Kunjungan ke Desa Terpencil - Jalan Terjal Menanti di Lau Bah dan Rante Besi 

Menuju Desa Lau Lebah dan Rante Besi di Kecamatan Gunung Sitember
Kabupaten Dairi tidaklah mudah. Bagi yang belum pernah ke sana,
sepanjang jalan harus menahan napas dan jantung berdetak kencang. 
Betapa
tidak, kiri kanan ruas jalan terjal dan  terlihat jurang mendalam.
Kondisi jalan sangat terjal disertai tikungan patah serta jalan
berlubang dan becek. Kalau tidak dengan mobil gardang dua (double
cabin), jangan berharap bisa sampai ke desa tersebut.


Kepala Desa Lau Lebah, Tatap Karo-karo dan Kepala Desa Rante
Besi, Jusmin Ginting mengakui, hingga kini warganya masih berjalan kaki
jika hendak ke Desa Rante Besi dengan menempuh jarak 11 km. 
Ada
juga yang memakai jasa kuda beban dengan biaya angkut mencapai Rp
30.000 per karung dan ongkos orang Rp 10.000. Kadang pengusaha angkut
di daerah itu mau mengantar para warga yang akan berbelanja ke
Tigalingga dengan tarif hingga Rp 100.000.
Menurut Kepdes Lau
Lebah Tatap Karo-karo, sebanyak 163 KK di desanya masih jauh tertinggal
baik dari sektor pendidikan dan kesehatan. Apalagi desa itu belum
mendapat penerangan listrik PLN. 
Dia juga menuturkan,
sebelum dimekarkan pada tahun 2004 dari Desa Rante Besi, selama 54
tahun dusun lau Lebah belum pernah dikunjungi oleh pemerintah dari
Kabupaten dan Kecamatan. 
“Kami sangat bersyukur kepada
pemerintah atas kedatangannya dan berharap ke depan desa kami lebih
diperhatikan khususnya infrastruktur jalan,” kata Karo-karo.
Dalam
kunjungan itu, tim Sekda melakukan gotong royong pembersihan lokasi
sekolah, penanaman pohon, pengurusan KTP gratis dan kartu keluarga
(KK), pelayanan kesehatan gratis, pembuatan MCK, penyemprotan kandang
dan penyuntikan ternak,pembuatan kompos organik,  pelayanan KB gratis,
memperbaiki drainase dan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dan
pendidikan. 
Warga dari dua desa tersebut sangat bangga dan
bersyukur atas kedatangan pemerintah yang mau turun langsung melihat
dan mendengar keluhan masyarakat. Apalagi mereka mau tidur di rumah
warga selama dua hari. 
“Baru kali ini saya melihat pejabat
mau tidur di rumah warga, mencangkul dan bergotong-royong dengan
warga.  Pemerintah dulu datang aja sudah syukur,” kata G Sembiring, P
Tarigan dan Banurea mewakili tokoh masyarakat.
Kunjungan
tersebut merupakan program dari Pemkab Dairi peroide 2009-2014 yang
dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adineogoro
dan Irwansyah Pasi SH. 
Kunjungan intens pada Jumat dan
Sabtu (9-10/4), dilakukan dengan membagi 3 tim yakni tim Bupati, Wakil
Bupati dan Sekda. Pemkab turun melihat dan mendengar langsung keluhan
masyarakat sesuai dengan motto pembangunan “Bekerja Untuk Rakyat”,
“Tampil Sebagai Pelayan Bukan untuk Dilayani”. 

Sumber: 
http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=35103:kunjungan-ke-desa-terpencil-jalan-terjal-menanti-di-lau-bah-dan-rante-besi-bag-1&catid=32:sumut-dan-aceh&Itemid=58


Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke