Uniknya lagi, semua wartawan ini (a.l. Radio Elsinta, Metro 24 Jam, Harian Andalas, Suara USU) mengenal SORA SIRULO dan mengaku mengikuti berita-beritanya dari edisi ke edisi. Dari situlah mereka menjadi tertarik terhadap Karo, yang ternyata lain dengan Batak, kata mereka.
Memang jelas sekali lain, suku batak karo dan suku batak lain (suku batak toba). Apa lagi dari sifat-sifatnya: perampus ras pendendam, la dat lebe nari-pudi nari nina, tapi adi tenteng kenca dahkam mehuli ras metami ka kal. Ula nokoh ras ula tokohi kalak nina kin. Salam dari bang KT --- On Sat, 10/11/08, Si Laga Man <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Si Laga Man <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [tanahkaro] Putri Hijau Memasuki Kampus USU To: [email protected] Date: Saturday, October 11, 2008, 8:40 PM Kemarin (Sabtu 11 Oktober 2008), puluhan mahasiswa antropologi yang tergabung dalam Study Group of Culture (SGC) kembali menggelar aksi. Aksi kali ini disertai dengan orasi-orasi pembelaan terhadap Benteng Putri Hijau (BPH) dengan menggunakan alat pengeras suara (toa) diiringi vocal group; mengambil tempat di Jl. Universitas Kampus USU (antara Fak. Hukum dan Fak. Sastra). Sesaat, beberapa patroli keamanan Kampus USU datang meninjau. Setelah melihat bahwa aksi ini tidak membahayakan siapa-siapa, merekapun membiarkannya sambil mengawasi dari kejauhan. Tidak ada media yang diundang meliput aksi kecuali Sora Sirulo. Akan tetapi, entah dari mana datangnya, berjubel wartawan menyaksikan aksi para mahasiswa yang mengangkat poster-poster mengajak masyarakat mencintai sejarah dan menghentikan pembangunan perumahan di atas Benteng Putri Hijau. Malahan, Radio Elsinta (berpusat di Jakarta dan disiarkan secara nasional ke seluruh Indonesia) melakukan siaran langsung (live). Selesai aksi, kru Radio Elsinta mengajak saya untuk meliput semua situs sejarah Karo di sekitar Medan dalam rangka pembuatan sebuah Laporan Khusus di Radio Elsinta dan melakukan wawancara panjang/meluas dengan saya. (Reporter Elsinta ini adalah seorang Minang). Uniknya lagi, semua wartawan ini (a.l. Radio Elsinta, Metro 24 Jam, Harian Andalas, Suara USU) mengenal SORA SIRULO dan mengaku mengikuti berita-beritanya dari edisi ke edisi. Dari situlah mereka menjadi tertarik terhadap Karo, yang ternyata lain dengan Batak, kata mereka. "Berita-berita Sora Sirulo selalu unik dan membuat kita sadar bahwa Karo adalah gudang berita menarik untuk tuntutan media masa kini," kata mereka. Sabtu depan SGC kembali menggelar aksi pembelaan terhadap Benteng Putri Hijau. Kita harapkan aksi ini akan dihadiri perwakilan UNESCO (sudah ada lampu kuning atas kedatangannya meski belum pasti). Berita selengkapnya mengenai aksi-aksi pembelaan Benteng Putri Hijau dapat dilihat di Sora Sirulo edisi Oktober 2008 yang segera beredar. Juara R. Ginting
