Bissmillahirrohmaanirrohiim

 

Belajar
membaca Alquran sering kali harus berhadapan dengan rasa malu, malas dan
gengsi, belum lagi panjangnya waktu pengajaran dan tingkat kesulitan metode
pengajaran yang sering tak teratasi oleh sang guru, semua ini merupakan kendala
yang selama ini dihadapi oleh mereka yang ingin bisa membaca Alquran dengan
baik dan benar. Berbagai metode telah ditawarkan guna menghilangkan stigma
tersebut. KH Otong Surasman adalah salah satu Sarjana Alquran yang menawarkan
terobosan baru dalam belajar membaca Alquran.

 

Berangkat
dari hasil penelitiannya saat menempuh kuliah pascasarjana di Perguruan Tinggi
Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta, Otong berhasil menemukan sebuah cara belajar baca
Alquran dengan metode ilmiah dan sistematis.



Metode yang dia sebut Al-Bayan ini memungkinkan belajar dengan cepat dapat baca
Alquran. Jika metode lain membutuhkan waktu paling cepat setahun, metode
Al-Bayan mampu mempersingkat waktu menjadi tiga bulan saja. "Dengan
rentang pengajaran antara 16-18 pertemuan, siswa bisa dengan lancar baca
Alquran, termasuk pemahamam ilmu tajwid yang paling pokok," ujar dia
kepada Republika Online di Jakarta, Jumat (31/7).



Menurut Otong, penguasaan ilmu tajwid merupakan suatu keniscayaan untuk dapat
membaca  Alquran dengan baik dan benar. Hal ini, kata dia, berdasarkan
Firman Allah yang artinya, "Bacalah Alquran itu dengan tartil
(perlahan-lahan)." Jadi, Alquran harus dibaca dengan baik dan benar,
panjang dan pendeknya, jelas dan dengungnya serta perenungan isi kandungannya.
Otong mengakui kebanyakan metode selama ini belum memaknai hal ini secara utuh.
Membaca Alquran bukanlah asal bunyi tapi ada aturannya. Bagi beberapa metode,
masih menurut dia, menganggap tajwid sebagai kendala siswa dalam mempelajari
Alquran dengan cepat, karenanya mereka cenderung tidak menganggap penting arti
tajwid ini. Metode Al-Bayan menghadirkan ilmu tajwid dengan sangat mudah dan
praktis, sehingga tidak akan menggagu kecepatan siswa dalam kemampuannya baca
Alquran. 



Hal terpenting yang diajarkan metode Al-Bayan, masyarakat dapat mengetahui
riwayat tata baca Alquran. Selama ini, kata dia, pengenalan riwayat baca
Alquran belum begitu mendalam. Banyak metode malah terkesan mencampuraduk
riwayat pembacaan Alquran. Metode Al-Bayan secara jelas mengacu pada riwayat
Imam Hafs 'an 'Ashim Tariq Asy-Syatibiyaah di mana setiap materi yang diberikan
berdasarkan contoh-contoh langsung dari Alquran. "Jadi tak heran, seusai
diberikan materi, murid dapat dengan lancar membaca Alquran," tegasnya.



Kelebihan lain, metode Al-Bayan mengacu pada mushaf rasm al-Ustmani, banyak
kemudahan yang dinilai ustadz Otong pada mushaf ini, dengan hanya melihat tanda
saja dapat diketahui mana yang harus dibaca panjang dan mana yang harus dibaca
pendek atau mana yang harus dibaca dengung atau jelas. "Intinya, metode
ini mempermudah murid untuk mencerna apa yang diberikan. Mengingat setelah bisa
membaca, banyak pr yang harus dikerjakan seperti tafsir Alquran misalnya,"
tukas dia.



Selama 14 tahun, metode Al-Bayan terus mengalami perkembangan. Pertama kali
muncul diberi nama "Kunci Prakatis Membaca Alquran dengan Baik dan
Benar". Metode ini diajarkan pertama kali di TKA/TPA. Kemudian berubah
nama menjadi "Kunci Prkatis Membaca Alquran dengan Baik dan Benar, Bacaan
Alquran Riwayat Hafsh 'an 'Ashim Thariq Syathibiyyah." Metode ini mulai
diterapkan pada jamaah ibu-ibu dan remaja putri di Bekasi. Otong juga sempat
mengajarkan metode ini melalui salah satu Radio di Bekasi dan pembelajaran
interakatif melalui telepon dengan dipandu secara langsung oleh Otong. Waktu
berselang, namanya diubah menjadi "Metode Insani Kunci Praktis Membaca
Alquran Baik dan Benar" dan terakhir diberi nama "Metode
Al-Bayan."



Meskipun metode ini belum menyebar ke seluruh Indonesia, metode yang terus
dikembangkan Otong ini telah dikenal di beberapa wilayah Jawa, Sumatera dan
Sulawesi. Berbagai seminar dan pengadaan pengajian pun rutin dilakukan Otong
guna memasyarakatkan metode ini. Karena menurut Otong, tak ada kata terlambat
untuk terus mempelajari Alquran. Sekarang, bukan hanya umat Islam yang menggali
Alquran, masyarakat Barat juga sudah memulai untuk terus mengkaji kandungan
Alquran. Maka dari itu, dirinya berharap dengan memulai belajar membaca dengan
baik dan benar menjadi awal guna mendalami rahasia demi rahasia Alquran.
cr2/taq

 

 

 

 

Sumber:

 





http://www.republika.co.id/berita/66181/Metode_Al_Bayan_Terobosan_Baru_dalam_Belajar_Baca_Alquran




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke