Bujur man supportndu bang.. Adi kami anak-anak si lima senina e, ope denga sitandan lit lebe 'bunga-bungana' ban kami. Bagi aku mbarenda sitandaan ras senina Sastroy i milis enda. Adi i kuta-kuta ibas 'Urung van Lima Senina' (versi Belanda) lit falsafah 'tidak kenal maka tidak sayang' alias ertutur kam lebe maka banci terterima kami bas kuta enda.
Sange enggo kutaken man bandu Italia pasti lolos nemani Belanda. Asal Belanda la 'main mata' ras Rumania. Memang 'main mata' e bages penggejapna. E maka hati-hati kam 'main mata' e. Apai ka kam anak perana denga lit idahndu singuda-nguda i suki-suki taneh si lima senina. Adi ia Beru Bangun hati-hati kam. Sebab Beru Bangun terkenal pemberani ras la nggit talu. Buktina, sanga putarna batang galuh ku arah Batukarang gelah ula ke Penampen. Sebab ate Nande Ribu ndai kerina Batukarang jadi pusat Kerajaan Urung Lima Senina kerina Tambar Malem Bangun mergana..... Joey Bangun ----- Original Message ---- From: Si Laga Man <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, June 19, 2008 5:18:03 AM Subject: [tanahkaro] Re: pawang ternalem tak ada hubungan dgn deleng pertekteken --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Joey Bangun <joeybangun@ ...> wrote: "... Kata Mamak, Bapak lagi sakit karena kecapekan di acara ultah Moria yang di Kabanjahe itu. Jadinya aku tidak bisa jumpa dengan Bapak. Nongkrong di kede kopi gang Kalihara bersama Eddy Surbakti dan kawan-kawan, aku baru tahu dari seorang teman di kede kopi itu tentang penyakit Bapak. Pantas saja Bapak tidak bisa ngobrol-ngborol denganku, pikirku. Aku berdoa untuk kesehatan bapak ..." Bang Hendri Bangun menunjukkan sakitnya padaku di studio Djasa Tarigan (Medan) sewaktu rekaman persiapan drama masuknya Kristen ke Karo (tahun lalu). Saat itu, meski dia dalam keadaan sakit, dia terus serius menyelesaikan tugasnya mempersiapkan drama itu. Kadang aku berpikir, seniman memang 'gila'. Untung saja aku bukan seniman sekelas bang Hendri Bangun, Joey Bangun dan Sayang Bangun. Beberapa waktu lalu, bebere kami Sastroy Bangun menceritakan padaku bagaimana sakitnya bang Hendri semakin parah tapi akhirnya bisa disembuhkan oleh bang Hendri sendiri. Saat ini, aku sangat senang. Selain karena bang Hendri sudah sehat, Joey dan seninana Satroy semakin saling kenal. Sama-sama seniman, keturunan Lima Senina pula, siangkan rupanya mereka. Mainkan kalian saja gebrakan kalak Bangun itu. Kalau ada yang macam-macam, bilang saja sama aku. Terpenting adalah Karo Énda Ndai, Énda Karo Ndai. Biasanya seniman dan pejuang punya ego tinggi, termasuk aku. Aha Roha?! Até, laé Erwin? Oh, ya. Drama Pawang Ternalem yang diangkat oleh bang Hendri Bangun ke 'layar kaset' (meminjam istilah turang kami Riah Ginting/ Nd Irene), adalah kenangan masa remajaku. Kini, seorang Bangun lain mau mengangkatnya ke sebuah pertunjukan drama pentas, wow .... Sepanjang kam untuk Karo Énda Ndai, Joey, kami tetap mendukungmu. Untuk Windra Tarigan, kénén postingandu kami tangkap. Pegas saja, Gan. Ula tanggungi. Kita enggom kuakap sitandan amin lenga erkuan langsung. Juara R. Ginting
