Kisah Jejaka dan Harimau yang Shaleh

Diceritakan,
ada seorang jejaka Muslim yang tidak ikut Jumatan. Dia malah pergi ke hutan
untuk memburu ayam hutan.



Ketika sedang mencari-cari di rerumputan yang tinggi dan lebat, tiba-tiba
tampak seekor harimau bergigi tajam yang mencuat ke luar mulutnya lagi
tertidur.



Sang jejaka kaget, senapannya jatuh ke jurang. Bahkan terlalu kagetnya,
tubuhnya jatuh ke belakang tepat di atas sebongkah batu. "gedebug
krakk.." Kedua kakinya copot (eh, copot!).



Gara-gara ada suara gaduh (sang jejaka jatuh dan teriak, "Au, au,
au!") sang harimau bangun. Ia menghampiri sang jejaka dan melakukan
'pendekatan' (uh-oh!). Sang jejaka sudah tak bisa apa-apa lagi, pasrah sudah
menerima nasibnya.



Lalu, sang jejaka berdoa. "Ya Allah, maafkanlah hamba karena tidak shalat
Jumat di hari ini, hari Jumat yang mulia ini."



"Ya Allah, hamba memohon kepada-Mu, jadikanlah harimau bergigi tajam,
berkuku runcing, bertubuh besar, dan berkulit loreng ini yang sedang berada di
depan saya menjadi harimau yang soleh. Kabulkanlah, Ya Rabbi! Amiin!"



Tiba-tiba ada suara petir. "jelegerr..." Sang harimau mendekati tubuh
sang jejaka sedekat-dekatnya, kemudian mengangkat kedua kaki depannya dan
berkata,



"Allahumma baariklanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa azabannaar..." ( doa
hendak makan bagi umat Muslim)

Orang Budeg Membeli Cendol

Ginting,
seorang profesional asal Medan
yang agak tuli baru pertama kali datang ke Jogja. Pada suatu hari ia ingin
sekali minum minuman khas daerah Jogja, yaitu dawet (cendol).



Ginting : "Mbak, beli dawetnya."

Mbak : "Sampun telas mas."



Ginting : "Iya, memang harus pake gelas..."

Mbak : "Mboten wonten mas."



Ginting : "Betul, memang saya suka pake santen..."

Mbak : (Dengan nada kesal) "Dasar sinting !!!"



Ginting : "Lho, kok tau nama saya Ginting...?"

Mbak : (Tambah kesal) "Dasar wong edan."



Ginting : "Wah mbak betul lagi... saya memang dari Medan!"

Mbak : (Sambil menggerutu) "Dasar wong ora duwe otak..!!"



Ginting : "Benar, benar saya orang Batak !"

Mbak : "Dasar budeg...!"



Ginting : "Selain cendol saya memang suka gudeg."

Mbak : "Sampeyan kok kurang kerjaan to ?"



Ginting : "Benar sekali mbak, teman-teman saya memang semua kurang
kerjaan, cerita kayak gini ini juga dibaca sampai habis !"

 

 

Robby Nuzly

Direktorat Pengawasan
Produksi

Produk Terapetik dan PKRT

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI

Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta

E-mail:[EMAIL PROTECTED]







 



 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke