Rizal menyatakan kesediaannya, namun dengan satu syarat: tidak bisa bekerjasama dengan Sri Mulyani. Artinya, jika Presiden Yudhoyono tetap angkat Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, ia tidak mau bergabung dengan kabinet.
Dalam perjalanan kabinet SBY 2004-2009, prediksi Rizal Ramli ternyata tepat. Adalah naif orang yang tidak mau mengakui bahwa perekonomian kita selama 5 tahun terakhir memang semakin Neo-lib. Di bawah kepemimpinan Sri Mulyani, utang Indonesia semakin menggunung. Ia pandai sekali mencari inovasi utang; SBN, SUN, ORI, SUKUK, Samurai Bond....... dan entah apa lagi namanya. Semua kertas surat itu, intinya, mempunyai makna yang sana sebenarnya, yaitu utang. Dan saat ini utang Indonesia sudah mendekati Rp 1.700 triliun. Luar biasa! http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=18390 Bang KT
