Lepas Status Politikus Darah Biru demi Rakyat Miskin Friday, 06 June 2008
Tiga bulan silam,Rahul Gandhi memutuskan membangun ulang citranya sebagai pembela rakyat India. Dia disebut-sebut sebagai kandidat Perdana Menteri India masa depan. PRIA keturunan keluarga Nehru-Gandhi yang berpengaruh kuat dan menjadi harapan Partai Kongres Nasional India ini menyebut perjalanan itu sebagai "lawatan mendengarkan"keluhan rakyat. Tidak tanggung-tanggung, Rahul menjelajah desa-desa miskin paling terpencil dan paling terabaikan di India. Perjalanan itu merupakan bagian strategi Rahul membangun ulang citra dan menggairahkan kembali partainya yang hampir mati. Rahul ingin mengaitkan kembali akar kekuatan partainya dengan rakyat miskin India. Meskipun langkah itu tidak memberikan hasil nyata secara langsung,Rahul yakin, tindakan itu sangat penting bagi reformasi partainya. Pendekatan langsung ke akar rumput itu, menurut Rahul, sangat penting untuk menciptakan perubahan radikal bagi partainya. Seperti diketahui, Partai Kongres Nasional India hingga kini telah berusia 123 tahun dan paling berpengaruh di negara ini.Partai ini memerintah selama 48 tahun dalam 60 tahun kemerdekaan India. Menurut Rahul, apa yang dilakukan saat ini merupakan wujud tanggung jawab Partai Kongres kepada pendukungnya. "Merupakan tugas saya untuk mendengarkan dan belajar. Suara rakyat miskin selama ini tidak pernah didengarkan. Kita tidak dapat mengidentifikasi mereka. Saya ingin melakukan ini lebih sering lagi," papar Rahul seperti dilansir Newsweek. Tindakan Rahul dianggap pengamat sebagai cara jitu merevitalisasi Partai Kongres yang mulai melemah. "Rahul mencoba menghubungkan kembali dirinya dengan fondasi sejarah partainya," ungkap Mahesh Rangarajan,profesor sejarah modern India di Delhi University. Perjalanan Rahul menyusuri desa-desa miskin terpencil itu memang bentuk penegasan jati dirinya sebagai pembela wong cilik.Apalagi saat ini Partai Kongres juga membutuhkan perbaikan citra setelah pekan silam kalah dalam pemilihan parlemen di negara bagian Karnataka melawan Partai Bharatiya Janata (BJP). Kekalahan Partai Kongres melawan BJP itu terjadi setelah dua kali kalah di negara bagian Gujarat dan Uttar Pradesh tahun lalu. Dengan pemilu yang kurang dari satu tahun lagi, kondisi itu menciptakan keputusasaan baru bagi Partai Kongres. Rahul merasa dirinya ikut bertanggung jawab dengan krisis yang dialami partainya saat ini.Tentu tidak hanya karena dia merupakan anggota parlemen dari Partai Kongres. Lebih dari itu,Rahul telah menjadi buah bibir di Partai Kongres untuk menjadi kandidat unggulan Perdana Menteri (PM) India berikutnya. Posisi itu tentu tidak mainmain bagi politikus baru berusia 37 tahun ini. Dari sisi keturunan keluarga, Rahul memiliki alasan yang kuat untuk memegang posisi PM. Ayahnya, Rajiv Gandhi,dan neneknya,Indira Gandhi, serta buyutnya, Jawaharlal Nehru, merupakan PM India.Sementara ibunya, Sonia Gandhi, merupakan Presiden Partai Kongres. Tanpa publikasi media dan keamanan ketat, Rahul melakukan perjalanan mengesankan, mendobrak benteng kasta dan kelas sosial. Rahul melepas status yang dimilikinya sebagai politikus "berdarah biru" untuk mengaitkan kembali Partai Kongres dengan akar utamanya, rakyat miskin India. Di desa-desa miskin yang terpencil di Uttar Pradesh, Rahul bertemu pemimpin suku lokal dan anggota Partai Kongres dari kasta terendah. Rahul tidak segan masuk ke rumah-rumah gubuk, duduk di lantai kotor, dan makan dengan menu sederhana mereka. Tindakan itu jelas membuat penduduk setempat sangat terkesan dengan Rahul. Pada Maret, Rahul berkunjung ke Muttugadde Podu, sebuah desa miskin di perbukitan Karnataka. Kedatangannya mengagetkan penduduk lokal yang kemudian menyambutnya dengan nyanyian dan tarian tradisional. Ibarat bapak mereka, penduduk miskin itu mengungkapkan keluh kesah mereka kepada Rahul. Agenda reformasi Partai Kongres yang diusung Rahul memang sangat serius. Rahul menilai partainya saat ini didominasi orang-orang yang hanya ingin menikmati kekuasaan. Hasilnya, ketidaktransparanan dan korupsi mulai jamak terjadi di Partai Kongres. Rahul secara tidak langsung mengkritik keberadaan partai-partai politik di India saat ini. "India merupakan sebuah negara demokrasi, tapi di sana secara nyata tidak ada demokrasi di dalam partai mana pun,"tandasnya. Salah satu cara mengubahnya, Rahul mengusulkan agar Partai Kongres menggelar pemilihan untuk semua posisi di partai tersebut. (syarifudin) Sumber : SINDO -- ********************************** Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist ************************************ [Non-text portions of this message have been removed]
