seperti biasa..diambil dari suatu sumber..en murni bukan gue yang 
buat,....he..he...peace ah..
Menunggu
Bis Jalur 54

Seorang
gadis lugu baru pertama kali mengunjungi kota
 Washington, DC. Dia sangat ingin
mengunjungi sebuah tempat di kota
itu. Karena tidak tahu arah yang pasti, dia lalu menanyakannya kepada seorang
polisi yang ada di dekatnya.



"Permisi Pak," kata gadis itu, "Saya mau pergi ke 'Capitol Building', bagaimana 
caranya ya?"



Dengan ramah polisi itu berkata, "Anda tunggu saja disini dan tunggulah
bis nomor 54 dan bis itu akan membawa Anda langsung sampai ke 'Capitol 
Building'."



Gadis itu langsung mengucapkan terima kasih kepada si polisi dan polisi itu
pergi.



Tiga jam kemudian si polisi kembali lagi ke posnya dan mendapati bahwa si gadis
masih berdiri di tempat yang sama.



Si polisi langsung menghampiri gadis tersebut dan berkata, "Permisi Nona,
tapi untuk bisa pergi ke 'Capitol
 Building' Anda harus naik
bis nomor 54. Aku sudah mengatakannya tiga jam yang lalu bukan? Kenapa Anda
masih menunggu di sini?"



Dengan lugunya sang gadis menjawab, "Nggak usah khawatir Pak, nggak lama
lagi kok... barusan bis yang ke 45 sudah lewat kok, jadi masih kurang 9 bis
lagi!

Menemukan
Granat Tangan

Doni
dan Suroto menemukan tiga granat tangan dan memutuskan untuk menyerahkannya ke
kantor polisi. "Bagaimana jika salah satu dari granat ini meledak sebelum
kita sampai ke kantor polisi?" tanya Suroto.



"Tenang saja," jawab Doni. "Kita berbohong saja dengan
mengatakan pada polisi itu bahwa kita hanya menemukan dua buah."



Suroto : ???!!!!???

Menjelaskan
Tentang Magnet

Seorang
guru sedang mencoba menjelaskan kepada anak-anak kelas dua SD mengenai magnet.
Dia memperlihatkan kepada mereka bagaimana magnet bisa mengangkat benda-benda
besi berukuran kecil ataupun besar.



Sekarang adalah waktunya bertanya dan dia bertanya kepada seluruh kelas,
"Namaku dimulai dengan huruf 'M' dan aku bisa mengambil apapun. Apakah
aku?"



Seorang murid lelaki yang duduk di paling depan langsung memandang gurunya
dengan mata berbinar dan sepertinya dia tahu jawabannya. Dengan lantang dia
menjawab, "Jawabannya ... MAMA!"

Pesawat
Kertas yang Dibajak

Dani
memandang gurunya dengan wajah penuh kesedihan.



"Ada apa,
Dani?" tanya gurunya, "Ibu harap bukan tentang PR mu lagi, ya
...!"



"Hmm ... ta ... ta ... piii ... emang ini tentang PR Dani, Ibu guru,"
"Dani gak sengaja pake kertas yang ada PR nya untuk buat pesawat terbang,
Bu ...."



"Itu bukan hal yang baik untuk dilakukan," kata gurunya. "Untuk
kali ini saja Ibu kasih kesempatan, tidak menghukummu. Kamu boleh membuka
lipatan kertas PR yang kamu buat pesawat terbang itu lalu kumpulkan."



"Maaf Bu, gak bisa," kata Dani dengan wajah yang tambah sedih.
"Pesawatnya sedang dibajak!"

Gara-gara
Belum Dikocok

Siang
itu aku ada janji sama salah satu dokter di rumah sakit jiwa berhubungan dengan
penelitian yang aku kerjakan.



sesampainya di rumah sakit aku langsung menemui dr. Bambang



Aku : "Permisi dok...."

Dokter : "Mari masuk mas...langsung saja kita berkeliling melihat kondisi
para pasien."

Aku : "Baik kalo begitu dok..." ( aku jalan dan mengikuti dokter
bambang)



Kami berdua jalan mengelilingi blok demi blok sambil sesekali aku lemparkan
pertanyaan lalu tiba-tiba seorang perawat datang mengampiri kami berdua..



Suster : "Dok gawat dok.....bener-bener gawat
dok....."

Dokter : "Gawat kenapa suster.."

suster : "Ini bener-bener gawat dok...."

Dokter : "Iya kenapa?"

Suster : "Paimo dok dia habis minum obat dari saya langsung
berguling-guling dok"

Dokter : "Lah kok bisa..?..kamu gak salah kasih obat kan suster..??"

Suster : "Enggak Dok...gak mungkin saya kasih dia obat"

Dokter : "Kalo begitu mari kita liat"



Kami bertiga dengan wajah tegang menghampiri sel paimo sampai di depan sel kami
melihat paimo berguling-guling kemudian dokter bertanya



Dokter : "Paimo...paimo...kamu kenapa paimo...?"( sambil memegangi
paimo )

Paimo : "Anu dok saya habis minum obat dok"

Dokter : "Obat yang biasanya kan paimo?"

Paimo : "Iya dok yang biasanya..kapsul..tablet..dan sirup dok.."

Dokter : "Lalu kenapa kamu bisa jadi berguling-guling seperti ini
paimo..??"

Paimo : "Anu dok masalahnya satu dok....OBAT YANG SIRUP LUPA BELOM DI
KOCOK dok....makanya saya KOCOK nya diperut dok...."

Dokter : "!...@#$%^&*&**"

Hanya Satu Macam Saja

Joni adalah serang anak muda yang terkenal
nakal, berandal dan suka mainin cewek. 



Suatu ketika ia sedang naksir Jeni, gadis cantik tapi lugu anak seorang pemuka
agama. Berhari-hari ia melakukan pendekatan tanpa mengenal lelah hingga
akhirnya pak Jono, ayah si Jeni mengetahuinya.



Suatu hari secara kebetulan Joni berpapasan dengan pak Jono di jalan. Pak Jono
yang tidak suka melihat Joni berdekatan dengan putrinya langsung mencegat dan
memarahi Joni. 



Setelah ngomel panjang lebar di akhir kalimatnya pak Jono
berkata,"Pokoknya aku tidak suka melihat kamu berdekatan dengan anakku,
awas kalau kamu nanti berbuat yang macam-macam...!" ancam pak Jono.



"Ah.. nggak, nggak kok pak, saya nggak berniat macam-macam, yang ingin
saya lakukan pada putri bapak cuma satu macam saja dan kalau itu sudah tercapai
saya janji akan segera meninggalkan putri bapak...",jawab Joni sambil
cengar-cengir....


Robby Nuzly, S.Si., Apt.Direktorat Pengawasan ProduksiProduk Terapetik danBadan 
Pengawas Obat dan Makanan RIJl. Percetakan Negara NO. 23 
JakartaE-mail:[email protected]


 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke