Pesan Qurban

By: agussyafii

Pagi di hari Ahad anak-anak Amalia wajahnya tersenyum cerah. 2 ekor kambing 
dari dermawan terasa kebahagiaan untuk anak-anak Amalia. Tak lama kemudian Lita 
menyampaikan apa saja kegiatan Qurban Untuk Amalia. Diawali oleh pembacaan ayat 
suci al-Quran oleh Ari dan terjemahan oleh Melly. Tibalah waktu saya 
menyampaikan Pesan Qurban bagi anak-anak Amalia. Wajahnya berbinar-binar 
mendengarkan cerita.

Ditengah kerinduan Nabi Ibrahim untuk menemui Siti Hajar, istri tercintanya dan 
Nabi Ismail, putranya ditengah gurun tandus.  Nabi Ibrahim bertemu dengan 
keduanya, saling menumpahkan kerinduan yang selama ini terpendam.  Tempat 
pertemuan Nabi Ibrahim dengan istri dan putranya sekarang di kenal dengan 
Padang Arofah. Sesudah mereka melepas kerinduan, mereka kembali ke Mekkah. Nabi 
Ibrahim nampak kelelahan. Di dalam tidurnya Nabi Ibrahim bermimpi mendapatkan 
perintah oleh Alloh SWT agar menyembelih putranya Nabi Ismail sebagai kurban. 
Ketika terbangun dari tidur Nabi Ibrahim hatinya berdebar-debar, itulah ujian 
yang datangnya dari Alloh SWT.

Ujian ini adalah ujian yang terberat bagi Nabi Ibrahim bila dibanding dengan 
ujian disaat Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Alloh SWT untuk meninggalkan Siti 
Hajar dan Nabi Ismail di gurun yang tandus, tidak ada tanaman dan sumber air. 
Bagaimanapun beratnya ujian harus dilaksanakan. Kemudian disampaikanlah 
perintah Alloh SWT kepada putranya Nabi Ismail.

Anak-anak Amalia terlihat mendengarkan dengan khidmatnya. Tak lama terdengar 
suara Dani, 'Nanti Nabi Ismail diganti dengan domba..' 'Dengerin Kak Agus 
tuh..' kata Ari menyuruh Dani. 'Terus gimana Kak?' Tanya Egi.

Nah, selanjutnya Nabi Ibrahim menyampaikan pesannya kepada putranya Nabi 
Ismail. 'Hai Ismail! Tadi malam aku diperintahkan oleh Alloh SWT untuk 
menyembelihmu, bagaimana menurutmu, nak? Nabi Ismail menjawab tanpa ragu, 
'Wahai ayahanda, sekiranya itu perintah Alloh SWT maka laksanakanlah apa yang 
telah menjadi perintahnya.' Ketika Nabi Ibrahim sudah menyiapkan pedang yang 
akan digunakan untuk menyembelih putranya, pedang itu sudah hendak digunakan, 
tiba-tiba digantikan dengan hewan ternak dan akhirnya Nabi Ismail selamat. 

Pada akhir cerita saya menyampaikan untuk anak-anak Amalia bahwa Pesan Qurban 
dalam keterangan Surat Ash-Shoffat, 100-113, kita haruslah meneladani ketabahan 
seorang ayah dan putranya dalam keimanan dan berpegang teguh serta taat 
terhadap perintah Alloh SWT. Sekalipun sebelum peristiwa Qurban Nabi Ibrahim 
dan Nabi Ismail sudah sering diuji oleh Alloh SWT. Nabi Ibrahim yang harus 
diuji dengan kobaran api namun Nabi Ibrahim berserah diri kepada Alloh SWT dan 
selamat. Sementara Nabi Ismail dan Siti hajar, ibundanya ditinggal sendirian 
ditengah-tengah gurun yang tandus tanpa bekal apapun dengan penuh ketabahan dan 
keyakinan kepada Alloh SWT dan juga selamat. Demikian halnya kita, bila kita 
tabah dan yakin akan pertolongan Alloh SWT, Insya Alloh kita juga akan selamat.

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS 
Ash-shoffat:110)

Wassalam,
agussyafii

--
Terima kasih dukungan dan partisipasi teman2 semua atas terselenggaranya 
kegiatan Qurban Untuk Amalia yang terselenggara pada hari Ahad, tanggal 29 
November 2009 di Rumah Amalia. Silahkan lihat di  
http://agussyafii.blogspot.com atau http://www.facebook.com/agussyafii atau sms 
di 087 8777 12 431





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke