05/05/09 11:50
Menyusuri Jejak Antasari Azhar di Tanah Kelahiran

Oleh Ahmadi


FOTO ANTARA/Ismar Patrizki
Tidak banyak yang mengetahui jejak Antasari Azhar pada masa kecilnya
di tanah kelahiran, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, karena sejak
kecil hidup merantau mengikuti orang tuanya sebagai pegawai
perpajakan.

Mayoritas masyarakat Babel, hanya tahu bahwa Ketua KPK nonaktif itu
berasal dari Pangkalpinang.

Ketika Antasari ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan
Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen,
masyarakat Babel pun tersentak kaget dan ingin tahu bagaimana latar
belakang atau masa kecil Antasari di Pangkalpinang.

Seorang sahabat Antasari pada masa kecil, Al Qodri di Pangkalpinang,
Senin (4/5) malam, mengatakan, hampir tidak percaya kasus yang menimpa
teman akrab masa kecilnya itu.

"Antasari orangnya baik dan cerdas, pada waktu kecil saya sering main
ke rumahnya di Jalan Linggar Jati, Kecamatan Taman Sari Kota
Pangkalpinang. Orangtuanya juga baik dan ramah, suka menolong
tetangga," ujarnya.

Ia melanjutkan, tidak tahu persis tahun berapa dirinya menikmati masa
kecil dengan Antasari yang dikenal dengan "macan korupsi" itu. Namun
yang pasti, katanya, Antasari pernah bersekolah di SD 3 Pangkalpinang.

"Hanya sekitar satu tahun saya bergaul dengan Antasari pada masa kecil
atau sekitar umur delapan tahun dan kemudian dia pindah ke Belitung
mengikuti orangtuanya yang berprofesi sebagai pegawai perpajakan,"
ujarnya.

Menurut dia, ada jejak masa kecil dengan Antasari yang masih berkesan
hingga sekarang yaitu berfoto bersama di depan rumahnya dan setelah
itu Antasari pindah ke Belitung.

"Pada 2008, saya sempat bertemu dengan Antasari setelah berpisah
selama puluhan tahun. Dia (Antasari) pada saat sosialisasi KPK
menyempatkan diri datang ke acara pernikahan anak saya," ujarnya.

Pada pertemuan itu, kata dia, Antasari sempat merangkul dirinya dan
bercerita tentang masa kecil dulu. Pertemuan itu hanya terjadi
beberapa jam dan kemudian Antasari pergi setelah meninggalkan kartu
nama dan nomor telepon seluler.

"Ini kartu nama saya dan nomor telepon seluler, silahkan kontak saya
kapan saja," ujar Qodri meniru ucapan Antasari pada saat memberikan
kartu namanya.

Menurut dia, tahun kelahiran Antasari sama dengan dirinya yaitu tahun
1953 dan menamatkan pendidikan dasar tahun 1965.

"Antasari berasal dari keluarga kaya jika dilihat dari rumahnya yang
bagus dan penampilannya yang selalu rapi, tidak seperti anak-anak yang
lainnya. Namun demikian, Antasari tidak sombong demikian juga dengan
orangtuanya suka menolong," ceritanya.

Qodri mengaku terkejut mendengar dan melihat sahabatnya itu (Antasari)
yang diduga terlibat kasus penembakan Direktur PT Putra Rajawali
Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen.

"Kendati sudah berpisah selama empat puluh tahun lebih, namun
masa-masa kecil bersama Antasari masih berbekas dalam ingatan saya
karena Antasari dan keluarganya sangat dekat dengan diri saya,"
ujarnya.

Sementara itu, pantauan ANTARA News, Senin sore di Jalan Linggar Jati,
Kecamatan Taman Sari Kota Pangkalpinang, rumah kelahiran Antasari
menjadi perhatian sejumlah warga setempat.

Rumah yang berarsitektur era-60-an itu masih utuh yang dibeli oleh
kedua orang tua Antasari (Azhar dan Asna) dari PT Timah.

"Di sini lah Antasari lahir, sekarang rumah ini sudah dijual kepada
orang lain senilai Rp40 juta. Saya kurang tahu persis kapan
dijualnya," ujar Kama (70), seorang tetangga Antasari yang hingga
sekarang masih tinggal di Jalan Linggar Jati tersebut.

Menurut Asna, masa kecil Antasari adalah sosok yang baik, pendiam,
santun dan cerdas. Orangtuanya juga ramah dan sering membantu tetangga
apabila mengalami kesulitan.

"Sekitar tahun 60-an, keluarga Antasari pindah ke Belitung karena
pindah tugas sebagai pengawai perpajakan. Setelah itu saya tidak tahu
lagi jejak keluarga Antasari yang tiba-tiba namanya kesohor di tingkat
nasional sebagai Ketua KPK," ujarnya.

Sementara itu, seorang pengacara terkenal di Babel, Darmo Sutomo,
anggota Lawyers Club mengaku mengenal baik sosok Antasari Ashar.

Menurut dia, Antasari Azhar tidak mungkin melakukan kasus pembunuhan
berencana karena Antasari memiliki kepribadian tegas, disiplin,
tawakal dan menjunjung tinggi penegakan hukum.

"Saya sangat mengenal kepribadian Antasari dari sekolah dasar (SD) di
Belitung dan terakhir di KNPI Sumatera Selatan (Sumsel), saat itu
beliau menjabat sebagai wakil ketua KNPI Sumsel, beliau memiliki
kepribadian tegas dan disiplin," ujarnya.

Ia mengatakan, Antasari aktif di berorganisasi sehingga mampu
menghantarkan dirinya dalam mencapai karir sebagai Ketua KPK.

"Bagi saya sosok Antasari tetap seperti dulu, seperti pernah
dikenalnya pada masa kecil dan ketika aktif di KNPI Sumsel. Tidak
masuk akal Antasari melakukan perbuatan merencanakan pembunuhan
gara-gara perempuan," ujarnya.

Ia menyatakan, para pengacara Bangka Belitung (Babel) siap menggalang
kekuatan untuk membela Antasari Ashar, Ketua Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) nonaktif.

"Pengacara se-Babel siap diminta kapan pun untuk bergabung dengan tim
pengacara Antasari untuk membela dan mengungkap kebenaran kasus yang
menimpa salah seorang putra terbaik Bangka Belitung itu," ujarnya.

Ketua Babel Lawyers Club, M.Adystia Sungga, menyatakan, Babel Lawyers
Club merupakan suatu perkumpulan pengacara Bangka Belitung menyatakan
bentuk sikap solidaritas terhadap Antasari kelahiran Pangkalpinang,
Kepulauan Bangka Belitung, 18 Maret 1953.

Menurut dia, persoalan yang menimpa Antasari merupakan kasus yang
sudah direncanakan pihak-pihak tertentu untuk merusak citra KPK dan
keberhasilan pemerintah mengungkap dan memberantas korupsi yang
dimotori unsur politik.

"Masyarakat Babel ikut prihatin kasus yang menimpa beliau dan keluarga
dan sekali lagi, kami siap membela Antasari setiap saat diperlukan,"
ujarnya. (*)
http://www.antara.co.id/arc/2009/5/5/menyusuri-jejak-antasari-azhar-di-tanah-kelahiran/
-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang
besar.. Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
 Space Iklan
=============================

Kirim email ke