Udah pada tau khan..kalo cerita ini diambil dari suatu sumber...

Tidak Sesuai Dengan Pesanan

Suatu hari seorang pelanggan restoran seafood
berkunjung untuk makan malam. Dia memesan satu porsi kepiting saus lada hitam. 



Saat pesanannya disajikan pelanggan tersebut terkejut karena kepiting yang dia
pesan tidak sesuai dengan keinginannya.



"Pelayan!!! Kenapa salah satu kaki kepiting ini hilang ?!" 



"Kepiting-kepiting itu bertengkar di dapur dan kadang-kadang saling
menggigit kaki masing-masing sampai lepas," jawab si pelayan.



"Kalau begitu, bawa yang ini kembali ke dapur dan berikan aku kepiting yang
menang!"



"????!!!!!!"

 

Penyebab Bencana Kelaparan

Seorang pria kurus bertemu dengan seorang pria
yang sangat gendut di lobi hotel.



"Dari tampangmu," kata pria gendut, "nampaknya kamu berasal dari
daerah yang mengalami bencana kelaparan."



"Ya, benar," jawabnya, "dan dari tampangmu, mungkin kamulah
penyebab terjadinya bencana kelaparan itu."

 

 

Pergi Ke Kuburan Begitu Lama

Suatu hari seorang pria yang terkenal sangat pendiam dan tidak suka
banyak bicara, kedatangan seorang sales girl yang akan mempromosikan alat-alat
kecantikan. 



Sales itu berkata bahwa dia ingin bertemu dengan istri si pria pendiam
tersebut. Pria itu berkata bahwa istrinya tidak ada di rumah.



"Oh, tidak apa-apa kok, Pak," kata si sales tersebut, "Boleh
tidaknggak kalau saya menunggu istri Anda di sini?"



Pria itu menyuruh sales tersebut menunggu di ruang tamu, setelah itu pria
tersebut meninggalkan si sales sampai tiga jam lebih.



Karena terlalu lama, si sales itu akhirnya merasa gelisah dan memanggil si pria
pemilik rumah, "Boleh saya tahu kemana kira-kira istri Bapak pergi?"



"Dia pergi ke kuburan," jawab si
pria.



"Kapan dia kembali?"



"Aku sama sekali tidak tahu," kata si pria. "Dia sudah berada di
sana selama 11 tahun."



!...@#$%^&**??

 

Tidak
Tahan Bau

Adalah seorang Austria, seorang Italia dan
seorang Indonesia, semuanya melamar pekerjaan yang sama. Pekerjaan itu adalah
menjaga seribu domba yang digembalakan di atas gunung yang tinggi. 



Pemilik peternakan domba itu menguji kemampuan mereka bertiga, sebelum ia
memutuskan yang mana yang harus diterima sebagai pegawainya, sehingga ia
menyuruh mereka bertiga untuk pergi menggembalakan seribu domba itu ke atas
gunung.



Hari kedua, orang Austria turun, karena tidak tahan dengan bau domba-domba itu.



Hari ketiga, orang Italia turun, karena ia pun juga tidak tahan dengan bau
domba-domba itu.



Hari keempat, seribu domba itu yang turun.

 

Cerita
Penikmat Rokok

Cerita nya gini, katakanlah si Amin baru kenal
sama cewek cakep sebut saja Moni, dianya langsung naksir pada pandangan
pertama, jantungnya berdetak keras,

gup... gup... gup...



Malam minggu si Amin ngapelin Moni, dianya pasang aksi, menghisap rokok merek
" DJINGO " yang artinya " Jiwaku Goncang "



Singkat cerita si Amin pakai segala ajian peletnya, akhirnya bisa juga
mendapatkan Moni, malem minggu berikutnya dianya ngapelin lagi, tapi statusnya
sudah menjadi pacar nih. 



Si Amin ganti rokok lagi. Waktu datang, rokoknya " DJARUM " yang
artinya " Djantungku Runyam."



Kenapa ? enggak setiap mau nonton si Amin punya duit, kalo lagi bokek terpaksa
dia rela ngejual celana jeans kesayangannya...



Singkat cerita sudah sekian lama pacaran, si Amin mau hajatan ingin nikah-in
Moni, untuk menunjukkan suasananya dia nya ganti rokok lagi, pake rokok "
GUDANG GARAM " yang artinya " Gunakanlah Darah Gadis Remaja ".



Terus besoknya mau nikah, hari ini si Amin buat komitmen dengan cara ganti merk
rokok lagi sama " WISMILAK ", " Wanita Itu Selalu Miliknya
Laki-laki ".



Nah semua proses sudah selesai, malem pertamapun datang juga, sebelum aksi
dimulai si Amin ngerokok lagi mereknya " DJI SAM SOE " yang artinya
" Djiwaku Sampai Soerga..."

 



Setetes Es Cendol

Pada suatu hari ada seorang anak yang dari pagi mondar-mandir di
depan rumahnya..



Ternyata anak itu menunggu penjual es cendol..



Dan saat tukang es cendol datang si anak lekas berlari menghampiri si tukang
cendol, anak itupun bertanya:



Anak: "Mang..!! es cendol segelas berapa mang..??"



Tukang cendol: "Rp.1500 dik..!"



Anak: "Kalau setetes …??"



Tukang cendol: "Kalau setetes sih gratis dik..!"



Anak: "Kalau begitu tolong gelas saya tetesin es cendol sampai penuh..!


Robby Nuzly, S.Si., Apt.Direktorat Pengawasan ProduksiProduk Terapetik dan 
PKRTBadan Pengawas Obat dan Makanan RIJl. Percetakan Negara No. 23 
JakartaE-mail:[email protected]

 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke