Fenomena Alam Bawah Sadar Membengkak
( 0 Komentar ) 
Oleh : Nathalia Sunaidi


Dalam kehidupan ini pastinya setiap orang mengharapkan kebahagiaan. Seorang 
istri mengharapkan suami yang baik dan anak-anak yang manis. Seorang suami 
mengharapkan karier yang lancar sehingga bisa menghidupi istri, anak dan orang 
tua. Seorang anak mengaharapkan orang tua yang saling menyayangi. Seorang 
pebisnis mengharapkan anak buah yang semangat dan bekerja dengan giat. Karyawan 
mengharapkan atasan yang pengertian dan membimbing. 

Tapi apa yang terjadi dalam kenyataannya? Seorang istri menjadi tertekan karena 
suami yang pemarah dan anak-anak yang membangkang. Suami menjadi tidak lagi 
penyayang karena tekanan untuk mencari uang menghabiskan seluruh energinya. 
Anak-anak sedih dan tertekan karena orang tua yang tidak lagi hangat malah 
sering sekali bertengkar dengan suara keras dan tangisan. Seorang atasan tidak 
lagi bisa membimbing karena urusan rumah tangga yang sedang kacau. Karyawan 
tidak lagi bekerja dengan ceria karena tekanan load pekerjaan yang menggunung 
bahkan karyawan itu hampir menghabiskan semua waktunya untuk bekerja, tidak ada 
lagi tawa kebersamaan dengan istri dan anak-anak. 

Tidakkah Anda mengamati situasi kehidupan yang banyak terjadi sekarang? Kita 
menjadi tidak lagi memiliki waktu untuk bahagia. Suami yang energinya terkuras 
hampir menjadi seperti impoten dalam urusan mencintai istri dan anak-anak. 
Istri pun kadang harus bekerja untuk mencari nafkah. Lingkungan pekerjaan 
menjadi tempat yang penuh tekanan karena persaingan. Anak-anak menjadi kurang 
mengalami pengalaman dicintai. Tekanan-tekanan itu menjadi beban mental yang 
membuat kita tidak lagi bisa mencintai dan bahagia karena tersesak oleh segala 
emosi negatif. Orang-orang menjadi galak dan penuh emosi, mudah marah dan over 
sensitif terhadap segala hal. Saya menyebut fenomena ini sebagai batin yang 
membengkak. 
Mengapa batin bisa membengkak? Apa yang membuatnya bengkak? Bagaimana 
mengempiskan bengkak itu? Saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut 
dengan paparan di bawah ini. 

Banyak dari kita melakukan check up ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi 
kesehatan tubuh kita. Normalnya sebagian besar dari kita melakukan check up 
setahun sekali. Tapi dengan bertambahnya umur kita, kadang kita akan 
meningkatkan frekuensi check up kita. Ya, kita semua tahu dengan semakin 
bertambahnya umur maka semakin besar dan riskan peluang kita terhadap penyakit. 
Mengapa demikiaan? Banyak hal kita masukkan ke dalam tubuh kita setiap harinya. 
Paru-paru kita setiap saatnya menghirup udara, sering sekali menghirup asap 
rokok, asap knalpot dan lainnya. Paru-paru menjadi mudah kotor. Tubuh kita 
memasukkan makanan, sebagian makanan yang menyehatkan tapi banyak juga 
mengkonsumsi ‘junk food’. Tubuh jadi banyak terkontaminasi. Kulit terkena angin 
dan debu menjadi lebih kusam dan kotor. Tentu semakin tua umur kita maka organ 
kita menjadi lebih lama digunakan, menjadi tidak baru lagi dan menyerap semakin 
banyak hal. Efeknya, mungkin dulu ketika kita
 berusia di bawah tiga puluh tahun kita terasa fit saja melakukan aktivitas 
kerja dari pagi sampai malam, tapi begitu usia mulai mencapai tiga puluh tahun 
ke atas maka mulailah berbagai gangguan seperti sakit pinggang, tubuh terasa 
kurang fit dan ada saja keluhan-keluhan kesehatan lainnya. Ditambah lagi jika 
pola hidup kita tidak sehat maka penumpukan efek negatifnya menjadi semakin 
terasa ketika usia kita semakin tua. Karena banyak orang mulai menyadari 
pentingnya melakukan check up untuk memantau kondisi kesehatan tubuh. 

