Rabu, 18 Juni 2008
Internasional
Kilas
Bos Petronas Hidup Mewah

PENANG--Menteri Besar Penang Lim Guan Eng kemarin menuding bos-bos
perusahaan minyak Malaysia, Petronas, hidup bak raja, sementara rakyat
menanggung biaya ekonomi tinggi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.
"Mereka punya jet pribadi, mobil mewah, dan banyak lagi," kata pemimpin
Partai Aksi Demokratik ini.

Lim mendesak bos-bos Petronas untuk berhenti hidup mewah. Dia juga meminta
Petronas mengumumkan pengeluaran untuk mensponsori sejumlah acara berskala
internasional. "Petronas mesti mengumumkan kepada rakyat," tuturnya.

Adapun Presiden dan CEO Petronas Tan Sri Mohd. Hassan Marican menyatakan
pihaknya telah mengumumkan laporan tahunan selama 18 tahun terakhir. "Setiap
tahun kami mencetak 5.000 kopi laporan," ujarnya seraya menambahkan bahwa
Petronas menyampaikan laporan itu ke parlemen, kementerian, dan media massa.

"Anda juga bisa mengaksesnya di situs web kami," tuturnya. AFP | THE STAR |
DRE



sumber : koran tempo
++++++++++++++++++++++++++
Rabu, 18 Juni 2008
Nusa
Bea-Cukai Batal Tahan Mobil Selundupan

Ada telepon sebelum aparat membatalkan penyegelan.

Batam -- Bea dan Cukai Batam, Kepulauan Riau, menahan sebuah kontainer yang
mengangkut mobil Mercedes-Benz di pelabuhan Batu Ampar kemarin. Mobil yang
dilengkapi nomor polisi BM ini diduga kuat akan diselundupkan dari Singapura
ke Batam.

Seorang karyawan Bea-Cukai Batam, Ristola Nainggolan, mengatakan aparat
curiga karena agen pengangkut mobil menolak melewati sinar-X. "Kami ingin
memastikan apa isi peti kemas tersebut," kata Ristola di Batam kemarin.
Setelah melalui pengecekan fisik, aparat menemukan sebuah mobil
Mercedes-Benz.

Sumber Tempo mengatakan aparat di lapangan langsung menahan mobil tersebut.
Tapi penyegelan batal setelah mereka menerima telepon dari orang yang belum
diketahui identitasnya. Sumber itu juga menyebutkan isi peti kemas berbeda
dengan yang tercantum di manifes.

Ristola tidak mau menanggapi kebenaran kabar ini. "Jangan terlalu diekspos
dululah," katanya. Mobil dalam peti kemas yang diangkut dalam kapal milik PT
Synergi itu kini dibawa ke gudang PT Persero Batam untuk diproses lebih
lanjut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam Ahmad Hijazi mengaku
terkejut dengan masuknya mobil ini. "Nanti saya cek," katanya. Sejauh ini,
kata dia, pihaknya belum mengeluarkan izin pemasukan kendaraan. Sebab, mobil
di Batam terlalu banyak dan tidak sesuai dengan panjang jalan.

Sementara itu, Kepala Koordinator Pelaksana Penyidikan dan Penindakan Bea
dan Cukai Batam Gunawan membantah kabar Mercedes-Benz tersebut merupakan
barang selundupan. Kendaraan itu dibawa ke Singapura pada Oktober 2007 untuk
diperbaiki. "Hanya diperbaiki di Singapura," kata dia kepada Tempo.

Gunawan mengatakan pihaknya telah mengecek semua dokumen kendaraan itu dan
dinyatakan lengkap. Saat ini Bea-Cukai Batam sedang memeriksa alat apa saja
yang diganti selama perbaikan di Singapura. Komponen yang baru inilah yang
akan dipungut pajak.

Menurut Gunawan, dia tidak tahu kenapa pemilik kendaraan mereparasi mobilnya
di Singapura. Dia enggan menjelaskan lebih detail tentang fenomena
mereparasi kendaraan di negara itu. Yang pasti, dia mengakui penyelundupan
kendaraan dari Singapura ke Batam sering terjadi.

Penyelundupan mobil ini marak karena jarak Batam-Singapura dekat dan harga
mobil bekas di Singapura cukup murah. Agen bisa mendapatkan keuntungan
berlipat dengan mendatangkan mobil rekondisi ini. Penyelundupan sempat
mereda setelah terbit Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2003 yang
mengharuskan mobil masuk Batam membayar bea. Namun, kini penyelundupan
kembali terjadi.Rumbadi Dalle

sumber : koran tempo
++++++++++++++++++++++++++++++
Rabu, 18 Juni 2008
Metro
Kucing Liar Dimandulkan

JAKARTA -- Mulai bulan depan, Pemerintah Kota Jakarta Barat mulai
mensterilisasi atau memandulkan kucing betina liar yang berkeliaran di
wilayahnya. Tujuannya menekan perkembangbiakan sekaligus menghindarkan
penyakit yang ditularkan kucing.

"Mulai pertengahan Juli, target awal 200 ekor," kata Kepala Suku Dinas
Peternakan dan Perikanan Chaidir Taufik, Senin lalu, kepada Tempo. Operasi
akan dimulai di bilangan Grogol dan Petamburan. "Di situ paling banyak
kucing liar."

Chaidir menjelaskan pertumbuhan hewan liar, terutama kucing, tak terkendali.
Itu sebabnya, jumlah pastinya juga tak diketahui. Secara logika, minimal
terdapat seekor kucing liar per rukun tetangga, sehingga ada lebih dari
6.500 kucing liar di Jakarta Barat.

Dalam setahun, kucing dua kali kawin dan melahirkan. Dengan asumsi sekali
melahirkan empat ekor dan peluang hidup hingga dewasa sebesar 50 persen,
seekor induk kucing bisa menambah empat kucing baru dalam setahun. Dengan
masa hidup hingga tujuh tahun, seekor kucing bisa membiakkan tak kurang dari
28 kucing baru.

Menurut Chaidir, pertumbuhan kucing yang tak terkendali ini merugikan
manusia, mulai mencuri makanan, mengacaukan tempat sampah, hingga
menyebarkan penyakit rabies dan toxoplasma gondii. Toxoplasma paling
berbahaya bagi ibu hamil karena merusak janin atau mengakibatkan bayi cacat.

Soal teknis pemandulan, ia meneruskan, rahim kucing betina dipotong melalui
operasi agar tak bisa beranak. Pemerintah daerah bekerja sama dengan
Institut Pertanian Bogor dan Yayasan Yudhistira, organisasi pemerhati
kesejahteraan hewan dari Bali.

Biayanya lebih murah ketimbang tarif sterilisasi di dokter hewan, yang
setidaknya Rp 500 ribu per ekor. Ia menolak menyebutkan berapa biaya tiap
operasi. Biaya program ini terdiri atas biaya operasi dan biaya operasional
selama sepekan. Chaidir mengungkapkan program ini tak memperlambat program
prioritas, yakni pemberantasan flu burung. Reza M

sumber : koran tempo
++++++++++++++++++++++++++++
Rabu, 18 Juni 2008
Headline
Fauzi: Listrik Busway, Kalau Salah, Cabut Saja

"Saya bukan penjaga halte busway," katanya diplomatis di Balai Kota kemarin.

JAKARTA -- Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tak akan membantu Badan
Pengelola Transjakarta-Busway soal pemutusan aliran listrik di tiga halte di
koridor I, Blok M-Kota. "Kalau memang menyalahi aturan, silakan dicabut
(aliran listriknya)," kata Gubernur Fauzi Bowo, Senin lalu, kepada Tempo di
Jakarta.

Namun, ia yakin badan layanan umum itu bisa segera menyelesaikannya. Fauzi
enggan menjelaskan kaitan masalah ini dengan Dinas Penerangan Jalan Umum dan
Sarana Jaringan Utilitas DKI Jakarta. "Saya bukan penjaga halte busway,"
katanya diplomatis di Balai Kota kemarin.

Halte Monas, Sawah Besar, dan Mangga Besar sudah sembilan bulan gelap
gulita, padahal busway beroperasi hingga pukul 22.00 WIB. Kata Direktur
Pengendali Operasional Badan Pengelola Rene Nunumete, tunggakan rekening Rp
100 juta (Koran Tempo, 16 Juni).

Padahal, menurut PT PLN Area Pelayanan Menteng, listrik di halte Monas dan
Sawah Besar dicabut sejak September 2007. Sebab, keduanya nonpelanggan alias
mencuri listrik dari Dinas Penerangan Jalan Umum. Sanksinya, harus membayar
tagihan Januari 2004-September 2007.

Menurut Asisten Manajer PLN Area Pelayanan Gunung Sahari, Oka, dua halte itu
melakukan pelanggaran golongan D, yakni tiada pembatas dan pengukur daya.
"Listrik memang milik negara, tapi administrasi harus jelas," ujarnya
kemarin. Tapi ia mengaku tak ada masalah dengan halte Mangga Besar, yang di
bawah pengawasannya.

Hingga kemarin masih terjadi silang pendapat antara PLN dan Badan Pengelola
Transjakarta. Badan Pengelola membantah tudingan mencuri listrik. Alasan
mereka, sesuai dengan kontrak, Dinas Penerangan Jalan Umum-lah yang bertugas
membayar periode Januari 2004-Desember 2006, sisanya Januari-September 2007
urusan Badan Pengelola Transjakarta.

Asisten Manajer Sarana Prasarana menuturkan, tagihan halte Sawah Besar rutin
dibayarkan ke PLN. Tunggakan Rp 44 juta khusus halte Monas. Soal pemadaman
listrik di Sawah Besar dan Mangga Besar, ia menyatakan akan segera mengadu
ke PLN.

Kepala Dinas Penerangan Jalan Umum Yusuf Effendi Pohan kemarin mengatakan
sudah membayar tagihan untuk tiga halte hingga Desember 2006. Kepala Bagian
Tata Usaha Ramses membenarkannya, tapi ia menyatakan akan mengecek lagi
berkas tagihan.Ismi Wahid | Rudy Prasetyo

sumber : KORAN tempo
++++++++++++++++++++++++++


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke