Mejuah-juah,........
Salut buat Pemkab Dairi.......
Maju terus............
Dengan kerja keras, bahu membahu, pejabat turun ke lapangan, penyuluhan,
pendirian KUD, kecamatan Gunung Sitember akan bangkit....
Bujur,
Pa Andre Ginting - Bogor
Gunung Sitember nari
Alexander Firdaust wrote:
Kunjungan ke Desa Terpencil - Jalan Terjal Menanti di Lau Bah dan
Rante Besi
Menuju Desa Lau Lebah dan Rante Besi di Kecamatan Gunung Sitember
Kabupaten Dairi tidaklah mudah. Bagi yang belum pernah ke sana,
sepanjang jalan harus menahan napas dan jantung berdetak kencang.
Betapa tidak, kiri kanan ruas jalan terjal dan terlihat jurang
mendalam. Kondisi jalan sangat terjal disertai tikungan patah serta
jalan berlubang dan becek. Kalau tidak dengan mobil gardang dua
(double cabin), jangan berharap bisa sampai ke desa tersebut.
Kepala Desa Lau Lebah, Tatap Karo-karo dan Kepala Desa Rante Besi,
Jusmin Ginting mengakui, hingga kini warganya masih berjalan kaki jika
hendak ke Desa Rante Besi dengan menempuh jarak 11 km.
Ada juga yang memakai jasa kuda beban dengan biaya angkut mencapai Rp
30.000 per karung dan ongkos orang Rp 10.000. Kadang pengusaha angkut
di daerah itu mau mengantar para warga yang akan berbelanja ke
Tigalingga dengan tarif hingga Rp 100.000.
Menurut Kepdes Lau Lebah Tatap Karo-karo, sebanyak 163 KK di desanya
masih jauh tertinggal baik dari sektor pendidikan dan kesehatan.
Apalagi desa itu belum mendapat penerangan listrik PLN.
Dia juga menuturkan, sebelum dimekarkan pada tahun 2004 dari Desa
Rante Besi, selama 54 tahun dusun lau Lebah belum pernah dikunjungi
oleh pemerintah dari Kabupaten dan Kecamatan.
“Kami sangat bersyukur kepada pemerintah atas kedatangannya dan
berharap ke depan desa kami lebih diperhatikan khususnya infrastruktur
jalan,” kata Karo-karo.
Dalam kunjungan itu, tim Sekda melakukan gotong royong pembersihan
lokasi sekolah, penanaman pohon, pengurusan KTP gratis dan kartu
keluarga (KK), pelayanan kesehatan gratis, pembuatan MCK, penyemprotan
kandang dan penyuntikan ternak,pembuatan kompos organik, pelayanan KB
gratis, memperbaiki drainase dan penyuluhan tentang kesehatan
lingkungan dan pendidikan.
Warga dari dua desa tersebut sangat bangga dan bersyukur atas
kedatangan pemerintah yang mau turun langsung melihat dan mendengar
keluhan masyarakat. Apalagi mereka mau tidur di rumah warga selama dua
hari.
“Baru kali ini saya melihat pejabat mau tidur di rumah warga,
mencangkul dan bergotong-royong dengan warga. Pemerintah dulu datang
aja sudah syukur,” kata G Sembiring, P Tarigan dan Banurea mewakili
tokoh masyarakat.
Kunjungan tersebut merupakan program dari Pemkab Dairi peroide
2009-2014 yang dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Dairi KRA Johnny
Sitohang Adineogoro dan Irwansyah Pasi SH.
Kunjungan intens pada Jumat dan Sabtu (9-10/4), dilakukan dengan
membagi 3 tim yakni tim Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Pemkab turun
melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat sesuai dengan motto
pembangunan “Bekerja Untuk Rakyat”, “Tampil Sebagai Pelayan Bukan
untuk Dilayani”.
Sumber:
http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=35103:kunjungan-ke-desa-terpencil-jalan-terjal-menanti-di-lau-bah-dan-rante-besi-bag-1&catid=32:sumut-dan-aceh&Itemid=58
<http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=35103:kunjungan-ke-desa-terpencil-jalan-terjal-menanti-di-lau-bah-dan-rante-besi-bag-1&catid=32:sumut-dan-aceh&Itemid=58>
Salam Mejuah Juah
Karo Cyber Community