Medan,  (Analisa)        Musyawarah 
Daerah DPD II Partai  Golkar Kabupaten Karo yang  diselenggarakan di 
Kantor DPD I Golkar Sumut  Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Sabtu  (29/5), 
berhasil memilih Ferianta  Purba, untuk memimpin Partai Golkar periode  
2010-2015 di Kabupaten  Karo.

        Selain memilih Ketua DPD II Golkar Karo,  
juga dipilih tiga  formatur lainnya yakni, Terulin Ginting, Krisnan  
Sinulingga, dan Samudra  Ginting. Dari 13 Pimpinan Kecamatan Golkar se  
Kabupaten Karo, yang menggunakan  hak suara hanya 10. Sisanya, tiga  
kecamatan lagi seperti Kecamatan Karo Jahe,  Munthe dan Loba Lek tidak  
memilih.        Acara Musda dari awal hingga 
akhir  dikawal terus unsur DPD I  Golkar Sumut yakni, H Wagirin Arman 
selaku  Wakil Ketua Golkar Sumut, Drs H  Syamsul Qamar.        Usai  pelantikan 
hari itu juga, Wagirin berharap, Ketua 
DPD II  Golka Karo  segera melakukan konsolidasi partai baik internal 
maupun eksternal.           Malah, kata Wagirin, 
perbedaan pendapat harus segera   dipersatukan kembali dengan tidak 
memperburuk keadaan. "Karena  perbedaan  pendapat di Partai Golkar itu 
hal biasa," ucapnya. Selain  itu, dia berharap  seluruh kader Golkar di 
Karo bisa memahami dan  menjembatani setiap permasalahan  apapun yang 
terjadi di masyarakat.         "Kader Golkar 
harus bisa menyerap aspirasi  masyarakat sekecil  apapun. Jika tak bisa 
dipecahkan di kecamatan, lapor  ke kabupaten/kota. Dari  kabupaten/kota 
lapor ke DPD I Golkar Sumut.  Kita harus bisa memahami  permasalahan 
masyarakat. Karena Suara Rakyat  Suara Golkar dan Suara Golkar Suara  
Rakyat," tegas Wagirin.        Ditolak
        Sementara, Musda  Golkar Karo yang digelar 
itu ternyata ditolak  tiga Pimpinan Kecamatan  (PK). Alasannya, Musda 
yang digelar di kantor DPD I  Golkar Sumut di  Medan itu dinilai tidak 
sah dan cacat hukum. Itu dikatakan  ketiga Ketua  PK Golkar Karo, 
masing-masing Garut Terang Malem Tarigan sebagai PK   Munthe, Ketua PK 
Barus Jahe Firma Barus dan Ketua PK Lau Baleng Jendita  Tarigan  dan 
Sekretarisnya Sutanta Sembiring.        Ketiganya
  mengakui kalau Musda VIII DPD II Golkar Karo telah  digelar 24 dam 25 
 Mei 2010 lalu. Tapi diskors karena masa kepengurusan di tiga  PK telah 
 habis. Atas kondisi tersebut, DPP Golkar kemudian mengeluarkan surat   
dengan nomor: B-460/Golkar/2010. Isinya DPP Golkar meminta kepada DPD I 
 Golkar  Sumut untuk melakukan mediasi agar Musda VIII Golkar Karo bisa 
 terlaksana.  Kemudian DPD II Golkar Sumut agar melaksanakan Musyawarah 
 Kecamatan, sebelum  melaksanakan Musda DPD II Golkar.        Sedangkan panitia 
Musda DPD II Golkar Karo, Teruling  
Ginting  mengatakan, Musda memilih secara aklamasi Ferryanta Purba  
sebagai ketua  terpilih. Formatur diberi waktu hingga 11 Juni untuk  
membentuk kepengurusan DPD  II Partai Golkar Karo. Menurutnya, Musda  
diikuti oleh 13 dari 17 Pengurus  Kecamatan. "Ini sudah quorum dan tidak
  ada masalah," ucapnya.        Disinggung 
penolakan 3 PK  atas hasil Musda, Teruling  mengatakan, pihaknya sudah 
memberikan waktu  kepada panitia sebelumnya hingga 15  Mei 2010. Tapi, 
kepanitiaan tidak  melaksanakan Musda. "Untuk itulah DPD I Golkar  Sumut
 akhirnya mengambil  alih panitia dan melaksanakan Musda di Medan," 
katanya.  Panitia,  lanjut Teruling, juga telah memberikan kesempatan 
kepada ketua   demisioner, Paulus Sitepu untuk mengikuti Musda, tapi 
yang bersangkutan  walk  out. (nai)
Sumber: 
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=56779:feriyanta-purba-ketua-golkar-kabupaten-karo-2010-2015&catid=31:umum&Itemid=30
Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke