Luka & Anti sosial 
Posted by: "panitiakji" [email protected]   panitiakji 
Sat Feb 14, 2009 1:58 am (PST) 
Bismillahirrohmanir rohim,

Assalamualaykum wr.wb,

Baca difacebook KJI tentang curhat seseorang yang menjadi anti 
silaturahmi karena ketakutan, sedih, dan bosan dengan apa yang akan 
dipertanyakan saat dia menghadiri reuni, atau pertemuan dengan 
kerabat selalu saja pertanyaannya tentang `kapan nih nikah?' 
atau `jangan kelamaan milih-milih' atau `ingat umur loh' dan seputar 
pertanyaan lainnya. Lalu diakhir tulisan penulisnya menuliskan 
cukuplah doakan kami saja, jangan membuat luka kami yang menganga 
semakin terluka…. 

Hmm… sempat terhenyuh juga pas baca itu… mengingat penulis bisa 
merasakan apa yang dirasakan. Hanya yang penulis sayangkan ialah ada 
kata luka menganga dan jadi anti sosial. 

Kenapa luka menganga? Lalu menjadi anti sosial? Luka yang sebetulnya 
kita sendiri yang melukai, karena kita terlalu menilai kata-kata 
orang-orang sekitar sebagai pemojokkan. Kalau kita mau melihat itu 
sebagai kasih sayang mereka terhadap kita, mungkin kita tidak 
terluka. Tidak mudah memang tapi itu juga bagian dari usaha kita. 
Usaha berbaik sangka dan menjadikan kata-kata mereka sebagai 
penyemangat. Memang bagi si single usia 27 keatas terutama usia 27 
sd 33 dan berdasarkan pengalaman dan curhat teman-teman, memang masa 
jadi sering sekali mudah tersinggung.

Tapi sebetulnya kalau kita sadar itu buang-buang energi, dan akan 
terasa capek hati sendiri. Sebab sudah sakit hati, nggak ada yang 
peduli, pikirannya jadi negatif terus, lebih baik diubah cara 
berpikir dan energinya dengan mencari penyembuh, bukan meratapi. 
Bukankah kalau kita sakit (luka) maka yang harus kita lakukan yaitu 
berobat atau berupaya mengobati?. Bukannya lantas malah mengelus-
ngelus luka dan berharap luka sembuh tanpa usaha.

Bagaimana sembuh dari luka itu? 
Berikut beberapa tips yang pernah penulis lakukan saat merasa terluka.
Pertama sadari bahwa kita memang sedang terluka dan ingin sembuh dari 
luka. 
Kedua muhasabah, setiap orang akan berbeda tingkat lukanya, jadi 
harus dilihat apa yang menjadi sebab luka? buat urutan apa yang 
menjadi kita terluka (boleh ditulis kalau perlu). 
Ketiga cari solusi dari urutan luka kita, kalau masalahnya karena 
belum punya pendamping hidup, maka iktiar/berusaha! bukan hanya 
meratapi bahkan berusaha lari dari masalah itu…

Ikhtiar/usaha, tapi kemana? 
Tentunya sama Sang Kholik, kalau tentang pendamping hidup hanya DIA-
lah yang punya stock terbanyak dan paling tahu apa yang cocok untuk 
kita. Bahkan sudah menuliskannya di kitab agung sebelum kita 
dilahirkan. Kita hanya harus sadar bahwa pendamping hidup kita tidak 
mungkin dilemparkan dari langit, tapi kita akan dibimbing menuju 
arahnnya. Hmm… dibimbing? Kalau ada kata dibimbing maka, disitu ada 
usaha gerak manusia dalam rangka ikhtiar. Pedoman dan petunjuk yang 
baik dari Rasulullah ialah agamanya. Maka kita mesti bergerak kearah 
yang condong ke wadah yang memang berniat karena agamanya. Bisa 
silaturahmi ke guru, orang sholeh, sahabat, kerabat, dst yang kita 
percaya mampu mencarikan kriteria agama yang baik. Tapi kalau kita 
belum punya akses seperti itu maka kita bisa mencari wadah atau 
kumpulan sosial yang memang berminat karena agamanya tadi. Bisa biro 
jodoh, perkumpulan sosial pengajian, dst. Berhasil, cepat lambat, itu 
itu merupakan perpaduan doa & usaha dan juga takdirnya, penekanan 
kita cukup pada yakin seyakin yakinya bahwa janji-Nya yang sudah 
dituliskan tidak mungkin meleset apalagi ingkar.

Disini kita melihat bahwa ikhtiar akan mengarahkan kita pada jalan 
dimana kita harus bermuamalah alias bersosial atau mau melakukan 
kontak dan komunikasi dengan orang lain. 

Jadi pilihan untuk anti sosial akan membuat kita yang sedang terluka, 
lalu menganga juga memperlambat sendiri penyembuhan diri kita dari 
yang namanya luka, dan itu tanpa disadari bahwa kitalah yang sudah 
mendzalimi diri kita sendiri, karena kita yang sudah menutup usaha 
penyembuhan diri.

So, saudara saudariku tercinta…
Sadarilah, bahwa kita membutuhkan komunitas, membutuhkan orang lain, 
dan mau tidak mau, suka tidak suka kita harus mau membuka diri 
terhadap kehidupan sosial itulah kenapa agama mengatakan kekuatan 
seorang muslim ialah silaturahmi atau berjamaah dan mungkin dengan 
peribahasa bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. 

Mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan, semua salah dan khilaf 
itu berasal dari penulis, dan segala hal yang benar hanyalah milik 
Yang Hak dan Maha Benar.

Penulis menutup dengan shalawat kepada junjungan kita Rasulullah SAW 
beserta keluarga, sahabat, orang-orang shaleh dan para pengikutnya, 
serta doa agar kesembuhan bagi semua saudara/i di milis ini semoga 
tidak ada lagi luka tapi yang adalah semangat untuk memperbaiki diri 
setiap saat sehingga harapan dan doanya segera terkabulkan (amien).

Semangat selalu dalam perbaikan!

Wassalam
Panitia KJI 2009

OJO LALI  8 Maret 2009 di Jakarta .....   !!! 
Posted by: "panitiakji" [email protected]   panitiakji 

Bismilahirrohmanirr ohim
Assalamualaykum wr.wb,

Ayo kembali panitia kji mengundang dan menunggu bagi yang belum 
bergabung untuk segera mendaftakan diri di silaturahmi anak KJI 
tanggal 8 Maret 2009, di Mesjid BPKM Jakarta. 

Ditungguuuuu yaaa.. !

Wassalam 
Panitia KJI 2009

-----diisi kirim kembali ke panitiakji@ yahoo .com --------

Bismilahirrohmanirr ohim

Assalamualaykum wr.wb,

Mohon panitia untuk mendaftarkan saya ikut dalam acara pertemuan KJI 
dengan data sebagai berikut :

Nama : ….
Alamat rumah/kantor : ….
No. telp rumah/kantor : ….
Alamat email & No. HP aktif : ….

Saya ingin mendaftarkan diri untuk : silaturahmi saja / silaturahmi 
+ mohon difasilitasi ta'aruf (coret yang tidak perlu). 

* Infaq acara Rp. 25.000, - (makan siang + 2 kali snack) di transfer
ke BCA 
Cab. Jababeka an. Kurnia Wirasari no. rek 8760302334

Info pendaftaran lebih lanjut panitiakji @ yahoo.com/humas & 
publikasi/ 081389019828, Erlin (08174958997) , Ade Ramadhan 
(081318216275) , Zainul Musthofa (0813328161823) 



Kirim email ke