Pernah pada suatu ketika di kala hujan sedang mengembara dibumi, payung pelangipun menampakkan wujudnya, kita sedang bersama berteduh disebuah taman ditengah kota yang sepi, kita duduk disebuah bangku panjang sambil menikmati rintihan angin yang datang menerpa. Tak pernah sebelumnya kau begitu terbelenggu dalam kesedihan itu. Sambil terpaku pada tiap tetes hujan kau memintaku sejenak memahami arti kehadiranmu. Aku hanya diam terpaku, sesaat setelahnya aku beranjak dalam hujan itu.
*Aku tak ingin terhempas dalam kesalahan yang sama* Aku berlalu tanpa mampu menatap tangismu lagi karena ku sadari telah nodai sebentuk pengabdian itu. *Akupun tak mampu memaafkan diriku sendiri* * * Hujanpun menerpa wajahku, derasnya sangat menyakitkan sampai menuju ke ujung jantungku. Dan hujan kali ini terasa sunyi. -- Regards, Hapsari Wirastuti Susetianingtyas ViSiT My BLoG www.napasbidadari.multiply.com www.hapsariwirastuti.wordpress.com [Non-text portions of this message have been removed]
