"Ketika Kebenaran Didustakan dan Kedustaan dibenarkan”

Oleh Abu Khaulah Zainal Abidin
Kamis, 10 April 2008 - 20:06:47





http://www.ahlussunnah-jakarta.com/images/bismillaah.gif




Di antara sebab murkanya ALLAH kepada bangsa Yahudi, adalah karena mereka
mendustakan nabi-nabi yang diutus. Padahal tidaklah ALLAH memilih
utusan-utusan-Nya, kecuali dari orang-orang terbaik di kalangan dan pada
zamannya. Tentu saja, karena ALLAH SUBAHANAHU WA TA’ALA mengutus mereka
dalam rangka mengajak manusia beribadah hanya kepada ALLAH dan meninggalkan
kesyirikan. Mereka dipilih untuk . diterima, dicintai, diutamakan, serta
diteladani. Mereka diutus untuk didengar, dipercaya dibenarkan, kemudian
dita'ati dan diikuti. 



Adapun Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, sebagai rasul akhir zaman dan
penutup para nabi, tentu saja memiliki keistimewaan tersendiri. Beliau
diutus untuk segenap manusia yang ALLAH SUBAHANAHU WA TA’ALA tidak mengutus
lagi seseorang setelah dia, baik nabi, apalagi rasul. Yang tak ada alasan
bagi orang Yahudi maupun Nashara untuk bertahan di dalam agama mereka, yang
tidak ada balasan bagi mereka yang menolak ajakan Beliau shalallahu ‘alaihi
wasallam kecuali dijebloskan ke dalam neraka. 

Úä ÃÈí åÑíÑÉ¡ Úä ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓá㺠Ãäå ÞÇá: 
"æÇáÐí äÝÓí ãÍãÏ ÈíÏå! áÇ íÓãÚ Èí ÃÍÏ ãä åÐå ÇáÃãÉ íåæÏí æáÇ äÕÑÇäí¡ 

Ëã íãæÊ æáã íÄãä ÈÇáÐí ÃÑÓáÊ Èå¡ ÅáÇ ßÇä ãä ÃÕÍÇÈ ÇáäÇÑ". 

“Demi Yang jiwa Muhammad di tangannya! Tidak seorang pun yang mendengar
tentangku -apakah itu Yahudi atau Nasrani- kemudian dia mati dalam keadaan
belum beriman kepada apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia menjadi
penduduk neraka.” (HR:Muslim) 



Dan semua kebaikan dari seluruh utusan-ALLAH itu terkumpul pada satu pribadi
yang diutus sebagai penyempurna akhlaq manusia -sejak ALLAH SUBAHANAHU WA
TA’ALA sendiri menyatakan telah disempurnakannya agama ini, dilengkapkannya
ni'mat-Nya-, dan diridhoi-Nya Islam sebagai agama. Beliau shalallahu ‘alaihi
wasallam adalah pribadi terbaik dari keturunan yang terbaik, sebagaimana
yang ia sampaikan: 

Ãä æÇËáÉ Èä ÇáÃÓÞÚ íÞæá: ÓãÚÊ ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã íÞæá: 

"Åä Çááå ÇÕØÝì ßäÇäÉ ãä æáÏ ÅÓãÇÚíá. æÇÕØÝì ÞÑíÔÇ ãä ßäÇäÉ. 

æÇÕØÝì ãä ÞÑíÔ Èäí åÇÔã. æÇÕØÝÇäí ãä Èäí åÇÔã" (ÑæÇå ãÓáã) 

“Sesungguhnya dari keturunan Isma’il ALLAH telah memilih Kinaanah, dan dari
Kinaanah Ia memilih Quraisy, dan dari Quraisy Ia memilih Bani Hasyim, dan
dari Bani Hasyim Ia memilih aku.” (HR: Muslim dari Wa’ilah bin Al Asqa’) 





Ibnu Katsir -rahimahullah- menjelaskan di dalam tafsirnya, tentang hubungan
antara kesempurnaan agama ini dengan diutusnya Muhammad shalallahu ‘alaihi
wasallam, sebagai berikut: 

åÐå ÃßÈÑ äÚã Çááøå ÊÚÇáì Úáì åÐå ÇáÃãÉ ÍíË Ãßãá ÊÚÇáì áåã Ïíäåã¡ ÝáÇ íÍÊÇÌæä
Åáì Ïíä ÛíÑå¡ 

æáÇ Åáì äÈí ÛíÑ äÈíåã ÕáæÇÊ Çááå æÓáÇãå Úáíå¡ æáåÐÇ ÌÚáå Çááå ÊÚÇáì ÎÇÊã
ÇáÃäÈíÇÁ¡ æÈÚËå Åáì ÇáÅäÓ æÇáÌä¡ 

ÝáÇ ÍáÇá ÅáÇ ãÇ ÃÍáå æáÇ ÍÑÇã ÅáÇ ãÇ ÍÑãå¡ æáÇ Ïíä ÅáÇ ãÇ ÔÑÚå. 



“Inilah ni’mat-ALLAH yang terbesar atas umat ini, yakni ketika IA
menyempurnakan agama mereka. Sehingga mereka tak lagi membutuhkan
agama-agama lain, juga tak lagi membutuhkan nabi selain dari nabi-nabi
mereka sendiri. Dan karenanya ALLAH jadikan dia sebagai penutup para nabi,
yang diutus bagi segenap jin dan manusia. Maka tak ada yang halal selain
yang telah dia halalkan, dan tak ada yang haram selain yang dia haramkan.
Dan tak ada agama selain apa yang telah dia tetapkan....” 





Beliau adalah sesempurna-sempurnanya akhlaq manusia yang diutus antara lain
untuk memperbaiki serta menyempurnakan akhlaq manusia, sebagaimana yang
ALLAH subahanahu wa ta’ala tegaskan; 

(Artinya: “Sesungguhnya engkau memiliki akhlaq yang agung.”) (Al Qalam:4) 

kemudian Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam nyatakan sendiri: 

Úä ÃÈí åÑíÑÉ ÑÖì Çááå ÊÚÇáì Úäå Ãä ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÞÇá: 

ÈÚËÊ áÃÊãã ÕÇáÍ ÇáÃÎáÇÞ 



“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq manusia.” 





Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam diutus untuk mengajari manusia tentang
kejujuran, karenanya mustahil kalau dirinya sendiri pendusta. Beliau
shalallahu ‘alaihi wasallam diutus untuk mengajari manusia tentang amanah,
karenanya mustahil kalau dirinya sendiri khianat. Beliau shalallahu ‘alaihi
wasallam diutus untuk mengajari manusia tentang Al Haq, karenanya mustahil
kalau dirinya sendiri menempuh cara-cara yang bathil. 



Untuk misi yang sangat mulia inilah karenanya ALLAH SUBAHANAHU WA TA’ALA
tidak membiarkan Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam berbicara kecuali di
bawah bimbingan wahyu. 



(Artinya: “.Tidaklah dia (_Muhammad-) berucap mengikuti hawa-nafsu. Tidak
lain yang diucapkan adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya...”) (An-Njam: 3
- 4) 



Bahkan lebih dari itu, Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam pun diperintahkan
ALLAH SUBAHANAHU WA TA’ALA untuk mengajari para pengikutnya, agar meneladani
cara-cara beliau berda’wah. 

(Artinya: “Katakanlah (-wahai Muhammad-) :Inilah jalanku. Aku menyeru kepada
ALLAH di atas bashirah. Aku dan mereka yang mengikutiku...”) (Yusuf:108) 



Sehingga ALLAH SUBAHANAHU WA TA’ALA pun memberikan jaminan akan keteladanan
Beliau, dari sisi atau sudut manapun dan sebagai apapun dia. 



áóÞóÏú ßóÇäó áóßõãú Ýöí ÑóÓõæáö Çááøóåö ÃõÓúæóÉñ ÍóÓóäóÉñ áöãóäú ßóÇäó
íóÑúÌõæ Çááøóåó æóÇáúíóæúãó ÇáúÂÎöÑó æóÐóßóÑó Çááøóåó ßóËöíÑÇð 

(ÇáÃÍÒÇÈ:21) 

(Artinya: Sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi
mereka yang mengharapkan perjumpaan dengan ALLAH dan hari Akhir, serta
banyak mengingat ALLAH.) (Al Ahzab:21) 





Setelah begitu sempurnanya ALLAH SUBAHANAHU WA TA’ALA persiapkan Beliau
shalallahu ‘alaihi wasallam, dipilih dari keluarga terhormat di kalangan dan
pada zamannya, dikenal sebagai Al Amin bahkan sebelum dilantik menjadi nabi,
dihiasai dengan akhlaq mulia yang diakui bahkan oleh musuh-musuhnya,
dibimbing di dalam bicara dan berda’wah. namun masih begitu banyak yang
mendustakannya dan hidayah tak mereka peroleh. Maka bagaimana pula jadinya
jika melalui seseorang yang bukan dipersiapkan oleh ALLAH SUBAHANAHU WA
TA’ALA, bukan utusan-NYA, tak dikenal sebagai Al Amin, belum terbukti
akhlaqnya, serta tidak dibimbingan ALLAH di dalam bicara dan berda’wah? 



Sungguh benar ucapan Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam tentang apa yang
akan terjadi: 

Úä ÃÈí åÑíÑÉ ÞÇá ÞÇá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã: 


ÓÊÃÊí Úáì ÇáäÇÓ Óäæä ÎÏÇÚÉ íÕÏÞ ÝíåÇ ÇáßÇÐÈ æíßÐÈ ÝíåÇ ÇáÕÇÏÞ 

æíÄÊãä ÝíåÇ ÇáÎÇÆä æíÎæä ÝíåÇ ÇáÃãíä æíäØÞ ÝíåÇ ÇáÑæíÈÖÉ 

Þíá: æãÇ ÇáÑæíÈÖÉ 

ÞÇá: ÇáÓÝíå íÊßáã Ýí ÃãÑ ÇáÚÇãÉ.(ãÓäÏ ÃÍãÏ) 

“Akan datang pada manusia masa yang penuh tipu daya. Para pendusta dianggap
jujur, sebaliknya orang jujur dicap pendusta. Orang yang khianat dianggap
amanah, dan orang yang amanah dicap penghianat. Dan para Ruwaibidhah mulai
angkat bicara.” Ada yang bertanya:” Apa itu Ruwaibidhah?” Beliau
menjawab,”Orang dungu yang sok berbicara tentang umat.” 





Inilah saatnya zaman tersebut ! Zaman yang lebih buruk dari pada zaman
ketika Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam diutus. Orang-orang jahiliyah di
masa itu hanya mendustakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka
hanya mendustakan kebenaran, tetapi tidak pernah membenarkan kedustaan.
Bahkan kedustaan dianggap sebagai akhlaq orang-orang rendahan. Mereka tidak
pernah menjadikan kedustaan sebagai wasilah untuk menggapai maksud. Mereka
tidak pernah menghalalkan cara-cara hina guna mencapai tujuan .
Perhatikanlah bagaimana ucapan Abu Sufyan ketika ditanya oleh Raja Najasi,
Hiraklius, perihal Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. 

ÝæÇááå áæáÇ ÇáÍíÇÁ ãä Ãä íÃËÑæÇ Úáí ßÐÈÇ áßÐÈÊ Úäå. 

“...Demi ALLAH. Kalaulah tidak takut malu akan disebut pendusta, sungguh aku
sudah berdusta tentangnya...” (HR: Al Bukhari) 





Mereka hanya menuduh dan mencap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam
sebagai orang gila yang dengan sihirnya memecah belah bangsa Arab, tidak
lebih dari itu. Tetapi mereka tidak pernah menganggap atau mencap
orang-orang khianat sebagai amanah. Ketika itu, da’wah yang haq -dan yang
disampaikan dengan cara yang haq- didustakan. Tetapi da’wah yang bathil -dan
yang disampaikan dengan cara yang bathil- tak pernah ada dan tak pernah
mereka benarkan. 



Adapun zaman sekarang, da’wah yang haq didustakan -dengan berbagai alasan-.
sedangkan da’wah yang bathil dibenarkan dan dianggap benar -juga dengan
berbagai alasan-. Khabar yang shahih diragu-ragukan, sedangkan cerita
khayali dianggap suatu kebenaran. Da’wah yang haq ditinggalkan, sedangkan
kedustaan dijadikan wasilah da’wah. 



Cerpen, dongeng, sandiwara, dan yang semisal dengannya tidak lebih dari
bentuk-bentuk kedustaan atau kebohongan yang dikemas dengan keindahan
bahasa, alur cerita, dan cara pengungkapan. Tetapi hakekatnya tetap dusta.
Sedangkan agama yang haq dan mulia ini sama sekali tidak membutuhkan bantuan
atau topangan berbentuk kedustaan. Sungguh agama ini terlalu suci dan
terlalu mulia untuk mengharapkan bantuan dan pertolongan dari kebathilan. 

(Artinya: “Maka tak ada setelah AL Haq, selain kesesatan.”) (Yunus: 32) 



Jika melalui pribadi yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa saja da'wah
belum tentu menyebabkan seseorang mendapat hidayah. Maka apa yang diharapkan
melalui da'wah yang dibangun di atas kedustaan? 



Lantas, apa artinya ucapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam -yang
senantiasa mengawali khutbah-khutbahnya- bagi kita semua: 

Åä ÇÕÏÞ ÇáÍÏíË ßÊÇÈ Çááå æÎíÑÇ ÇáåÏí åÏí ÇáäÈí..... 

"Sesungguhnya, sebenar-benar pembicaraan adalah Kitabullah. Dan sebaik- baik
petunjuk adalah petunjuk An-Nabi...." 





Lantas, apa sebabnya kita bisa membenarkan kedustaan? Menganggap dongeng
khayali sebagai wasilah da'wah sama saja dengan membenarkan kedustaan,
sekaligus mendustakan kebenaran. Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wasallam telah memperingatkan kita akan hal ini? Akankah peringatan itu kita
dustakan pula? 



Ya, inilah saatnya zaman tersebut ! Di mana kebenaran didustakan dan
kedustaan dibenarkan.!


Sumber :
http://www.mimbarislami.or.id/?module=artikel&acti



[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

ANDA INGIN BERUBAH ? 

Apakah Anda menderita fobia, insomnia, psikosomatis, mudah pusing, berdebar 
debar, sesak nafas, nyeri ulu hati, leher kaku, sakit mag, dsb. ? 

Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk, mania, kecanduan makan, kecanduan rokok, 
gangguan/penyimpangan seksual, tidur berlebihan, obsesif kompulsif, malas, 
menunda pekerjaan, lari dari masalah dsb. ? 

Apakah tiba tiba suka muncul perasaan negatif seperti gelisah, gampang marah, 
panik, gugup, bingung, lupa, sedih, sunyi dsb. yang semakin lama semakin buruk 
dan sulit dikendalikan ? 

Apakah Anda merasa semakin terpuruk dan berlarut larut, terperangkap dalam 
"penjara emosi" seperti : malu, fobia, cemas, stress, takut, malas,  depresi, 
rendah diri, rasa bersalah, rasa gagal dsb. ? 

Apakah Anda mulai merasa frustasi, lelah, tidak berdaya, paling bernasib buruk, 
sial dan sangat menderita ?

HUBUNGI KLINIK S.E.R.V.O™ : 

Hotline : (021) 554 6009, 5574 5555

http://klinikservo.wordpress.com/kesaksian/

-------------

Ingin dikusi bersama rekan milis Taman Bintang lainnya ? 
Invite [EMAIL PROTECTED] melalui Yahoo Messenger (YM) Anda 
http://messenger.yahoo.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke