akan masuk juga ke orbit musik 
nasional di Jakarta, dan waktu itu tidak akan lama lagi. Tandanya sudah sangat 
jelas. Tidak lama setelah single pertama dirilis di radio-radio di Banjarmasin 
pertengahan April, lagu Bila Cinta Tak Kan Ada menduduki peringkat pertama 
tangga lagu di banyak radio lokal. Ini menggembirakan, sebab pada 15 Mei, CD 
dan Keset sudah ada di toko-toko.

 

Karena alasan yang sama pula kami akan melaunching album self title ini pada 20 
Mei 2008, tempatnya di Nashville Café, di Banjarmasin. Di acara ini pengunjung 
diajak menyaksikan penampilan Maha sekaligu berinteraksi secara langsung.

 

Dalam acara ini Maha akan membawakan semua lagu yang ada di album pertamanya 
itu. Ada dua bintang tamu di acara itu yang akan main bersama mereka, yaitu 
Nissa Hamzah dan Otto, keduanya adalah basis dan drummer Omelette Band, salah 
satu artis POS Entertainment -sama dengan Maha-yang banyak membantu Maha dalam 
proses rekaman.

 

Oh iya, pengunjung juga diberi kesempatan memiliki CD/kaset Maha dengan 
potongan harga. Potongan harga juga dapat diperoleh di beberapa tempat lain 
yaitu Banjarmasin Post, J Radio, BanjarTV, Frozen Clothing & Distro & Kedai 
Sarahai. Tetapi kesempatan ini tidak berlangusng selamanya. Potongan harga 
hanya akan diberikan untuk waktu yang terbatas.

 

Untuk album Maha ini POS Record selaku eksekutif produser bekerja sama dengan 
Sony-BMG yang akan bertindak sebagai distributor. Sony-BMG dipilih karena 
infrastrukturnya sudah kuat hingga di daerah-daerah.

 

Sebagai produser, Hendy direncanakan hadir dalam acara ini, tetapi karena 
padatnya acara GIGI dia tidak bisa menyertai Maha dalam acara launching album 
ini. Untuk itu Handi dan personil GIGI lainnya membuat statement yang akan 
diputar dalam acara tersebut. (*)

 

 

PERSONEL MAHA

 

 

Donny

 

Anak kampung ini lahir di Pagatan, Kalimantan Selatan 15 Agustus 1977. Karena 
paling tua dan berpengalaman Donny lah yang bertindak memobilisasi anak-anak 
Maha. Nama lengkapnya cukup keren: Hendragus Fahrian Donny, tetapi dia lebih 
senang menulis namanya Donny Maha Bb Sugito.

Sebelum membentuk Maha, Donny telah malang melintang di dunia musik, baik 
sebagai arranger dan composer maupun sebagai vokalis. Tahun 2002 dia 
mengeluarkan album Voccus, dan sepanjang 2002 hingga 2004 menjadi vokalis Band 
DOT.

Lagu Ada Uang Abang Sayang, hits single album Sexy Lusy Rahmawaty, adalah salah 
satu lagu ciptaannya. 

 

 

Benny

 

Balap motor dan bermian gitar adalah kecintaan Benny, dua aktifitas yang sangat 
bertolak belakang ini membuat hidupnya bergairah. Tetapi risiko yang besar di 
dunia balap membuat pria kelahiran 1 September 1983 ini akhirnya memilih 
menjadi gitaris. Namun meski sudah jarang membalap, sesekali dia pacu juga 
motornya melalap jalan-jalan di Banjarmasin. 

"Saat sedang jenuh bemusik aku akan pacu motorku secepat-cepatnya. Biasanya 
setelah itu aku menemukan ide baru yang membuka kebuntuan pikiranku," katanya

Kini pemilik nama lengkap Benny Wijaya ini bersama dengan teman-teman lamanya 
bergabung dalam Maha Band, dan berharap hidupnya menjaid lebih baik.

 

 

Nova

 

Selain bemusik Akhmed Zaedi Kartawardana, begitulah nama lengkapnya juga senang 
menulis dan bermain papan luncur. Di umurnya yang ke 28 Nova telah memiliki 
segudang pengalaman bemusik. Pria kelahiran Banjarmasin 11 Agustus 1980 ini 
tercatat sebagai keyboardist terbaik se Kalimantan & Jawa dan juara harapan Log 
Shelebour X yang membuatnya ikutan dalam album kompilasi Log Shelebour X.

Pengalamannya di banyak panggung pertunjukan -- mulai dari kelas 17-an di 
kampung hingga panggung besar- serta kafe-kafe membuatnya makin matang. Kini, 
bersama lima karibnya Nova mengibarkan bendera Maha.

 

 

 

 

Dohong

 

Indra Dohong, begitulah nama yang diberikan orang tuanya saat dia lahir di 
Banjarmasin 20 April 1979. Mungkin karena posturnya yang besar, penggebug drum 
Maha ini mempunyai motto Big is Beautiful. 

Walaupun hidupnya cukup mapan, Dohong memilih musik sebagai jalan hidupnya saat 
ini dan nanti. Karena itu segala upaya dilakukannya untuk memberikan yang 
terbaik buat Maha.

Di Maha pula, penggemar sport & games ini bertekad untuk meriah semua angan 
yang tertunda.

 

 

 

Nabil

Selain musik, Nabil terobsesi dengan komputer. Dan karena kegandrungannya itu 
banyak pekerjaan Maha yang lahir dari campur tangannya.

Nabil Husein yang lahir di Banjarmasin 9 April 1984 ini pula yang 
mengeksplorasi sound-sound modern, hingga musik Maha jadi khas.

Bersama Nova, Nabil meraih penghargaan dari Log Shelebour X, dan Best 
Keyboardist se Kalimantan.

Walaupun hidup cukup, Nabil berprinsip untuk menjalani hidup apa adanya. Walau 
begitu cita-citanya sangat tinggi, membuat Maha menjadi idola baru di Indonesia 
dan Asia.

 

 

 

Vetto

 

"From zero to hero," begitulah motto hidup Verry Verdianto alias Vetto. Karena 
itu dia selalu gigih berjuang. Kegagalan tidak pernah membuatnya patah 
semangat, bahkan menjadi bahan bakar yang mendorongnya untuk terus maju.

Karena sikap hidupnya itu beberapa kali lelaki kelahiran Banjarmasin 13 
Februari ini meraih penghargaan sebagai The Best Bassist.

Penyuka RHCP, Coldplay, Radiohead, Muse, dan The Killers ini mempunyai pemain 
bas favorit Flea, Billy Sheehan, Duff Mckagan, Tim Skold, dan Pete Wentz.

Kini bersama Maha Vetto memulai perjuangannya yang baru, tempat dia berharap 
menemukan titik terang hidupnya. (*)

 

Tracklist MAHA - MAHA

 

1.               Cinta Dongeng

2.               Bila Cinta Takkan Ada

3.               Jika 

4.               Kau Bukan Untukku

5.               Ku Pasti Bisa

6.               CLBK (17 November)

7.               Sejujurnya

8.               Bukan Pecundang

9.               Hancur Rasa

10.           Tanpa Bidadari

11.         Kau Bagai Bunga

 

 

Contact Management :

POS Entertainment

021 831 5858 & 021 831 5939

www.mahaku.com

[EMAIL PROTECTED]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke