*Jika dahulu kita mengenal istilah Banana Republic, maka hari ini apakah
kita sedang diperkenalkan dengan sebuah istilah baru, yaitu Republik Mie
Instan ?.*

*
*

*****

*
*

*Sejak dua tahun optimal* *menulis Sketsa,* *selalu saya tulis* *di atas
1..000 kata. Karena banyak topik lucu di ranah kehidupan, maka* *mendesak
waktu* *menulis Sketsa Pendek. *

* *

*Tahun lalu topik mie instan* *pernah saya tuliskan. Industri mengubah pola
konsumsi dari lebih sehat, macam memakan pisang, juga mengkonsumsi produk
pertanian lainnya. Kini* *beragam jenis pisang* *punah.* Genetic resources*,
kekayan bangsa, terabaikan. Tega nian bila* *mencapres memakai* jingle *mie
instan ?.*



*Batang* pisang itu agak runcing di banding jenis pisang lainya. Apalagi
dibandingkan pisang kepok. Tandan buah rata-rata selengan. Butir pisang
berkulit buah kuning mengkilap, licin, tidak berbintik di kala matang.
Mulus. Aroma uniknya sudah tercium dari jarak 10 meter. Kami di kampung dulu
menyebutnya pisang lidi. Ada rasa manis, juga sedikit asam, segar, wangi.



Pengalaman menebang batang pisang lidi semasa kecil dulu, hingga kini tetap
lekat di hati. Sehinga jika berkesempatan pulang ke kampung, pisang lidi
salah satu yang saya cari. Malangnya, kini si lidi sulit dicari.



Di dalam literatur, sebutir pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
Pisang dapat membantu mengurangi asam lambung, menjaga keseimbangan air
dalam tubuh, menanggulangi, mengobati beragam penyakit dan gangguan
kesehatan lain seperti; gangguan pada lambung, penyakit jantung dan
stroke, stress,
menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Bahkan jenis pisang raja, dikenal
mengandung antioksidan.



Di benak saya acap melintas sosok bayi disuapi pisang yang digerus dengan
sendok. Itu artinya, pisang sehat untuk bayi. Entah karena banyaknya manfaat
pisang, almarhum ibu saya mencoba menanam pisang di atas trotoar di bilangan
Karet Belakang, Karet Kuningan, Jakarta Selatan. Ia rajin menyiram baik
dengan air got maupun malalui selang air bersih yang sengaja disiramkan.



Saya masih ingat pernah suatu ketika sebuah mobil berpelat CD, parkir di
seberang rumah ibu. Dari jok belakang keluar seorang bule bertubuh
tinggi, berdasi.
“*This is banana tree ?*”, ia bertanya kepada ibu. Sambil berjongkok, sosok
bule pejabat kedutaan negara sahabat dari bilangan Eropa itu terkesima. Ia
berjongkok, melihat pisang tumbuh di atas aspal di trotoar.



Saya perhatikan, kekagumannya akan pokok pisang kepok yang besar. Apalagi di
atas pohon yang lumayan tinggi ada dua tandan besar buah, hijau menjuntai.
Kekaguman bule itu menjadi-jadi. Saya perhatikan ibu begitu bangga
menceritakan pohon pisang di tengah kota Jakarta itu.



Logikanya bila di atas tanah yang terbatas saja, sepokok pisang dapat tumbuh
segar berbuah bagus, beragam hamparan luas tanah Indonesia, seharusnya
mengalirkan manca-ragam pisang, yang mampu menyehatkan anak negeri melalui
konsumsi salah satu bahan pangan yang amat menyehatkan.



Celakanya, dalam 30 tahun ini, pola konsumsi anak negeri, seakan
digeser ke bahan
pangan signifikan lain macam *mie instan*.



Rebusan pisang kepok, yang menjadi sarapan pagi atau penganan petang di
kampung dulu, menabal kampungan kini.



Sesuatu yang trendy itu, adalah yang berbau hasil industri, berbau
dipromosikan melalui televisi, macam *mie instan*. Bukan rahasia lagi bila *mie
instan*, kurang cocok dikonsumsi anak-anak, namun sebaliknya fakta di
lapangan kini, penggemar dominan *mie instan* justru kanak-kanak.



Jika *produk yang kurang menyehatkan* itu, menjadi salah satu *brand*
mempromosikan
salah seorang calon presiden, akal sehat saya mengatakan sebagai langkah
penabalan *mie instan* menyingkirkan makanan sehat, semisal *pisang*,
mengusik logika akal sehat.



Dari sudut para pakar komunikasi yang mengambil inisiatif memakai jingle *mie
instan* bagi pencapresan seseorang, bisa menjadi prestasi sakti mendraguna,
karena sudah *top of mind*.. Lagunya diingat segenap anak bangsa.



