DPR RI mendesak pemerintah turut aktif mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina sekaligus menghentikan kebidaban Israel di Gaza, yang telah menewaskan 1.000 warga sipil termasuk kaum wanita dan anak-anak yang tidak berdosa. Selain itu pemerintah harus mendorong terwujudnya kedua wilayah itu berdasarkan kemerdekaan dan integritas teritorial penuh Palestina, yang didasarkan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB.
"Di antara rekomendasi yang lain adalah mengutuk kebiadaban militer Israel yang menimbulkan ribuan korban jiwa dan diantaranya wanita dan anak-anak,"ujar Ketua DPR Agung Laksono. Ia menambahkan, DPR juga mendesak Israel menghentikan agresi di Gaza , menghentikan blokade di Jalur Gaza demi lancarnya bantuan kemanusiaan terutama makanan dan obat-obatan. Palestina-Israel harus melakukan gencatan senjata. "Kita mendesak DK PBB keluarkan resolusi baru yang tegas dengan memaksa Israel untuk penghentian agresi. Jika tidak, maka PBB harus memberi sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar resolusi tersebut. PBB bias melakukan itu dengan mengadakan Sidang Umum Darurat PBB dan membentuk Pasukan Perdamaian Palestina,"tutur Agung Laksono. Selain itu DPR menuntut Amerika Serikat, Uni Eropa, negara-negara Timur Tengah, negara-negara anggota PBB, dan lembaga-lembaga kerjasama antarparlemen seperti Inter-Parliamentary Union (IPU), ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), Asian Parliamentary Assembly (APA), dan Parliamentary Union of The OIC -- Organization of Islamic Countries -- Member State (PUIC) untuk menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan kebidaban Israel. DPR mendukung perjuangan Palestina membentuk negara yang merdeka dan berdaulat dengan integritas teritorialnya. Dan, meminta bangsa Palestina bersatu dan memperkokoh perjuangannya untuk mewujudkan tujuan nasional Palestina. "Mendesak PBB memberi bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina yang tersebar di berbagai negara Timur Tengah dan mendesak pemerintah Indonesia berpartisipasi aktif dalam Pasukan Perdamaian PBB yang akan dibentuk terkait konflik Palestina-Israel,"imbuh Agung. Sumber: Warna Islam penulis : Saifuddin Amin
