Hari ini saya bersama para graduates Becoming Hypnotherpist
batch 2 mendatangi Panti Asuhan Chandranaya di Bogor. Saya mendampingi para
graduates untuk melakukan praktek hypnotherapy langsung kepada anak-anak di
panti.
Begitu kami datang, puluhan anak-anak panti yang berusia
antara tujuh sampai belasan tahun sudah berkumpul. Saya membuka sesi praktek
ini dengan membawakan pre-talk tentang alam bawah sadar. Tentang bagaimana alam
bawah sadar berisi memori-memori, pengalaman hidup, mulai dari janin sampai
sekarang. Di dalamnya juga tersimpan berbagai emosi yang ter-attach di setiap
pengalaman tersebut; luka batin, kesedihan, kekecewaan, ketakutan, dendam,
kemarahan, dll. Emosi-emosi negatif tersebut menjadi penghambat keberhasilan
dan penyebab rasa tidak bahagia dalam hidup.
Setelah pre-talk, saya bertanya “Siapa sekarang yang mau diterapi
untuk melepaskan emosi negatif?” Luar biasa, semua anak mengangkat tangan.
Sampai-sampai anak-anak yang masih SD juga angkat tangan.
Saya berikan briefing singkat kepada para graduates yang
akan praktek, “Jika kasus ringan pakai saja Hypno-NLP yang saya ajarkan tapi
kalau berat pakai Wisdom Therapy – sebuah set hypnotherapy sistematis yang saya
ciptakan. Di momen itu kami mengira kami akan mendapatkan kasus-kasus phobia
ringan atau meningkatkan kualitas belajar. Namun, setiap sesi terapi adalah
kejutan yang tidak pernah terduga. Ternyata di hari ini para graduates
mendapatkan kasus-kasus yang berat dan mengharukan. Hampir semua hypnotherapist
(para graduates) juga ikut meneteskan air mata saat menterapi anak-anak panti
tersebut. Dan luar biasa, para graduates menanganinya dengan tuntas dan
excellent!
Kami tidak mengira betapa pilunya penderitaan para anak
panti tersebut. Mereka ternyata kebanyakan korban kerusuhan Timor-Timur – di
mana mereka melihat langsung pembunuhan keluarga mereka, korban gempa Nias dan
banyak yang luka batin karena merasa dibuang oleh orang tua mereka. Cool, pikir
saya di dalam hati ketika saya mengetahui kisah para anak panti tersebut dari
pengasuhnya. “Ini akan menjadi sesi praktek yang seru dan pengalaman
pembelajaran yang berharga untuk para graduates.” Para graduates langsung
memasuki ruangan-ruangan yang telah disediakan dan siap menangani klien muda
mereka. Ternyata benar, mereka mendapatkan klien-klien dengan abreaction
(pelepasan emosi) yang dasyat. Para klien (anak-anak panti) menangis dan
berteriak dengan pilu sampai memukul-mukul bantal untuk melepaskan perasaan
sedih yang mendalam. Sampai-sampai saya dan para graduates ikutan menangis saat
melakukan terapi tersebut. Tidak tahan, tangisan pilu mereka sungguh-sungguh
menyayat hati.
Yang lebih menyentuh hati lagi, para anak panti tersebut
mengantri menunggu giliran terapi. Begitu yang satunya selesai, dengan cepat
mereka
langsung memasuki ruangan kamar terapi dan berdiri dengan manis menunggu
diterapi. Di momen itu saya sangat terharu, mereka tentunya telah lama menanti
momen ini untuk melepaskan kesedihan mereka. Saya bertanya kepada anak-anak
panti yang sedang menenunggu giliran terapi, “Kamu kalau ada masalah cerita
sama siapa?” “Tidak cerita ke siapa-siapa. Masalah apa pun disimpan di sini
(sambil mereka menunjuk hati mereka)” jawab mereka. Kasihan sekali, pikir saya
dalam hati.
Hari telah sore jadi kami harus mengakhiri sesi terapi.
Masih banyak anak panti yang belum kedapatan giliran terapi. Mereka bertanya
kepada saya dan para graduates, “Kalian besok datang lagi, kan?” Kami terharu
sekali. Memang besok akan dilanjutkan oleh group graduates lainnya untuk
menyelesaikan deretan klien muda kami.
Beberapa orang bertanya kepada saya, “Nath, apa yang membuat
kamu rutin mengadakan training becoming hypnotherapist 100 jam?” Saya selalu
menjawab, “Saya mau menciptakan banyak hypnotherapist yang melakukan terapi.
Indonesia sangat membutuhkan banyak hypnotherapist yang bisa melepaskan luka
batin dan permasalahan hidup mereka!” Sedikit sekali para lulusan hypnotherapy
yang ada mau atau bisa melakukan terapi. Lebih banyak dari mereka begitu
selesai training hypnosis langsung terjun membuat training hypnosis atau
hypnotherapy lagi. Mereka mengajarkan orang-orang menjadi hypnotherapist dalam
training dua atau tiga hari. Tapi jarang yang benar-benar “jadi” hypnotherapist
yang menangani langsung kasus klien. Hal itu membuat saya bertanya-tanya – jika
mereka tidak membuka terapi yang menangani antrian klien – bagaimana mereka
bisa mengajarkan pengalaman-pengalaman hypnotherapy kepada para muridnya?
Jadinya hanya seperti teori yang diteruskan dari mulut ke mulut tanpa adanya
pengalaman keberhasilan pribadi. Karena itu saya membuat training becoming
hypnotherapist 100 jam di mana saya sharingkan semua pengalaman hypnotherapy
saya selama bertahun-tahun dengan ribuan klien. Para graduates becoming
hypnotherapist saya persiapkan sungguh-sungguh untuk bisa langsung terjun
terapi bahkan di hari kelulusan mereka. Karena di training becoming
hypnotherapist isinya adalah 80% praktek langsung dan 20% teori. Saya ajarkan
mereka Wisdom Therapy yang saya buat berdasarkan pengalaman terapi ribuan
klien, tujuannya supaya mereka bisa dengan mudahnya langsung terjun untuk
terapi menggunakan prosedur yang sudah tersistemasi. Dan para graduates batch 1
dan 2 bisa melakukan sesi hypnotherapy untuk menolong klien melepaskan problem
mereka dengan mudah seolah sudah sangat alami melampaui imajinasi saya.
Excellent!
Hypnotherapy adalah salah satu alat dari berbagai alat yang
bisa kita gunakan untuk menolong orang lain. Dalam sebuah sesi menemukan misi
hidup dengan peserta training, seorang peserta mengatakan misi hidupnya kali
ini adalah untuk menolong banyak orang. Dan hypnotherapy adalah alat untuknya
melakukan misi tersebut. Hypnotherapist adalah salah satu profesi yang bisa
menolong orang lain. Sebagian murid-murid saya menjadi hypnotherapist sebagai
back-up profesi andaikan suatu hari mereka harus keluar dari perusahaannya.
Sebagian untuk bisa menolong orang-orang tercinta mereka – istri/suami,
anak-anak, keluarga dan sahabat. Ada yang anggota LSM dan organisasi sosial
yang menggunakan hypnotherapy untuk menangani para korban kekerasan atau
pelecehan. Atau para ibu atau ayah yang mau membesarkan anak-anaknya dengan
hypnosis, memasukkan program-program keberhasilan dan melepaskan blok-blok
mental para anaknya mulai dari sedini mungkin (saya sebut mereka “Mom/dad the
hypnotherapist”).
Kebanyakan, mereka ingin menggunakan hypnoterapy sebagai sarana untuk menolong
sesama, seperti yang kami lakukan di Panti Asuhan Chandranaya.
Jika ada lagi yang bertanya kepada saya, “Mengapa saya akan terus
mendidik orang-orang menjadi hypnotherapist?” Saya akan jawab, “Karena ada
banyak anak-anak dan orang-orang yang menunggu untuk diterapi untuk melepaskan
luka batin dalam hidup mereka, seperti anak-anak panti yang hari ini kami
terapi. Murid saya, yang menjadi koordinator praktek sesi hypnotherapy di panti
asuhan Chandranaya , mengatakan banyak antrian panti asuhan yang mengundang
kami untuk melakukan terapi pelepasan luka batin anak-anak yatim piatu.
Indonesia membutuhkan banyak hypnotherapist!
Dalam obrolan saya dengan Ayah Edy, dia menceritakan
bagaimana dia membuat “Strong from Home”. Ayah Edy mengatakan kepada pemilik
Smart FM, “Apakah Anda tahu membangun Indonesia? Saya tahu! Mulailah dari
rumah.” Itulah alasan dibuat programnya di Smart FM. Maka saya pun menanyakan
kepada Anda, “Apakah Anda tahu menyembuhkan Indonesia? Saya tahu! Mulailah dari
alam bawah sadar. Lepaskan emosi-emosi negatif; berbagai lukan batin, kepiluan,
kebencian, dendam, amarah, sakit hati. Maka Anda telah menyembuhkan sebuah
kehidupan yang sangat berharga.” Itulah alasan saya terus belajar menjadi
hypnotherapist yang handal dan terus membagikan semua pengetahuan hypnotherapy
saya kepada para murid dengan program free life-time resit. Saya ingin
mengantarkan orang-orang menjadi hypnotherapist yang melakukan hypnotherapy
handal untuk menyembuhkan Indonesia!
Nathalia Sunaidi, C.Ht
Hypnotherapist dan Direktur Nathalia Institute
http://www.nathaliainstitute.com
Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]