Apalagi bila kemudian kuat dugaan bahwa di saat hari pencoblosan, iklan produk
mie sungguhan dengan jinle senada seirama diputar di teve dan radio gencar,
sehingga penggirangan kuping warga kebanyakan berasosiasi ke seseorang;
menjadi semcam *co branding*, dalam istilah kerennya.



Sayangnya, beberapa warga orang biasa yang saya temui di bilanagn tempat
almarhumah ibu saya tinggal di mana tanaman pisang ibu kini masih
berdiri-diri tumbuh dan berbuah di trotoar jalan, mereka percaya bahwa
pisang lebih sehat. Lebih celaka lagi, anak-anak yang suka ngejreng gitar
nongkrong di pinggir jalan bilang, “*Itu promosi telah menghina kreatifitas
anak negeri*.”



Jika sudah demikian keadaannya, bukan saja etika binis sebuah produk
mendukung kampanye layak dipertanyakan, pengingkaran kreatifitas anak negeri
menjadi-jadi, melupakan bahan pangan sehat yang seharusnya disosialisakan
pemimpin negeri, justeru sebaliknya terjadi.

*Logika sehatkah *?.



*Artikel ini dapat dibaca di :*

*Menabalkan Mie Instan Mengalahkan Pisang***

*
http://public.kompasiana.com/2009/06/15/menabalkan-mie-instan-mengalahkan-pisang/
*<http://public.kompasiana.com/2009/06/15/menabalkan-mie-instan-mengalahkan-pisang/>
**

* *

*****



kalau lagu kebangsaan indonesia raya boleh dipakai untuk kampanye, saya
yakin lagu itu akan dipakai capres untuk kampanye. capres mana pun dia.
apakah yang mengklaim paling kiri, paling tengah, atau paling kanan. semua
pasti ingin memakai lagu kebangsaan yang paling diingat dan paling
menggetarkan jika dinyanyikan.



simpulan ini muncul saja tiba-tiba ketika di kantor presiden menunggu
anggota komisi i dpr yang mau ke malaysia terdengar lagu itu. lagu ciptaan
pak a riyanto dan pertama dipopulerkan pak johan untung itu digubah dan
dinyanyikan kembali mas mike idol itu terdengar dari bebe salah seorang
anggota ring setengah istana.



ngomong-ngomong, anda tahu kan anggota ring setengah istana ?



keheningan lantas pecah. saya tersenyum sambil tiba-tiba saja membayangkan
rasa *soto madura imitasi*.



luar biasa memang lagu itu. mendengar intro atau satu dua kata awal syairnya
saja, aroma mi instan rasa kegemaran kita tercium di depan hidung kita.



mungkin kasus seperti yang saya alami ini berlebihan.. namun, saya tidak
sendiri. banyak generasi indonesia yang dibesarkan setidaknya dua puluh
tahun terakhir mengenal betul lagu itu. beberapa murid sekolah dasar bahkan
kerap keliru ketika diminta gurunya menyanyikan lagu “dari sabang sampai
merauke”.



melekat eratnya lagu itu di benak generasi indonesia menjadi alasan utama
bagi *fox indonesia* untuk menungganginya.



pak choel, mallarangeng ketiga, mengamininya saat tengah menggagas
menggubahnya dan meminta hak ciptanya. “*tak ada lagu yang begitu melekat
erat di benak indonesia selama 20 tahun terus menerus selain lagu itu. lagu
itu juga mencerminkan keragaman. semua bahasa utama suku-suku di indonesia
memiliki syairnya*,” ujar pak choel.



pak choel menjelaskan alasan itu di ketinggian di dalam pesawat yang disewa
dan diberinya nama *demokrat air force one*.



*daf-1*, begitu pak choel memberi call sign untuk pesawat itu.



saat bercerita tentang kampanye pilpres dengan bantuan mi instan itu, pak
choel mengenakan kaca mata hitam kegemaran dan sebatang rokok tersulut bara
di tangan.



sementara kandidat lain masih bertarung di internal siapa yang diajukan
sebagai capres dan sibuk menakar-nakar teman koalisi, foxindonesia sudah
merancang pilpres 2009.



tidak heran jika persiapan begitu matangnya. di istana, tahapan untuk
pertarungan di pilpres sudah dirancang jauh sebelum pak beye menyatakan akan
nyapres lagi, september 2008.



dengan segala persiapan panjang, dukungan paling besar baik dari sisi dana
dan kendaraan, amat keterlaluan jika pak beye dan pak boed gagal menang satu
putaran. apalagi, serangan udara di bawah koordinasi mantan kepala staf tni
au yang kemudian menjadi panglima tni tengah gencar ditembakkan.



saya yakin anda semua telah kebagian serangan-serangan itu, setidaknya aroma
soto madura telah dikirim ke ruang keluarga anda saat mas mike menyanyi lagu
yang memang luar bisa.



mi instan rasa apa kegemaran anda ?. kalau saya *soto madura*.



*Artikel ini dapat dibaca di :*

*Mi Instan Rasa Fox Indonesia***

*http://wisnunugroho.kompasiana.com/2009/06/07/mi-instan-rasa-foxindonesia/*<http://wisnunugroho.kompasiana.com/2009/06/07/mi-instan-rasa-foxindonesia/>
**

* *

*****



Bicara soal asli dan palsu barangkali sudah menjadi makanan sehari-hari bagi
kita orang Indonesia.



Bukan rahasia lagi kalau bangsa kita ini termasuk penggemar setia barang
palsu. Dari sekadar barang konsumsi sehari-hari sampai dunia jasa dan
hiburan. Tentu kita akan dengan senang hati beroleh barang dengan merek
terkenal dan tampilan ciamik dus didapat dengan harga murah pula.



Berbagai cara dilakukan untuk menciptakan dan memasarkan produk-produk palsu
ini.



Tengok saja beberapa jenis produk makanan, mulai dari ditambahkan zat kimia
tertentu dalam bentuk pewarna dan perasa sampai dengan mengubah komposisi
bahan baku.



Didunia panggung dan hiburan nyaris tiada beda, dalam sekejap pemeran yang
biasa-biasa saja, secara *instan* bisa di *makeover* menjadi luar biasa.
Nyaris tidak butuh waktu lama. Tengok saja acara semacam idol-idolan atau
dream girls.



Bicara soal pilpres 2009, sadar atau tidak, kita kembali dihadapkan pada
fenomena ini.



Dalam setiap fenomena memilih, istilah asli atau palsu dengan setia akan
berada di hadapan kita. Mulai dari janji palsu, slogan palsu, tampilan
palsu, program palsu dan berbagai jenis makhluk abal-abal lainnya.



Tapi eits, tentu saja tidak ada yang mau mengakui secara telanjang segala
jenis kepalsuan ini, karena sekarang telah ditemukan istilah baru yang
nyaman di telinga yaitu *pencitraan*. Apapun itu, bagi pelaku dunia hiburan
artinya pastilah sama dengan *make over*



Nah sekarang mari kita bahas satu persatu, barang-barang (eh maaf,
tokoh-tokoh) yang akan kita pilih sebagai presiden nanti. Kita mulai saja



*Susilo Bambang Yudhoyono :*



Bicara soal tokoh yang satu ini, siapa yang tak kenal. Ibarat product, bapak
yang satu ini masuk di segment *premium*. Content bagus, packaging bagus,
promosi dan jalur distribusi pun bagus. Sebagai product yang menyandang
kualitas premium tentu saja tidak boleh ada cacat produksi, lecet sedikit
saja konsumen akan teriak-teriak mengajukan komplain.



Selama ini brand yang disandang adalah santun, cerdas, hati-hati, beretika
dll.



Sedangkan secara kemasan pun sudah oke yaitu dinobatkan sebagai product (eh
maaf capres) yang memiliki *presidential look*.



Promosi pun jor-joran baik lewat udara maupun darat. Tim marketing tersebar
di seluruh nusantara.



Lalu apa kurangnya ?.



Yah, kembali ke soal kualitas premium tadi, satu ketika di bulan lalu sang
capres muncul dengan wajah angker dan mengecam lawannya. “*Jangan
galak-galak ya !*”, begitu kata sang capres dengan *roman wajah* yang
mengingatkan konsumen pada *sang penguasa orde baru*.



Sontak saja media-media menayangkan berulang-ulang kemasan terbaru ini.



Hasilnya ?. Orang-orang pada kaget dan tidak percaya, tidak sedikit pula
yang mengecam karena *product premium mereka ternyata sekarang sudah tidak
sesuai spesifikasi awal lagi*.



Bagaimana ini ?.



Sebenarnya yang asli yang mana ?. Yang kemarin itu atau yang sekarang ini ?.





*Jusuf Kalla :*



Nah yang satu ini katanya baru bercita cita menjadi premium.



Selama ini sudah punya diferensiasi yang cukup kuat. Bolehlah kita bilang
sebagai product yang merakyat. Selayaknya Indomie dan Rinso, mayoritas orang
sudah tahu rasa dan kualitasnya sehingga dirasa tidak perlu lagi merombak
tampilan kemasan.



Distribusi pun sudah merata di seluruh negri, walaupun banyak orang
beranggapan masih belum pantas masuk golongan premium quality.



Bagaimana dengan tim marketing ?. Seolah sependapat dengan mayoritas
konsumen, mereka pun tidak tergiur dengan ide pemolesan kemasan, cukup
memasyarakatkan keunggulan citarasa dan kualitas, dan berharap moga-moga
tambah banyak yang suka.



Cuma tidak mudah juga untuk menempuh cara ini, karena untuk segmen product
seperti ini biasanya saingannya banyak dan semua mengaku yang terbaik atau
yang pertama ?.



Bagaimana dong ?. Bicara soal asli atau palsu, Anda bisa nilai sendiri lah,
hehehe

* *

* *

*Megawati Soekarnoputri :*



Terakhir ini adalah contoh product unik.



Anda tentu sering bertemu konsumen fanatik dimana-mana. Tidak peduli zaman
berubah dan musim berganti, bicara soal product pilihan tidak akan pernah
kelain hati.



Selama ini Megawati biasa tampil dalam dua rasa, yaitu rasa pedas dan rasa
gurih.



Rasa pedas dipasarkan di tengah-tengah lapangan, di bawah teriknya matahari
dan gegap gempitanya suasana. Warna kemasan biasanya merah menyala. Slogan
adalah Merdekan!!!. Biasanya dalam kemasan ini, sang capres akan berpidato
dengan lantang dan berapi-api, meniru kebiasaan sang ayahanda.



Rasa gurih baru dipasarkan beberapa bulan terakhir. Pertamakali launching di
tayangan Kick Andy MetroTV dan teranyar di hadapan pengurus KADIN. Ibu yang
mengaku paling cantik ini tampil layaknya ibu rumah tangga biasa, murah
senyum dan tak pelit bercanda. Lugu, orisinil dan sederhana.



Menurut hemat saya kedua rasa ini merupakan product asli ?.





Bagaimana menurut Anda ?.



Nah sekarang berpulang kepada konsumen, pilihan didepan mata. Ada produk
premium, produk merakyat dan produk terpercaya. Barangkali nanti tim
marketing juga akan meluncurkan berbagai promosi dan bonus, seperti bonus
bisa menyanyi yang laku lima tahun yang lalu.



Kita lihat saja



*Artikel ini dapat dibaca di :*

*Genuine President vs Artificial President***

*
http://public.kompasiana.com/2009/05/28/genuine-president-vs-artificial-president/
*<http://public.kompasiana.com/2009/05/28/genuine-president-vs-artificial-president/>


-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang  murah dengan prospect yang
besar, Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive"
hubungi Dieler Suzuki terdekat
http://suzuki.co.id/
============================
Space Iklan
=============================


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Usaha Berubah, Selalu Kalah ?

Apakah Anda merasa diri Anda sia sia dan tidak berdaya karena semakin Anda 
ingin berubah, Anda semakin kalah, semakin Anda ingin berprestasi justru 
semakin frustrasi ? 

Apakah Anda merasa hidup Anda buruk dan terpuruk karena semakin Anda berusaha, 
Anda semakin menderita, semakin Anda menahan diri justru semakin tidak 
terkendali ? 

No Problem ! Di SERVO Aja !

S.E.R.V.O membebaskan Anda dari jerat atau penjara emosional, menemukan potensi 
dan jati diri Anda serta mengaktifkan "mesin" sukses otomatis Anda seperti 
milik para BINTANG. 

Dengan Terapi S.E.R.V.O :
 
- Lebih sehat tanpa obat. Anda tidak lagi perlu mengalami gangguan psikosomatis 
seperti pusing, berdebar debar, leher kaku, sakit perut, insomnia 

- Lebih bahagia tanpa fobia. Anda tidak perlu merasa cemas, takut, gugup, 
panik, bingung, lupa, marah, gangguan seksual 

- Lebih bergairah tanpa masalah. Anda tidak perlu terjebak pada kebiasaan buruk 
seperti kecanduan rokok, obat, makan, tidur, belanja, korupsi 

- Lebih mudah tanpa menyerah. Anda tidak perlu lari dari masalah, merasa malu, 
bersalah, gagal, bernasib sial, depresi, putus asa, malas dan menunda pekerjaan 

- Lebih percaya diri tanpa iri. Semakin awal Anda menemukan potensi dan jati 
diri, semakin cepat Anda menjadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik 
dibidangnya 

- Lebih berprestasi tanpa korupsi. Memanfaatkan seluruh waktu produktif Anda 
untuk membuat CETAK BIRU kesuksesan pribadi, keluarga dan kehidupan sosial 
Anda.  

Kesaksian !

Nana, Pengusaha. ...Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi 
setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang 
tegar menghadapi tantangan hidup ini. ... 

Hubungi : http://klinikservo.com/
 
(021) 5574 5555, 554 6009

---

TERAPI GRATIS !

FOBIA terhadap BENDA NYATA seperti Karet, Pepaya, Bulu Ayam, Karpet, Susu, 
Sayur, Nasi dsb. Hanya untuk Peserta Pertama, dari masing masing Fobia !Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke