Kapolri Ancam Polisi Pungli
Jakarta, (Analisa)
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengancam menindak tegas semua
oknum polisi yang terlibat dalam kasus pungutan liar pungli baik di jalanan
maupun di kantor polisi. Untuk itu, Polri akan menggelar "Operasi Bersih" untuk
membersihkan internal Polri yang dipimpin oleh Inspektur Pengawasan Umum
Irwasum) Polri Komjen Pol Yusuf Manggabarani, kata Hendarso di Jakarta, Sabtu.
"Di bawah Irwasum, ada unsur dari Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) dan
Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam)," kata Kapolri yang baru dua hari
menerima penyerahan jabatan dari Jenderal Pol Sutanto.
Ia telah memberikan batas waktu selama tiga bulan bagi semua kapolda untuk
membersihkan internal Polri dari segala bentuk pungli dan jika tidak mampu maka
jabatan kapolda akan diganti dengan orang lain.
"Selama tiga bulan terhitung Jumat (10/10) kemarin, jangan ada pungli di
jalanan dan satuan wilayah," katanya.
Pada November dan Desember 2008, tim Operasi Bersih akan turun ke polda-polda
untuk memantau pemberantasan pungli di internal Polri.
"Kalau masih ada laporan atau tertangkap tangan, maka tidak ada alasan lagi,
kita akan menindaknya dengan tegas," ujar mantan Kepala Badan Reserse Kriminal
Polri ini.
Menurut dia, kasus pungli oleh aparat Polri telah mencederai masyarakat.
"Kalau ada yang menghambat laju ekspor impor dimana penyebabnya adalah ada
anggota Polri yang menarik pungli, maka saya 'warning' (peringatkan) hingga
sampai akhir Oktober ini harus berhenti karena November dan Desember Irwasum
akan turun ke lapangan," ujar mantan Kapolda Kalsel dan Sumut ini.
Pungli di Reserse
Ia juga menegaskan bahwa pungli di Reserse juga tidak boleh ada lagi.
Hendarso mengaku gerah dengan adanya beberapa anekdot yang sekarang ini muncul
di masyarakat terkait dengan pelayanan reserse antara lain "jika lapor
kehilangan kampung maka sapi ikut hilang" artinya harus keluar uang lebih
banyak dibandingkan dengan kerugian akibat pencurian atau adanya anekdot "susu
tante" alias sumbangan sukarela tanpa tekanan.
"Ini akan menjadi prioritas program kerja. Pak Irwasum akan memegang penuh
masalah ini," ujarnya.
SMS
Untuk menampung jika ada warga yang melihat perilaku polisi yang menyimpang
maupun adanya informasi soal kejahatan maka, Kapolri berjanji akan menerima
langsung pengaduan dari masyarakat dengan SMS dengan menyediakan nomor khusus.
"Saya nanti akan menerima langsung SMS bersama Irwasum. Saat ini kami sedang
mempersiapkan teknologinya," katanya.
Pekan depan, Polri akan mengumumkan nomor khusus untuk menerima pengaduan itu.
Namun ia meminta agar SMS itu tidak memfitnah dan berasarkan data yang akurat.
"Kalau memang dipungli oknum polisi, tolong disebut nama, pangkat dan tempat
bekerja. Biar kami yang menindaknya," katanya. (Ant)
__________________________________________________________
Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum här:
http://www.kelkoo.se/c-169901-resor-biljetter.html?partnerId=96914052