Edisi. 17/XXXVII/16 - 22 Juni 2008
       *Teknologi Informasi*
  Menangkal Pencuri DengarBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi berhasil
membuat aplikasi antisadap telepon seluler. Untuk memilikinya perlu
verifikasi.

PADA sebuah siang, 1 Maret 2008.

Kemas Yahya Rahman: Halo....
Artalyta Suryani: Ya, siap....
Kemas: Sudah dengar pernyataan saya? He-he-he....
Artalyta: It's good... very good.
Kemas: Jadi tugas saya sudah selesai, he-he-he....
Artalyta: Siap....

Inilah fragmen percakapan telepon seluler hasil sadapan Komisi Pemberantasan
Korupsi yang diputar pada sidang Artalyta di Jakarta pekan lalu. Kala itu
Kemas menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dan Artalyta diduga
merupakan tangan kanan Sjamsul Nursalim, bos Gajah Tunggal, yang terbelit
kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.

Komisi antikorupsi memang memiliki wewenang untuk menyadap telepon tersangka
korupsi. Dengan cara ini, komisi itu sudah menjebloskan banyak koruptor ke
bui. Tapi, tidak lama lagi, Komisi mungkin bakal kesulitan menyadap telepon
para tersangka kasus korupsi. Gara-garanya: Celebes.

Selular Bersandi—ini nama panjang peranti tersebut—adalah teknologi
antisadap telepon seluler buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Lembaga riset pelat merah itu memperkenalkan teknologi ini tiga pekan lalu
di Jakarta.

Sejatinya, pemerintah dan militer yang banyak membutuhkan alat antisadap
itu. Soalnya, menurut Mohammad Mustafa Sarinanto, pakar telekomunikasi yang
terlibat dalam pembuatan Celebes, ada indikasi sadap-menyadap makin marak
saja—baik demi kepentingan bisnis maupun intelijen negara. Misalnya, akhir
tahun lalu Kantor Bea dan Cukai Bandar Udara Soekarno-Hatta menyita satu
paket penyadap telepon. Alat itu sedianya akan dikirimkan ke sebuah alamat
yang ternyata adalah Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Yang jadi soal, masyarakat juga boleh membeli Celebes. "Alat ini diperlukan
oleh mereka yang perlu berkomunikasi secara rahasia," ujar Reza Koraag,
Manajer Pemasaran PT Dian Karya Sarana, yang didapuk memasarkan Celebes.

Dibanderol Rp 100 juta, sudah termasuk handset, Celebes saat ini sudah
terjual kepada 20 pemakai. "Mereka orang-orang yang tidak ingin terganggu
privasinya," ujar Reza.

Mustafa menyadari Celebes—seperti halnya setiap teknologi—memiliki sisi
buruk. Itu tadi, alat ini dipakai untuk menyembunyikan perbuatan jahat.
Tapi, kata Mustafa, meski dijual untuk umum, Celebes tak bisa dimiliki
sembarang orang. "Calon pembeli diverifikasi lebih dulu untuk memastikan
alat ini tidak disalahgunakan," ujarnya.

Celebes hadir dengan fitur antisadap yang lengkap: untuk suara ataupun teks
pesan pendek (short message service). "Jika yang disadap SMS, penyadapnya
tak akan bisa membaca pesan itu karena teksnya sudah diubah menjadi deretan
huruf tanpa makna," kata Mustafa.

Bagaimana dengan suara? Penyadap hanya akan mendengar bunyi dengingan di
telepon. Bunyi tak nyaman ini sebenarnya suara percakapan, tapi suara itu
sudah disulih sehingga seperti tidak bermakna. "Penyandian dilakukan di
server di Internet, sebelum suara itu dikirim ke operator telepon seluler,"
ujar Mustafa.

Sekali terenkripsi, suara itu aman dari penguping. Anggota tim pembuat
Celebes lainnya, Dwidharma Priyasta, mengklaim teknologi enkripsi yang
dipakai Celebes tak gampang diurai. "Teknologinya hasil kerja sama dengan
Lembaga Sandi Negara," ujarnya. Teknologi itu, dia melanjutkan, akan terus
diperbarui dari waktu ke waktu. "Sehingga sekalipun saluran telepon bisa
disadap, teks dan suaranya tidak akan terbaca atau terdengar," kata
Dwidharma.

Penyulihan itu bukan tanpa efek samping. Misalnya, kedatangan suara dan teks
menjadi terlambat sekitar satu detik. "Tapi delay ini tidak terjadi jika
komunikasi dilakukan antarsesama pengguna Celebes," ujar Mustafa.

Selain itu, tak perlu telepon seluler supercanggih untuk menjalankan
aplikasi Celebes. Aplikasi antisadap ini bisa berjalan di atas sistem
operasi Symbian 9 edisi ketiga, yang dilengkapi koneksi General Packet Radio
Service, 3G, atau Wi-Fi. Handset yang dapat menjalankan program ini, di
antaranya, Nokia E90, N73, N82, atau N81. "Kami masih mengkaji aplikasi
Celebes pada sistem operasi lainnya, seperti Mobile Windows," ujar Mustafa.

Bukan hanya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang menawarkan
teknologi ini. Di Internet, perangkat antisadap itu berserakan. Untuk
peranti pengaman suara, ada di situs seperti www.cellcrypt.com yang
bermarkas di Inggris, www.god-lock.com di Israel, atau www.securegsm dari
Australia. Adapun pengaman pesan pendek bisa diperoleh melalui situs
www.celltrust.com dari Amerika Serikat atau www.sms007.cz dari Republik Cek.

Semua situs itu menawarkan sandi yang sulit dipecahkan, yakni RSA 2048 bit
dan AES 256 bit. Sekadar gambaran, sandi ini bisa diprogram untuk memiliki
lebih dari 300 juta kunci kombinasi dan bisa berubah setiap saat sesuai
dengan keinginan. Mereka juga menjanjikan program antisadapnya bisa dipakai
di setiap negara dengan mudah, asalkan handset-nya sesuai.

Beberapa aplikasi bekerja tanpa perlu server Internet seperti Celebes.
Cellcrypt—sekadar contoh. Syaratnya, operator harus memiliki fasilitas
Circuit Switch Data sehingga handset pemakai bisa menjadi modem. Tapi
mekanisme ini bukan tanpa kelemahan. Mustafa mengatakan Celebes pernah
dijajal dengan sirkuit ini, tapi ternyata aplikasinya menjadi lambat dan
sering gagal. "Ada kendala keterbatasan infrastruktur di Indonesia,"
ujarnya.

Tentu saja, tak ada antisadap jika tak ada alat penyadap. Faktanya,
perangkat aplikasi untuk menyadap telepon seluler juga mudah diperoleh di
Internet, seperti halnya peranti antisadap. Ada, misalnya, E-stealth atau
Flexispy. Pembuat kedua peranti ini mengklaim penyadapan oleh alat mereka
supercanggih dan tanpa jejak.

Misalnya, penyadapan itu tak memberikan pengaruh apa pun terhadap telepon
seluler yang disadap: baterai tak menjadi boros, tak ada panas, tak ada
bunyi saat didekatkan ke pengeras suara. Padahal inilah tanda-tanda awal
bahwa telepon seluler itu sedang dikuping orang (lihat boks: "Tiga Menguak
Tabir").

Tapi agaknya tak banyak yang peduli teleponnya disadap orang. Ruli Anwar,
yang memiliki toko di Roxy Square dan menawarkan telepon seluler antisadap
melalui Internet, mengaku alatnya belum laku satu pun. "Peminatnya belum
ada," ujarnya.

*Yandi M.R.*

*3 Menguak Tabir*

Lauren Weinstein dari Vortex Teknologi, perusahaan jaringan Internet,
memberikan tip bagaimana mengidentifikasi adanya penyadapan telepon seluler.
Berikut ini tanda-tanda yang harus diwaspadai menurut Weinstein.

1. Lihat kondisi baterai. Semua telepon seluler bekerja dengan kekuatan
baterai. Semakin banyak kegiatan, baterai semakin cepat terkuras. Nah, Anda
mesti waspada jika baterai lebih cepat susut pada pemakaian normal.

2. Periksa suhu handset. Telepon seluler yang dicurigai ditunggangi
penumpang gelap biasanya menjadi panas meski tidak terpakai.

3. Suara berisik. Dekatkan telepon seluler ke pengeras suara dalam keadaan
menyala tapi tidak sedang dipakai. Suara berisik bisa menjadi tanda adanya
penyadapan.



sumber : majalah tempo



-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

ANDA INGIN BERUBAH ? 

Apakah Anda menderita fobia, insomnia, psikosomatis, mudah pusing, berdebar 
debar, sesak nafas, nyeri ulu hati, leher kaku, sakit mag, dsb. ? 

Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk, mania, kecanduan makan, kecanduan rokok, 
gangguan/penyimpangan seksual, tidur berlebihan, obsesif kompulsif, malas, 
menunda pekerjaan, lari dari masalah dsb. ? 

Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, gampang marah, 
panik, gugup, bingung, lupa, sedih, sunyi dsb. yang semakin lama semakin buruk 
dan sulit dikendalikan ? 

Apakah Anda merasa semakin terpuruk dan berlarut larut, terperangkap dalam 
"penjara emosi" seperti : malu, fobia, cemas, stress, takut, malas,  depresi, 
rendah diri, rasa bersalah, rasa gagal dsb. ? 

Apakah Anda mulai merasa frustasi, lelah, tidak berdaya, paling bernasib buruk, 
sial dan sangat menderita ?

HUBUNGI KLINIK S.E.R.V.O, SEKARANG ! 

Hotline : (021) 554 6009, 5574 5555

http://klinikservo.wordpress.com/kesaksian/

-------------

Ingin dikusi bersama rekan milis Taman Bintang lainnya ? 
Invite [EMAIL PROTECTED] melalui Yahoo Messenger (YM) Anda 
http://messenger.yahoo.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke