Petani Karo Mengeluh, Pemilik Kios "paksa" Petani Beli Pupuk Non-Subsidi
by Redaksi on Oktober 11th, 2008
T Karo (SIB)
Petani Tanah Karo saat ini mengeluhkan "ulah" sejumlah pemilik kios dalam
menyalurkan pupuk bersubsidi. Para petani "dipaksa" pemilik kios harus membeli
pupuk non-subsidi saat menebus pupuk bersubsidi yang diperoleh petani
berdasarkan keanggotaannya di Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Pupuk non subsidi yang "dipaksa" kios harus digandeng saat petani menebus pupuk
bersubsidi dengan merek beraneka ragam diduga palsu (tidak sesuai kandungan
pupuk seperti tertera di dalam karung goni pupuk yang dipasarkan pemilik
kios-red).
Bahkan kalau petani tidak membeli pupuk non subsidi yang "dipaksa" pemilik kios
saat petani menebus pupuk bersubsidi, petani tidak diperbolehkan membeli pupuk
bersubsidi yang sudah hak petani sesuai daftar RDKK.
Hal ini dijelaskan sejumlah petani secara terpisah kepada SIB baru-baru ini di
Kecamatan Naman Teran, Simpang Empat, Tiganderket, Payung, Tigabinanga,
Kutabuluh, Laubaleng dan Mardinding, Tipanah, Barusjahe dan Juhar.
Seperti diungkapkan petani Haji Jilun Sembiring Milala SS, Hamid Sebayang,
Mitcha Sebayang, Harta Sembiring petani Desa Tigabinanga dan Desa Kemkem
Kecamatan Tigabinanga. Petani Idris Sitepu, Sentosa Sitepu, Ikuten Sitepu SH
petani Desa Sukanalu Kecamatan Naman Teran, Persen Surbakti, petani sekaligus
Kepala Desa Narigunung Kecamatan Tiganderket. Bapa Alex alias Bapa Pagit,
Thomas Ginting, Pery Bangun, Jasa Bangun, Rekro Tarigan, Andreas Ginting, Panet
Sinuaraya, petani Desa Batukarang Kecamatan Payung dan sejumlah petani lainnya
membenarkan bahwa, saat mereka menebus pupuk bersubsidi sesuai jatah yang
tertera di RDKK, oknum pemilik kios resmi pupuk bersubsidi tersebut "memaksa"
petani harus membeli pupuk non subsidi saat menebus pupuk bersubsidi jatah
mereka.
"Kalau petani tidak membeli pupuk (non subsidi-red) yang digandeng oknum
pemilik kios, cenderung pupuk bersubsidi tidak bisa ditebus petani. Akhirnya
petani terpaksa berusaha membayar pupuk non subsidi kepada kios. Padahal, pupuk
non subsidi yang diberikan pemilik kios tidak jelas lisensinya. Bahkan campuran
material pupuk tersebut diduga ada campuran dari bahan tanah liat,
serbuk-serbuk diduga dari gilingan halus dari batubata dan lainnya. Pupuk-pupuk
yang diduga palsu ini diharapkan segera diusut pihak terkait, khususnya tim
pengawas pupuk di Karo yang terdiri dari pejabat Pemkab Karo, Kejari, Polisi
dan LSM," ujar petani mengharap.
Kadis Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo Ir Mulia Barus
didampingi stafnya Ir Hendri Ginting yang dikonfirmasi SIB, Jumat (10/10) di
sela-sela pembukaan TMMD 81 di Desa Sukanalu Kecamatan Berusjahe, mengaku belum
tahu adanya ulah sejumlah pemilik kios resmi pupuk bersubsidi di Tanah Karo
yang memaksa petani membeli pupuk non subsidi sebagai gandengan saat petani
menebus pupuk bersubsidi di kios-kios pupuk di sejumlah desa di Tanah Karo.
Bahkan Ir Mulia Barus mengakui, Pemkab Karo tidak memiliki anggaran untuk
memeriksakan sejumlah pupuk non subsidi yang diduga palsu (tidak sesuai
kandungan kadarnya seperti di karung goni pupuk-red) yang beredar di kios-kios
pupuk ke laboratorium. Bahkan Mulia Barus tidak bisa menjelaskan sejauhmana
pihaknya telah melakukan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi saat ditebus
petani di kios-kios.
"Nanti coba kita cek dululah," ujar Mulia Barus tanpa merinci kapan pihaknya
melakukan sidak ke kios-kios pupuk dan mendata pupuk-pupuk non subsidi yang
diduga banyak beredar saat ini di kios-kios pupuk.
Sejumlah kios pupuk bersubsidi yang mohon tidak disebutkan identitasnya di
Kecamatan Naman Teran, Laubaleng, Tigabinanga, Tigapanah, Barusjahe, Juhar dan
Tiganderket yang dikonfirmasi SIB secara terpisah baru-baru ini membenarkan
pihaknya ada menawarkan pupuk lain di luar pupuk bersubsidi di saat petani
menebus pupuk bersubsidi.
"Kami tidak memaksa, kami hanya menawarkan. Kalau kualitas pupuk gandeng
tersebut kami tidak tahu. Kami hanya ditawarkan distributor," ujar pemilik
kios. (M37/g)
TUNJUKKAN: Salah seorang pemilik kios didampingi petani di salah satu kios
pupuk di Kecamatan Naman Teran menunjukkan pupuk gandeng yang "ditawarkannya"
kepada petani yang menebus pupuk bersubsidi kepada SIB baru-baru ini. (Foto
SIB/Alexander Hr Ginting)
--
__________________________________________________________
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkoppling.
Sök och jämför priser hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100015813-bredband.html?partnerId=96914325