diambil dari berbagai sumber.......
Suami Takut Istri di Akhirat
Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat
mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya
dominasi suami terhadap istri.
Salah seorang malaikat berkata: "Coba para suami bentuk dua barisan, satu
barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami
yang di-dominasi oleh istri".
Setelah beberapa saat, malaikat memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu
suami yang berada pada barisan "suami yang mendominasi istri', yang
lainnya berada dalam barisan "suami yang didominasi istri".
Melihat itu, marahlah malaikat: "Aku sangat kecewa melihatnya, bukankah
suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, bukan sebaliknya? Lihat pria
ini, kalian harus mencontoh pria satu ini!",sambung malaikat, "Kau
membuatku bangga, katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang
berada dibarisan ini."
Pria itu berkata: "Nggak tau, tadi saya disuruh istri saya berdiri disini
dan nggak boleh kemana-mana." Malaikat :"Hhhhh...????"
Peluang Kakek-Kakek Diterima Cintanya oleh Gadis Muda
Seorang pria kaya raya berusia 65 tahun sedang jatuh cinta
dengan gadis muda berusia 20 tahun. Dia berniat untuk segera melamar tambatan
hatinya itu. Berbagai cara digunakan agar dirinya dapat diterima, termasuk
datang pada seorang sahabatnya untuk berkonsultasi.
"Menurutmu, kalau aku bilang saat ini umurku baru 45 tahun, apakah dia
akan menerima lamaranku?" tanya pria kaya itu kepada temannya meminta
pendapat.
"Kau sudah kaya itu satu nilai lebih, peluang untuk diterima akan lebih
besar lagi ...," kata temannya menahan ucapannya, "Kalau kau mengaku
umurmu sudah 90 tahun!"
Orang Mabuk Berjalan Sebagian di Trotoar
Antok, malam itu
mendapat giliran siskamling di lingkungannya. Dia melihat seorang pria yang
tengah mabuk berat, berjalan diantara jalan aspal dan trotoar, kaki kirinya di
atas jalan aspal, sedangkan kaki kanan di atas trotoar, sehingga jalannya
terlihat lucu sekali.
Antok: "Hai!, kenapa kamu berjalan seperti itu, satu kaki diatas jalan
aspal, sedangkan satu kaki lainnya diatas trotoar."
Si Mabok: "Untung..untung..untung..selamet..selamet, gue kira, gue
pincang!!... pantesan dari tadi kok! melangkah aja susah terasa nga enak.
Wah..makasih banyak ya..... elu udah ngasih tau gue."
Kemudian orang mabok itu berjalan di atas trotoar sambil berteriak,
"Horee...teryata kaki Gue Sama Panjang".
Makan Bakso dan Sekrup
Pada Sabtu malam Minggu kemarin, Irwan bersama pacarnya Yoni
membeli bakso di warung 'Bakso Kota Jogja' milik Bang Johan. Dengan uang
pas-pasan Irwan melihat papan yang tertempel, kalau bakso itu hanya Rp.5.000
perak.
Iwan: "Saya pesan dua mangkok, Bang!"
Sesaat kemudian bakso siap untuk disantap, Irwan dan pacarnya menyantap bakso
tersebut dengan lezatnya. Namun ketika Irwan sedang enak-enaknya makan pentol,
tiba-tiba giginya mengigit sesuatu yang amat keras sehingga menimbulkan suara,
(klotakk..klotak..kretekk). Irwan sesaat merasa malu, karena menjadi pusat
perhatian orang-orang di sekitarnya.
Irwan: "Apaan nih! Bang?, (sambil mengeluarkan isi di mulutnya, Irwan
menemukan sekrup di tengah pentol daging baksonya). Gila bener ada
sekrupnya."
Lalu Irwan mendatangi Bang Johan. Ia ingin mengadu atas kejadian tersebut.
Irwan: "Bang, Gimana kok di bakso ada sekrupnya!!"
Bang Johan: "Kamu ini Gimana, wong bakso cuma Rp. 5000,- kok! minta bonus
sepeda motor, Ya..sekrupnya saja cukup.. tho"
Ayah Tanya Nilai Ulangan
Pada suatu hari seorang Ayah menanyakan hasil ulangan kepada
Anaknya
Ayah: "Berapa nilai ulanganmu, nak?"
Anak: "Sepuluh, Pak."
Ayah: " Wah hebat benar anak bapak ini, kalau temanmu dapat nilai
berapa."
Anak: "Kalau temanku ada yang
dapat 70, 80, 90, dan bahkan ada yang mendapat 100"
Ayah: "????!!!"
Restoran di Bawah Laut
Ada
tiga orang pembohong yang sedang berlayar ke tengah laut, kemudian mereka
bertemu dengan nelayan yang berkata bahwa ada restoran di bawah laut.
ketiga pembohong ketawa sambil berkata "pak, kami ini pembohong besar mana
mungkin bapak bisa bohongin kami".
Setelah nelayan pergi pembohong pertama penasaran, dia menyelam ke dalam laut
dan ternyata di dalam memang tidak ada restoran, untuk menjaga gengsi dengan
temannya di naik ke atas dengan membawa ikan sambil berkata "Benar di
bawah ada restoran, ini buktinya aku membawa ikan".
Pembohong kedua ganti menyelam dan berkata dalam hati "Sial aku di
bohongin sama temanku" tapi dia tidak kekurangan akal, dia naik ke atas
sambil membawa cumi-cumi sambil berkata "Iya benar, ada restoran".
Pembohong ketiga langsung menyelam ke laut, tapi tidak di temukannya restoran,
untuk menjaga gengsi dia mengambil batu dan memukul-mukuli batu tersebut ke
wajahnya sampai berdarah, setelah itu dia naik sambil berkata "Eh lu berdua
makan ga bayar ya, jadi gw yang kena masalah sampe di pukulin kaya begini"
Beruang Kutub Tulen
Si Ayah beruang itu menjawab, "Nak, saya 100% beruang
kutub, dan ibumu 100% beruang kutub, jadi kamu juga jelas-jelas 100% beruang
kutub."
Setelah beberapa menit berlalu, si anak bertanya lagi, "Ayah, jangan
berpikir kalau Ayah berkata jujur akan membuat saya sedih. Saya tidak
sedih. Saya cuma ingin tahu, apa saya benar-benar 100% beruang kutub?"
Ayah beruang mulai tertekan dengan pertanyaan-pertanyaan anaknya. Kini dia
balik bertanya kepada si anak, "Nak, kenapa kamu terus meragukan kalau
kamu memang 100% beruang kutub?"
Si anak beruang menjawab, "Karena saya kedinginan!"
Robby Nuzly, S,Si., Apt.Direktorat Pengawasan ProduksiProduk Terapetik dan
PKRTBadan Pengawas Obat dan Makanan RIJl. Percetakan Negara No. 23
JakartaE-mail:[EMAIL PROTECTED]
[Non-text portions of this message have been removed]