Teka-teki Rani

Oleh Adityawarman
http://www.antara.co.id/arc/2009/5/5/teka-teki-rani/

http://rani-juliani.blogspot.com/
Tangerang (ANTARA News) - Hubungan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) Antasari Azhar dengan seorang mahasiswa bernama Rani Juliani
(22) dan tewasnya Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasarudin
Zulkarnain masih menjadi teka-teki.

Rani Juliani merupakan mahasiswa semester II Sekolah Tinggi Ilmu
Manajemen, Informatika, dan Komputer (STIMIK) Raharja di Kota
Tangerang.

Dia disebut-sebut pernah menikah siri dengan Nasarudin, pria yang
tewas karena ditembak pada 14 Maret. Perempuan itu juga disebut-sebut
pernah menjalin hubungan dengan Antasari.

Polisi menyatakan, dalam kasus kematian Nasarudin, pihaknya akan
memanggil Rani untuk diminta keterangan sebagai saksi oleh penyidik
Polda Metro Jaya, sama seperti yang diminta polisi kepada Antasari.

Sambil kuliah, Rani bekerja paruh waktu menjadi pengambil bola (caddy)
di lapangan golf Modernland. Di lapangan golf itu dia sering bertemu
Antasari.

Antasari, didampingi istrinya Ida Laksmiwati, dalam jumpa wartawan di
rumahnya di Kompleks Giriloka II, Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD)
Kota Tangerang Selatan, Banten, membantah keterangan yang
menyangkut-pautkan dirinya dengan Rani.

"Masalah itu tidak benar, hanya rumor yang berkembang. Hal ini perlu
diluruskan," kata Antasari Azhar, Minggu.

Menurut dia, saat ini telah berkembang rumor yang berupaya
menghilangkan masalah sebenarnya tentang korupsi dengan cara
menonjolkan persoalan lain, termasuk masalah pembunuhan.

Antasari menyatakan masalah itu karena dirinya, beberapa hari ini,
dihubungkan dengan kematian Nasarudin Zulkarnain.

Nasarudin tewas akibat ditembak oleh pengendara sepeda motor. Dia
ditembak setelah bermain golf di Lapangan Modernland Tangerang.

Pada sisi lain, muncul pertanyaan ketika Rani menghilang dari
rumahnya. Dia juga tidak dijumpai di kampus setelah ditembaknya
Nasarudin.

Menghilangnya Rani dibenarkan M Sidik (45), Ketua RT 01/04, Kelurahan
Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Menurut Sidik, biasanya dia selalu melihat Rani. Yang menghilang bukan
hanya perempuan itu, juga kedua orang tuanya.

Sidik mengatakan, setelah peristiwa penembakan Nasarudin, Rani dan
keluarganya sudah tidak terlihat lagi di rumahnya. Menurut dia, ada
kemungkinan mereka mengungsi ke rumah keluarganya yang ada di
Kabupaten Serang atau ke Jakarta Selatan.

Sidik mengaku, dia terakhir kali bertemu Rani sepekan sebelum
peristiwa penembakan Nasarudin. Ketika itu, Rani baru pulang kuliah
dari kampusnya yang terletak di jalan Jendral Sudirman, Kota
Tangerang. "Atau mungkin dia baru pulang kerja," katanya.

Rumah Rani di Jalan Kiyai Maja, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan
Pinang, yang bercat putih dan pagar itu tampak kosong. Sejumlah
tetangga yang ditanya mengaku tidak mengetahui keberadaan Rani dan
keluarganya.

Menyangkut keberadaan Rani yang sulit dicari juga dibenarkan Direktur
STIMIK Raharja, Po Abas Sunarya. Menurut dia, sudah dua bulan
mahasiswa jurusan manajemen itu tidak masuk kuliah.

Dia mengatakan, manajemen kampus sudah berupaya untuk meminta
keterangan dari beberapa rekan Rani. Tapi tidak ada keterangan yang
didapat.

Skenario besar

Koordinator pengacara Antasari, Juniver Girsang SH mengatakan, ada
skenario besar di balik dikaitkannya Antasari dengan kasus pembunuhan
Nasarudin.

Menurut Girsang, ada pihak lain yang mengarahkan agar Antasari jadi tersangka.

Skenario itu, katanya, juga terlihat dari arus berita di media massa
yang terlihat sudah berlebihan. Menurut dia, pihaknya merasa, kadang
media massa mendahului penyidik.

"Ada pula media massa yang menyebutkan Antasari menjadi tersangka," katanya.

Menurut dia, Antasari belakangan ini banyak mengungkap kasus besar
menyangkut korupsi. Maka, katanya, ada pihak lain yang tidak
menghendaki sepak terjang Ketua KPK itu terus berjalan.

Setelah kasus pembunuhan Nasarudin, Ida Laksmiwati, istri Antasari,
mengaku hampir tiap hari menerima teror melalui pesan singkat atau
telepon.

Ida mengatakan, dirinya sudah biasa menerima teror. Menurut dia, teror
sudah menjadi bagian hidupnya, apalagi bila sang suami sedang
menangani kasus korupsi.

Ibu rumah tangga yang sudah menikah selama 26 tahun dengan Antasari
itu mengaku tidak percaya dengan pemberitaan yang menyebutkan Antasari
memiliki hubungan dengan Rani.

Menurut Ida, dia selalu berdoa agar suaminya tetap tabah dalam
menjalankan tugas dan tidak mudah tergoda dengan berbagai rayuan,
apalagi bila menyangkut pemberantasan korupsi. (*)

COPYRIGHT © 2009
-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang
besar.. Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
 Space Iklan
=============================

Kirim email ke