karena Aku adalah angin untuk bidadari hatiku<http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/karena-aku-adalah-angin-untuk-bidadari.html>
Saat Kau Tanya Seberapa Dalam Cintaku Padamu Aku hanya diam dan tersenyum saat Kau Tanya Kenapa tersenyum Aku lalu terdiam dan membisu Lalu kau kembali menyanyakan Kepadaku Apakah Benar Kamu Mencintaiku lagi-lagi mulut ini kembali membatu Sedikit aura murka tersirat pada mukamu yang ayu Lalu kau kembali bertanya kepadaku Maukah kau mencintai ku seperti matahari kepada bumi seperti sebelumnya aku hanya diam dan membisu Dan Kau Mulai Marah dengan Apa yang Terjadi Tapi tetap kau tanyakan lagi kepadaku Apakah kau bisa mencintaiku seperti bulan kepada malam Lagi-lagi aku kembali terdiam seperti yang lalu kali ini Kau mulai mensuarakan kekesalan mu. Lalu aku menjawab, Aku akan mencintaimu seperti angin Tidak seperti matahari yang mencintaimu hanya pada siang hari Tidak Seperti Bulan yang mencintaimu hanya pada malam hari Cintaku ada seperti Angin yang kau butuhkan untuk Hidup mu Angin Itu ada tidak hanya siang, Tidak Juga pada Malam Angin selalu ada disaat kau masih bernyawa tidak peduli siang atau malam Angin bisa menghiburmu disaat kau gundah Angin juga ada saat kau sedang tertawa bahagia aku ada tuk menerbangkan sayap-sayap indahmu tuk gapai impianmu aku Angin yang selalu kau butuhkan tetapi tak kasat dalam matamu cintaku kepada mu, seperti angin akan ada disetiap detik waktumu Begitulah aku mencintaimu, karena Aku adalah angin untuk bidadari hatiku Depok 26 May 2007 Original by Erwin Arianto http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/karena-aku-adalah-angin-untuk-bidadari.html -- Best Regard Erwin Arianto,SE エルイン アリアント (内部監査事務局) ------------------------------------- SINCERITY, SPEED, INOVATION & INDEPENDENCY [Non-text portions of this message have been removed]
