Bujur ras mejuah-juah buat impalku Juara Ginting sian 
parbalanda...gua berita Belanda nari..kita enggo pernah sekali 
ngerana tapi lenga sitatapen ayo...labo dalih..mbera-mbera banci 
kita sekali jumpa gelah banci tukar pikiran ras banci bahu membahu 
untuk mendukung kegiatan karo...khususnya bisa sama-sama mendukung 
kegiatan Joey Bangun....( iya nga Joey... )apalagi dalam 
kegiatan "Pawang Ternalem"...Terus terang aja 2 tahun terakhir 
banyak sekali saya denger orang membicarakan moment tersebut seolah-
olah merasa lebih senior ( merasa lebih banyak tau tentang cerita 
itu ). Tapi disatu pihak tidak pernah berbuat sesuatu..apalagi 
pagelaran yg agak bombastis...jauh..jauh...jadi yang mau saya 
katakan bahwa, kalau ada temen mau berbuat sesuatu..mbok ya dikasi 
spirit dan bantuan atau masukan..bukan banyakan mengalisanya.
Jangankan Pawang Ternalem...kalau ada sesuatu event yang lebih besar 
lagi...mari...mari kita dukung sama-sama dan langsung kita tindak 
lanjuti...beberapa kali pernah saya pernah singgung masalah budaya 
karo dimilis ini..boro boro ada yang mau ngangkat..ada juga kritikan 
yang muncul...termasuk sekarang..kalau memang ada temen - temen yang 
mau mau berbuat sesuatu, silahkan ..mari kita  ngumpul bareng dan 
berbicara sesuatu sambil nunggu impal kita Juara Ginting pulang ke 
Indonesia...Bujur  



--- In [email protected], Joey Bangun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bujur man supportndu bang.. Adi kami anak-anak si lima senina e, 
ope denga sitandan lit lebe 'bunga-bungana' ban kami. Bagi aku 
mbarenda sitandaan ras senina Sastroy i milis enda. Adi i kuta-kuta 
ibas 'Urung van Lima Senina' (versi Belanda) lit falsafah 'tidak 
kenal maka tidak sayang' alias ertutur kam lebe maka banci terterima 
kami bas kuta enda.
> 
> Sange enggo kutaken man bandu Italia pasti lolos nemani Belanda. 
Asal Belanda la 'main mata' ras Rumania. Memang 'main mata' e bages 
penggejapna. E maka hati-hati kam 'main mata' e. Apai ka kam anak 
perana denga lit idahndu singuda-nguda i suki-suki taneh si lima 
senina. Adi ia Beru Bangun hati-hati kam. Sebab Beru Bangun terkenal 
pemberani ras la nggit talu. Buktina, sanga putarna batang galuh ku 
arah Batukarang gelah ula ke Penampen. Sebab ate Nande Ribu ndai 
kerina Batukarang jadi pusat Kerajaan Urung Lima Senina kerina 
Tambar Malem Bangun mergana.....
> 
> Joey Bangun
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Si Laga Man <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, June 19, 2008 5:18:03 AM
> Subject: [tanahkaro] Re: pawang ternalem tak ada hubungan dgn 
deleng pertekteken
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Joey Bangun <joeybangun@ ...> 
wrote:
> "...  Kata Mamak, Bapak lagi sakit karena kecapekan di acara ultah
> Moria yang di Kabanjahe itu. Jadinya aku tidak bisa jumpa dengan
> Bapak. Nongkrong di kede kopi gang Kalihara bersama Eddy Surbakti 
dan
> kawan-kawan, aku baru tahu dari seorang teman di kede kopi itu 
tentang
> penyakit Bapak. Pantas saja Bapak tidak bisa ngobrol-ngborol 
denganku,
> pikirku. Aku berdoa untuk kesehatan bapak ..."
> 
> Bang Hendri Bangun menunjukkan sakitnya padaku di studio Djasa 
Tarigan
> (Medan) sewaktu rekaman persiapan drama masuknya Kristen ke Karo
> (tahun lalu). Saat itu, meski dia dalam keadaan sakit, dia terus
> serius menyelesaikan tugasnya mempersiapkan drama itu. Kadang aku
> berpikir, seniman memang 'gila'. Untung saja aku bukan seniman 
sekelas
> bang Hendri Bangun, Joey Bangun dan Sayang Bangun.
> 
> Beberapa waktu lalu, bebere kami Sastroy Bangun menceritakan padaku
> bagaimana sakitnya bang Hendri semakin parah tapi akhirnya bisa
> disembuhkan oleh bang Hendri sendiri.
> 
> Saat ini, aku sangat senang. Selain karena bang Hendri sudah sehat,
> Joey dan seninana Satroy semakin saling kenal. Sama-sama seniman,
> keturunan Lima Senina pula, siangkan rupanya mereka.
> 
> Mainkan kalian saja gebrakan kalak Bangun itu. Kalau ada yang
> macam-macam, bilang saja sama aku. Terpenting adalah Karo Énda 
Ndai,
> Énda Karo Ndai. Biasanya seniman dan pejuang punya ego tinggi,
> termasuk aku. Aha Roha?! Até, laé Erwin?
> 
> Oh, ya. Drama Pawang Ternalem yang diangkat oleh bang Hendri 
Bangun ke
> 'layar kaset' (meminjam istilah turang kami Riah Ginting/ Nd 
Irene),
> adalah kenangan masa remajaku. Kini, seorang Bangun lain mau
> mengangkatnya ke sebuah pertunjukan drama pentas, wow .... 
Sepanjang
> kam untuk Karo Énda Ndai, Joey, kami tetap mendukungmu.
> 
> Untuk Windra Tarigan, kénén postingandu kami tangkap. Pegas saja, 
Gan.
> Ula tanggungi. Kita enggom kuakap sitandan amin lenga erkuan 
langsung.
> 
> Juara R. Ginting
>


Kirim email ke