Mejuah-juah,

Teori:
Lit tahapen bas dunia konstruksi, eme:
1. Pra design dan design, biasana la lit masalah ijenda, ertina jarang nge 
salah bas design. Jadi ja dage si biasana masalah.?
2. Proses tender, jenda pe perlu kel situhunna i awasi. adi banci ola min nilai 
pagu < 95% nilai OE
3. Pelaksanaan Konstruksi, jendam biasana masalah e..

Pelaksanaan Konstruksi
Konstruksi jalan di design terhadap beban maksimum (maximum load), yaitu beban 
roda dan jalan sangat lemah terhadap air, baik genangan (surface water) maupun 
tanah jenuh air (saturated soil).

Penyimpangan Pelaksanaan Kontruksi Jalan
1, Dimensi: panjang, lebar dan terutama tebal struktur sebuah jalan, baik itu 
mulai dari pondasi (sub grade dan base coarse) dan juga asphalt finishing.
2. Kualitas material: mulai dari pondasi dan juga asphalt finishing.

Konsultan 
Tugas merekalah untk menjaga agar sebuah proyek dijalan dengan baik: tepat 
waktu dan terutama tepat mutu


Praktek
:)

Bujur,
Moses




________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 12 April, 2010 21:03:21
Judul: Re: [tanahkaro] Pengawasan Dana Perbaikan Jalan di Tanah Karo

  
Ia ahh..Cakap manis nge kari kerina wakil rakyat ena..adi si mejilena me,kita 
kerina si peduli coba terapken pemeriksaan menyeluruh terhadap kerina hasil 
proyek..si ban bage standar bpk atau bpkp..adi lit kin penyimpangen segera si 
laporkan saja ku kpk..
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
________________________________

From:  Alexander Firdaust <daustco...@yahoo. com> 
Date: Mon, 12 Apr 2010 05:34:40 -0700 (PDT)
To: <infok...@yahoogroup s.com>; <tanahk...@yahoogrou ps.com>; <komunitaskaro@ 
yahoogroups. com>
Subject: [tanahkaro] Pengawasan Dana Perbaikan Jalan di Tanah Karo
  
Anggota
DPRD Karo dan DPRD Sumut Harapkan : Rp81 Milyar Perbaikan Jalan Negara
Jurusan Medan -Tanah Karo-Dairi-NAD 2010 Perlu Pengawasan Ketat
Posted in Marsipature Hutanabe by Redaksi on April 12th, 2010 
*Perbaikan Jalan Kabanjahe-Merek- Dairi dan Medan-Tanah Karo Perlu 
Dipertanyakan…..
T Karo (SIB)
Perbaikan jalan negara jurusan
Medan-Kabanjahe- Merek-Dairi- Kabanjahe- Kutabuluh- Laupakam sampai batas
NAD dan sekitarnya bernilai sekitar Rp81 milyar dari APBN 2010 yang
saat ini sudah dimulai pelaksanaannya perlu pengawasan ketat dari
masyarakat dan seluruh pihak terkait. Selain plank setiap proyek harus
dipasang, pelaksanaan proyek diharapkan tidak dimanipulasi. Kalau
memang proyek ditetapkan pembuatan drainase, harus dibuat drainase dan
jangan hanya sekedar membersihkan drainase. Kalau memang ditetapkan
pelebaran jalan, jangan
hanya membersihkan tebing-tebing jalan. Kalau memang pengaspalan jangan
hanya disisip pada ruas-ruas jalan yang berlobang-lobang. Tapi
diharapkan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Hal ini ditegaskan Wakil Sekretaris Fraksi P Golkar DPRD Sumut Richard
Edy M Lingga SE dan anggota DPRD Karo Masdin DT Ginting, Gilbert
Ginting dan Marthin Luther Sinulingga kepada SIB, Sabtu (10/4) di Medan.
Menurut Richard saat pihaknya memantau pelaksanaan proyek milyaran
rupiah jurusan Medan-Tanah Karo dan jurusan Kabanjahe-Merek dan Dairi
baru-baru ini bahwa, beberapa bagian proyek terkesan hanya dimake-up
dan plank proyek tidak satu pun dilihatnya. Pengikisan tebing-tebing di
perbatasan Karo-Dairi juga diduga asal dikerjakan, termasuk pembersihan
jalur drainase-drainase jurusan Pancurbatu-Bandarba ru sampai batas Deli
Serdang-Tanah Karo.
“Sewajarnya, lokasi yang paling rawan dilalui sampai saat ini yang
perlu diprioritaskan, bukan sebaliknya. Karenanya, sekali lagi saya
harapkan kepada masyarakat dan seluruh pihak terkait melakukan
pengawasan proyek ini sehingga walaupun tidak 100 persen proyek
tersebut masing-masing dapat dilaksanakan, 75 persen sampai 80 persen
saja pun sudah cukup memuaskan dan dipastikan kualitas proyek akan
lebih terjamin dan tidak seperti selama ini,” harap Richard.
Demikian juga harapan Masdin DT Ginting, Gilbert Ginting dan Marthin
Luher Sinulingga dari Fraksi PDI P DPRD Karo ini. Pihaknya mengharap
ada koordinasi pihak instansi Satuan Kerja (Satker) Dinas Jalan dan
Jembatan (JJ) Pemprovsu dengan DPRD Karo untuk lebih menjamin kualitas
proyek dan mengantisipasi tidak terjadinya hal-hal yang tidak
diiinginkan masyarakat luas. Sebab kondisi jalan negara jurusan
Kabanjahe-Tigabinan ga-Kutabuluh- Laupakam- batas NAD saat ini nyaris pada
umumnya rawan dilintasi. Bahkan kereta lembu atau kereta kerbau saja
sukar melintasinya.
“Jadi pihak kami pun sangat mengharapkan pihak penegak hukum senantiasa
mengawasi pelaksanaan proyek ini dengan harapan anggaran Rp81 milyar
itu benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dan bukan hanya
bagi oknum-oknum tertentu,” ujar ketiga anggota dewan ini mengharap.
Kepala Satker Preservasi Jalan dan Jembatan Propinsi Sumut, Bambang
Pardede yang dicoba dikonfirmasi SIB, Sabtu (10/4) prihal penjelasan
para anggota legislatif ini, tidak berhasil, sebab tidak diketahui
kantor perwakilannya di Tanah Karo.
Sebelumnya, Bambang Pardede dalam penjelasannya ketika mendampingi
anggota DPR RI, Ali Wongso Sinaga dan anggota Komisi B DPRD Sumut
Richard Edy M Lingga SE dalam kunjungan kerjanya, 20 Pebruari 2010
silam ke jalan negara ini menjelaskan bahwa, APBN 2010 kucurkan
anggaran Rp81 milyar untuk perbaikan jalan negara jurusan
Kabanjahe-Kutabuluh sebesar Rp25 milyar. Jurusan Kutabuluh-Laupakam
(batas Karo-Propinsi NAD-red) Rp15 milyar. Jurusan Sidikalang-Kutabulu h
Rp5 milyar. Simpang Merek (Karo)–batas Dairi Rp15 milyar. Batas
Karo-Simpang Panji Rp11 milyar. Simpang Panji-Sidikalang Rp6 milyar dan
perbaikan di kota Sidikalang, Dairi Rp4 milyar atau total Rp81 milyar.
(M37/d)

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community
 

 


      Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke