MJJ: Rumit. Kini-Karo-n hanya boleh ditunjukkan dengan klaim-klaim heroisme teritorial ja-dul. Masyarakat Karo merindukan pemimpin/panutan/tokoh. Susahnya model tokoh yang diketahui hanya yang lahir dari perjuangan pisik. Masih susah bagi masyarakat Karo untuk menerima peminpin yang lahir dari perjuangan kehidupan sehari-hari. Ketika ada gerakan merespons inisiatif dari dan untuk menokohkan Alm. K. Pri Bangun, pengusaha sukses, resistensi muncul dari kiri kanan. Klaim ke-tokoh-an MS Kaban, menjadi semu karena minus interaksi kiniKaro-n selama masa perjuangan beliau. Apalagi Tifatul Sembiring yang sampai sekarang relasi Karo-nya masih belum nongol. Moderamen GBKP yang boleh jadi merepresentasi simbol rohani 50 persen Karo atau lebih, kurang daya dobrak peminpin, dibatasi oleh antara lain "render to Caesar what Caesar's."
Oleh karenanya jadilah seperti yang kita sama-sama lihat sekarang: mérap marpar bagi cengkeru nirambasken. Dalam skala yang lebih sederhana, pemilihan DPD yang hanya melibatkan 3 calon, tidak ada tanda-tanda keinginan mau bersatu. Apalagi dengan multi partai ramai caleg seperti yang kita hadapi sekarang. Bagaimana mau ber-peta dalam politik nasional? Sentabi, Bp Nona Sampaguita "The trouble with a rat race is that even if you win, you are still a rat" ________________________________ From: MU Ginting <[email protected]> To: [email protected]; [email protected]; [email protected] Sent: Saturday, March 28, 2009 1:56:48 PM Subject: [komunitaskaro] Karo dalam peta politik nasional Karo dalam peta politik nasional ITA APULINA, MEDAN Indonesia merdeka tidak lepas dari peran orangorang Karo. Sejak awal Belanda tiba di Sumatera Timur, Karo adalah penentang paling keras. Mulai dari Perang Sunggal hingga perang merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI. Tak terhitung kisah heroik Karo. Lalu, bagaimanakah dengan Karo kini? Apakah juga berjaya dalam percaturan politik nasional hingga daerah? Jangan-jangan, seperti yang dikatakan oleh Job Rahmad Purba (mantan Direktur Ekskutif WALHI Sumut) kepada Sora Sirulo di Kabanjahe [9/4]: "Kalak Karo jago erjuang, tapi tading arah lebé. Adi lit persoalen kita rusur si arah lebéna. Enca menang, mis kita i duru." Sampai saat ini, hampir 65 tahun Indonesia merdeka, baru 1 orang Karo yang menjadi menteri, yaitu MS Kaban. Di birokrasi sudah ada beberapa yang mencapai Dirjen. Demikian juga di militer, ada beberapa yang mencapai karir puncak. Sedangkan jabatan Gubsu, baru sekali dipegang orang Karo, "Itupun tak lama. Beliau langsung di PKI-kan, dipenjara, tanpa keputusan pengadilan," jelas Job. Setelah bertahuntahun di penjara, akhirnya pengadilan memberi keputusan bahwa dia bebas murni. 'Mengapa peran politik orang Karo menjadi suatu perenungan penting? Menjelang Pemilu yang multi partai, semakin banyak kesempatan bagi setiap individu menjadi calon legislatif. Mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat. Demikian juga dengan orang Karo. Hampir semua partai politik menyertakan orang Karo sebagai caleg dengan harapan dapat meraup suara Karo. Apalagi kini, dengan keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi tentang perolehan suara terbanyak, setiap Caleg berkesempatan mendapatkan kursi di parlemen. Seperti yang digambarkan drs. Bengkel Ginting (mantan Ketua KPU Kab. Karo) kepada Sora Sirulo di Medan [14/3]. Banyaknya Caleg dadaken membuat perolehan suara semakin sulit diramalkan. "Mulanya, banyak Caleg hanya sebagai pengumpul suara partai untuk memenangkan nomor urut atas. Adanya keputusan Mahkamah Konstitusi tentang suara terbanyak, setiap Caleg merasa berkesempatan untuk menang," terang Bengkel. Menyikapi Pemilu ini, Moderamen GBKP melakukan tindakan preventif agar berlangsung aman dan lancar. Dalam Pengelayasi yang diedarkan, dianjurkan setiap Caleg memperkenalkan diri dengan santun lewat berbagai media kampanye. Dalam surat dianjurkan agar setiap Caleg menghindari politik uang dan memberi pencerahan kepada setiap pemilih. "Marilah kita mendewasaken pemilih berdemokrasi secara bertanggungjawab. Berélah pencerahen man warga masyarakat, la guna kepentingen pribadi ntah kelompokta alu pertimbangen sempit ras jangka pendek, tapi guna kiniulin si lebih luas e me kerina masyarakat ntah pe pertimbangen jangka panjang,"demikian bunyi Pengelayasi Moderamen GBKP. Dalam Sidang Klasis Awal Tahunan Pebruari lalu, Moderamen berpesan: "Man para calon legislatip/ DPD si enterem jumlahna enda, iajuk kami gelah banci ipesadandu arihndu, nggit kam si tewasen. Sabab alu teremna calon si maju terus pantang mundur sora pemilih pe enggo terbagi-bagi. Dungna guna sekalak jelma pe la mencukupi sorandu. Banci saja sekalak pe ibas kita la terpilih, fihak si deban dungna si tampe erkiteken ia ersada." Selain menyebar/terpecahny a suara Karo ke banyak Caleg Karo, sehingga masing-masing Caleg mendapat suara sedikit dan bisa berakibat tak satupun terpilih, satu hal lain bisa menyebabkan suara Karo sia-sia, yaitu parliament threshold.. Sebagaimana disitir oleh Bengkel Ginting di Sora Sirulo edisi ini (halaman 5): "... Untuk Pemilu 2009, dengan ketentuan parliament threshold, hanya partai yang memperoleh 2,5% suara nasional bisa mengisi kursi DPR RI ..." Meskipun partai berhasil menjadi pemenang Pemilu 2009 di satu daerah tertentu, dia tidak akan mendapatkan satu kursipun di DPR RI bila saja dia tidak mendapatkan 2,5% suara nasional. Suara yang dia menangkan, baik untuk DPR RI dibagibagi ke partai-partai pemenang yang mencapai parliament threshold. Hal ini harus menjadi perhatian partai baru yang pertama kali bertarung di pemilu ini. Bila Caleg kita diusung oleh partai baru, perhatikan partai baru yang mana. Semoga suara Karo tidak mérap marpar bagi cengkeru nirambasken. (Sora Sirulo no 27, April 2009, a .l. berusaha mengisi edisi ini dengan soal-soal aktual pesta pemilu, pencerahan dsb - MUG) -- ________________________________ Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo. Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: http://www.kelkoo. se/c-169901- resor-biljetter. html