Lalu apa gunanya melakukan check up? Ya, untuk mengetahui kondisi kesehatan 
tubuh ini. Jika ternyata kondisi tubuh kita baik-baik saja maka tenanglah kita! 
Dan kita akan meneruskan atau bahkan meningkatkan pola hidup sehat kita. Tapi 
bagaimana jika hasil dari check up kita kurang baik, misalnya ditemukan kanker 
atau ada penyakit yang mengendon di tubuh kita? Bagus juga, karena kita menjadi 
tahu tentang penyakit tersebut sehingga bisa melakukan sesuatu untuk 
mengatasinya. 
Kita biasa melakukan chek up terhadap tubuh ini. Tapi diri kita bukan hanya 
terdiri atas tubuh fisik ini! Sebagai manusia, kita memiliki dua aspek dalam 
kehidupan yaitu tubuh dan pikiran.. Kita bukan sekedar makhluk materi tapi kita 
memiliki aspek batin atau pikiran atau sering juga disebut hati.. 

Tapi pernahkah Anda melakukan check up terhadap pikiran atau batin atau hati 
Anda? Jika Anda perhatikan ternyata sedikit sekali tool yang bisa kita temukan 
untuk memelihara dan membersihkan aspek pikiran kita. Coba saja Anda pergi ke 
supermarket atau mall lalu Anda cari alat untuk membersihkan pikiran atau batin 
atau hati. Apakah Anda menemukannya? Rasanya hampir sulit sekali. Tapi Anda 
akan banyak menemukan produk untuk membersihkan da merawat tubuh, seperti 
pembersih badan atau sabun dengan berbagai variasinya, shampoo, sikat gigi dan 
odol, atau bahkan lotion wajah atau kulit, minyak rambut, dan masih banyak lagi 
produk-produk lainnya yang semakin hari semakin bervariasi dan canggih. Padahal 
pikiran adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan manusia! Malah 
pikiran atau batin atau hati menjadi pelopor dan dasar dari kehidupan. 

Coba Anda imajinasikan jika Anda keluar rumah seharian penuh dan pulangnya Anda 
tidak mandi atau membersihkan wajah, apa yang akan terjadi dengan tubuh Anda? 
Tentunya tubuh Anda tidak sebersih dan seharum tadi pagi, saya menggunakan 
kalimat yang lebih sopan untuk mengatakan mungkin tubuh Anda akan tercium bau. 
Lalu bagaimana jika Anda tidak menggosok gigi selama dua hari? Pastinya, 
orang-orang yng Anda ajak bicara akan menjauh kurang lebih dua meter dari Anda! 
Bahkan wajah saja akan menjadi berjerawat atau tumbuh bisul jika Anda tidak 
rajin membersihkannya. 

Lalu bagaimana dengan batin atau pikiran Anda? Apakah Anda merawat atau 
membersihkannya seperti Anda merawat tubuh Anda? Apakah Anda juga melakukan 
pembersihan pikiran sehari dua kali seperti Anda mandi? Atau malah selama hidup 
Anda yang sudah puluhan tahun ini, Anda tidak pernah mencheck-upnya atau 
membersihkannya? Jika jawabannya adalah tidak pernah, maka jangan heran jika 
Anda mulai mengalami gejala tekanan mental atau depresi dalam hidup Anda. Anda 
mulai merasa bosan akan hidup Anda, terasa lesu dan tidak bersemangat dalam 
bekerja, tidak bahagia, merasa sedih dan ingin menangis, mudah emosi. Semua itu 
adalah sebagian kecil dari gejala pikiran bawah sadar yang mulai kepenuhan. 
Banyak hal telah terjadi sepanjang hidup kita. Kita tidak bisa memilih 
pengalaman-pegalaman apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Sebagian merupakan 
pengalaman bahagia yang membuat kita mensyukuri hidup namun sebagian lagi 
metupakan pengalaman-pengalaman buruk seperti paparan saya di atas yaitu load 
pekerjaan yang membuat stress, pasangan hidup yang mudah emosi, anak-anak yang 
kecewa terhadap orang tua, dll. 

Semua pengalaman-pengalaman hidup tersebut tersimpan di alam bawah sadar kita 
berikut semua emosi yang terkandung didalamnya. Emosi-emosi negatif dalam 
setiap pengalaman hidup kita akan menjadi duri di yang menancap di hati kita. 
Bayangkan, jika sebuah duri menancap di salah satu bagian tubuh kita, misalnya 
di tangan kita, maka bagian tubuh itu akan menjadi bengkak dan bernanah. Dan 
tentunya jika tangan yang bengkak itu menjadi sangat sakit apalagi bila 
tersentuh. Maka kita perlu mengeluarkan duri itu lalu membersihkan nanahnya 
jika kita ingin menjadi lebih baik. Hal yang sama pun terjadi degan alam bawah 
sadar. Emosi-emosi negatif membuat batin atau hati kita menjadi bengkak dan 
terasa sakit. Jika hal itu terjadi maka kita akan menjadi orang yang sangat 
sensitive, menjadi mudah marah atau sedih yang berlebihan. 

Pernahkah Ada mengalami menabrak sedikit bumper kendaraan orang lain yang 
bahkan hampir tidak ada bekas tapi kemarahan orang tersebut meledak-ledak 
terhadap Anda seperti Anda telah melakukan dosa yang sangat besar? Atau malah 
Anda yang menjadi orang yang meledak-ledak tersebut? Itulah fenomena yang tadi 
saya sebut alam bawah sadar kepenuhan oleh emosi negatif. Dan hal itu banyak 
sekali terjadi dalam masyarakat kita. Orang-orang cenderung mudah terhasut 
emosinya, pelajar menjadi beringas dalam tawuran, orang tua mudah sekali marah 
atas kesalahan kecil anaknya, suami istri mudah bertengkar hebat hanya karena 
masalah sepele dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnya. Maka emosi-emosi 
negatif itu perlu dilepaskan supaya kebahagiaan dan ketenangan bisa mulai 
tumbuh lagi dalam kehidupan kita. 

Lalu Anda mungkin akan bertanya tentang bagaimana untuk melepaskan emosi 
negative dari alam bawah sadar? Ternyata kebahagiaan baru bisa tumbuh hanya 
jika semua tekanan dan emosi negatif dilepaskan. Kebahagiaan bisa tumbuh dalam 
batin yang tenang. Dan batin menjadi tenang jika kita bersyukur dan 
memaafkan.Regresi dalam hipnosis adalah sebuah metode untuk memasuki alam bawah 
sadar kita supaya kita bisa melakukan check up atas emosi-emosi apa saja yang 
kita simpan lalu mencabut duri-duri tersebut. 

Alam bawah sadar berada di frekuensi gelombang otak yang lebih rendah dan 
merupakan gudang penyimpanan semua memori dan emosi yang terkandung di dalam 
memori-memori tersebut. Untuk menyederhanakannya, saya suka mengumpamakan alam 
bawah sadar seperti gudang bawah tanah sebuah rumah. Berbagai barang kita 
simpan dan tumpuk di gudang tersebut sampai-sampai kita tidak tahu apa saja 
isinya. Sampai suatu hari kita merasakan gudang bawah tanah tersebut mulai bau 
dan kotor karena kepenuhan. Kita pun menjadi ingin membersihkannya. Untuk 
membersihkannya kita perlu membuka pintu gudang tersebut, menuruni tangganya 
baru sampai di gudang bawah tanah sehingga bisa memulai pembersihan. Sama, 
pikiran kita pun memiliki gudang yaitu alam bawah sadar yang jika kepenuhan 
membutuhkan untuk dibersihkan. Untuk membersihkannya, Anda pun perlu menurunkan 
frekuensi gelombang otak supaya sampai di gudang bawah sadar baru mulai 
membersihkannya. 

Jadi hypnosis adalah metode untuk menurunkan gelombang otak. Dan setiap proses 
hypnosis dalah self-hypnosis. Maksudnya Anda harus mau dan berperan aktif dalam 
mengikuti bimbingan hypnosis. Sama seperti Anda harus mau membuka pintu gudang 
lalu menuruni tangga gudang bawah tanah Anda. Lalu setelah sampai di frekuensi 
alam bawah sadar maka teknik regresi digunakan untuk melakukan check up dan 
mulai proses pembersihan. Anda akan dibimbing memasuki berbagai memori untuk 
memeriksa apakah masih ada emosi negative yang terperangkap didalamnya karena 
setiap emosi negative akan menjadi tenaga emosi negative dan menjadi program 
dalam keseharian hidup Anda. Dan seorang hipnoterapis yang handal dalam 
melakukan regresi akan membatu Anda untuk melepaskan semua emosi negative itu 
dari alam bawah sadar Anda sehingga Anda bisa menata kembali hidup Anda menuju 
ke kebahagaiaan. 

Jadi jika Anda bertanya bagaimana Anda bisa mengatasi semua beban berat yang 
ada di pikiran atau batin atau hati Anda supaya kebahagiaan bisa tumbuh? Maka 
menemui seorang hipnoterapis yang handal adalah salah satu saran seperti saran 
dari seorang sahabat. Jika Anda bertanya apakah penting untuk mendatangi 
hipnoterapis untuk melakukan check up alam bawah sadar Anda? Maka jawabannya 
adalah sama seperti Anda merasa penting untuk melakukan check up tubuh Anda. 
By the way, untuk bisa menterapi ratusan juta penduduk Indonesia, kita 
membutuhkan banyak hipnoterapis, Anda tertarik? Jika tertarik, silahkan 
kunjungi website saya http://www.nathaliainstitute.com untuk info pendidikan 
hipnoterapis, a profession for helping others. 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke