MJJ,,_._,_
Untuk tindak lanjut, mohon email langsung ke pengirim awal : cardiyan_his@
yahoo.com
Terima kasih,
Samuel Ginting
----- Forwarded Message ----
From: khairul rizal <khr_ri...@yahoo. co.id>
To: migas_indonesia@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, July 28, 2009 3:45:33 PM
Subject: [Oil&Gas] Mari Kita Cari 600 Siswa Cerdas Miskin untuk ITB
Mungkin ada yang tahu..?
----- Forwarded Message ----
From: Cardiyan HIS <cardiyan_his@ yahoo.com>
To: itb1...@yahoogroups .com
Cc: it...@yahoogroups. com
Sent: Tuesday, July 28, 2009 10:47:37 AM
Subject: ITB73 Mari Kita Cari 600 Siswa Cerdas Miskin untuk ITB
Mari Kita Cari 600 Siswa Cerdas Miskin untuk ITB
Oleh Cardiyan HIS
Indonesia ini memang anomali. Ternyata sulit mencari anak cerdas miskin. Dari
kewajiban ITB sebagai PTN BHP untuk menyediakan 20% untuk calon mahasiswa
cerdas miskin dari total 3.000 calon mahasiswa baru, hanya 51 orang saja baru
berhasil dijaring ITB. Perlu kampanye kreatif dan agresif jemput bola sampai ke
gang-gang becek dan ke seluruh pelosok Indonesia .
Baru saja saya ditilpun Rektor ITB, Prof. Djoko Santoso. Ia ingin meluruskan
tentang tulisan saya yang dikutip ratusan blog dan mailist yang pertama kali
dimuat di mailist IA ITB berjudul; “Kembalikan Kursi SNMPTN 2009 kepada yang
Berhak”.
Menurut Prof. Djoko Santoso, ITB justru kesulitan untuk mencari 600 siswa
lulusan SMU yang cerdas miskin. Angka 600 ini adalah bukti kekonsistenan ITB
sebagai PTN berstatus BHP yang mensyaratkan 20% dari total penerimaan mahasiswa
baru ITB yang seluruhnya 3.000, harus untuk calon mahasiswa cerdas miskin.
Jumlah mahasiswa cerdas miskin ini baru berhasil dijaring sejumlah 23 orang
melalui Ujian Saringan Masuk (USM) ITB 2009. Dan 28 orang melalui seleksi
“Beasiswa ITB untuk Semua” 2009. Menurut Prof. Djoko Santoso, profil mereka
adalah anak-anak rakyat Indonesia cerdas tetapi orang tuanya miskin. Profil
orang tua mereka adalah tukang bakso, penjual nasi pinggir jalan, pemilik kios
warung kecil, pembantu rumah tangga, petani musiman, nelayan, tukang gali
tanah, tukang bangunan, sopir angkot, anak calo bisnis kelas teri, pensiunan
tentara dan polisi pangkat prajurit, anak Satpam, guru ngaji, pensiunan guru SD
dan lain-lain.
Melihat total calon mahasiswa cerdas miskin yang berhasil dijaring ITB hanya 51
orang dari 600 orang untuk kursi yang tersedia. Maka saya sarankan agar ITB
lebih agresif lagi dan lebih kreatif lagi dalam menginformasikan dan
menggerakkan minat masyarakat untuk masuk ITB tanpa biaya sepeser pun selama
dia kuliah di ITB dan seluruh biaya hidup ditanggung ITB sampai lulus.
Mungkin selama ini masyarakat miskin sudah takut dengar nama ITB sendiri
sebelum mereka mau mendaftar. Yang mereka tahu, ITB itu yang paling mahal biaya
formulir pendaftarannya yakni Rp. 850 ribu. Nah kalau ia seorang pembantu
berarti dia harus menyerahkan seluruh pendapatannya dua bulan gaji untuk beli
formulir seleksi masuk ITB. Belum untuk urus sana urus sini. Pokoknya berat di
ongkos. Sedangkan biaya untuk hidup keluarga mana?
Pengalaman spesifik perjuangan dengan segala kendalanya dalam menyeleksi USM
ITB dan “Beasiswa ITB untuk Semua” 2009, ada baiknya ditulis dan dijelaskan
secara panjang lebar kepada media cetak dan elektronik lokal maupun nasional
termasuk di mailist IA ITB ini. Setidaknya ini akan menggugah para alumni ITB
yang jumlahnya puluhan ribu untuk memberikan saran dan idenya. Syukur-syukur
mau jemput bola, siapa tahu anak pembantunya cerdas, siapa tahu anak Satpam di
lingkungannya pinter; siapa tahu anak supirnya juga otaknya moncer.
Syukur-syukur ia sendiri mau menyumbang.
Sebab menurut Betti Alisjahbana, yang mengkoordinasikan program “Beasiswa ITB
untuk Semua” semakin banyak pendukungnya. Setelah kemarin, 23 Juli 2009, pak
Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI berkenan membantu penggalangan dana melalui
goresan pertama di dua lukisan seniman ITB.. Maka pada 24 Juli 2009 Betti
Alisjahbana mendapat konfirmasi donasi “Beasiswa ITB untuk Semua” dari
Pertamina sejumlah Rp. 1.000.000.000. Selain itu seorang alumni ITB (Haminanto
Adinugraha) baru saja menyumbangkan Rp. 100.000.000 ke pundi-pundi “Beasiswa
ITB untuk Semua”. Dengan demikian total komitmen donasi yang sudah kami dapat
adalah Rp. 4.200.000.000. Dana ini cukup untuk membiayai 42 mahasiswa sampai
lulus dari ITB. Sementara hasil seleksi untuk calon mahasiswa cerdas miskin
hanya 28 orang.
Mari kita cari sampai ke gang-gang becek, ke seluruh pelosok Nusantara, para
anak cerdas miskin yang diprioritaskan masuk ITB gratis sampai lulus.
Permintaan ITB dan para donatur hanya satu mereka yang diterima jadi mahasiswa
ITB kelak diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan sosial asalnya.
[Non-text portions of this message have been removed]