Masih diambil dari suatu sumber...Radio Untuk Sang Ibu

Suatu hari emak bilang sama Ucok.nak kalo besok
kau jadi orang kaya emak cuma pingin dibeliin Radio biar emak bisa dengerin
berita,lagu-lagu, dll.



"Cuma itu mak, itu ma gampang", kata ucok.



Kemudian ucok pergi merantau. suatu hari ucok pulang dari kota dan sudah jadi
pejabat penting,dia tidak lupa pesanan emaknya untuk membelikan radio.



"Mak ..mak ucok pulang, ucok sudah jadi pejabat penting di negri ini. Ini
radio Telesonik untuk mak."



Radio itu langsung dihidupkan dan benar ada lagu-laguan tak lama siaran
berhenti dan penyiarpun mulai menyapa pendengar.



"Pendengar anda masih bersama kami Radio Republik Indonesia ...." 



Si emak tersentak langsung bilang "Kau pembohong nak kau bilang radio
Telesonik ternyata Radio Republik."

Tindak Kekerasan Saat
Menonton Televisi

Saat sedang bermain
bersama, Arman dan Joy sedang ngobrol-ngobrol bersama soal menonton televisi.



"Jangan sering-sering nonton televisi,Joy" ujar arman pada temanya.



"Memangnya kenapa?",tanya Joy.



"Karena televisi itu dapat menimbulkan tindak kekerasan..!!!"



"Apa sebabnya kamu bilang begitu?!!"



"Setiap kali aku memindahkan acara yang sedang ditonton oleh ibuku ke
acara lain, ibu selalu memukulku!"



"!!???$$"

Dilempar Bunga Sampai
Menangis

Seorang anak pulang
dari sekolah sambil nagis, kemudian dia laporan sama mamanya.



Anak :
"Huuu..........aku tadi di lempari bunga ama temenku..huuuu...."



Ibu : "Lho.... dilempairin bunga aja kok sampai nangis segala?"



Anak : "Iyaaa, tapi aku dilemparin bunga sama potnya...huuu.."



Ibu : "!!!!!????"

Menginjak Katak Di Hutan

Ada tiga orang (Joni, Badu dan Benjo) sahabat
karib dari kampung yang ingin merantau ke Kota Abstud. Untuk mencapai Kota
Abstud mereka harus melewati sebuah hutan belantara yang dikenal angker. Ketika
sampai di tepi hutan mereka diperingatkan oleh seorang kakek-kakek.



Kakek : "Hati-hatilah kalian ketika melintasi hutan ini. Barangsiapa yang
menginjak katak di dalam hutan ini, maka pasti akan mendapatkan jodoh yang
berwajah jelek."



Joni, Badu dan Benjo : "Terima kasih Kek atas peringatannya."



Singkat cerita merekapun sukses di Kota Abstud. Suatu hari mereka janji bertemu
untuk makan malam bersama dengan membawa istri masing-masing. Istri Badu dan
Benjo ternyata berwajah jelek, sebaliknya istri Joni cantik sekali.



Joni : "Ha… ha… ha… pasti kalian dulu menginjak
katak waktu berjalan di hutan dulu. Iya kan?"



Badu dan Benjo : "Iya... dulu kami memang tidak sengaja menginjak
katak!" Kamu rupanya sangat berhati-hati sehingga tidak menginjak katak.
Selamat ya!"



Istri Joni : "Iya, dia memang tidak menginjak katak. Aku yang dulu
menginjak katak."



Badu dan Benjo : "ha... ha... ha..."

Pengacara yang Baik Hati

Sore itu, seorang
pengacara sedang mengendarai limousinnya ketika ia melihat dua orang sedang
makan rumput di tepi jalan. Ia memerintahkan sopirnya berhenti dan keluar dari 
mobil.



"Mengapa kalian makan rumput?" tanyanya.



"Kami tidak punya uang buat beli makanan," jawab yang seorang.



"Oh, kalau begitu kamu ikut aku," perintah si pengacara.



"Tapi, pak, saya punya istri dan dua orang anak!"



"Bawa mereka juga!" jawab si pengacara, lalu menunjuk orang satunya,
"kamu juga ikut aku."



"Tapi, Pak, anak saya enam!" kata orang kedua.



"Bawa mereka juga!" jawab sang pengacara sambil menuju ke
limousinnya.



Mereka semua masuk ke mobil dengan susah payah (padahal limousin sudah termasuk
mobil besar lho ....)



Dalam perjalanan, salah satu gelandangan berkata,
"Pak, Anda orang yang sangat baik hati. Terima kasih telah bersedia
membawa kami semua bersama Anda."



Jawab si pengacara, "Jangan khawatir, rumput di rumah saya hampir setengah
meter tingginya."

Robby NuzlyDirektorat Pengawasan ProduksiProduk Terapetik dan PKRTBadan 
Pengawas Obat dan Makanan RIJl. Percetakan Negara No. 23 
JakartaE-mail:[email protected]"

 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke