Bang Tongat banyak dapat pujian begitu juga kali makian. Tapi itulah suka-duka pejabat publik. Ngogesa pasti tau sendiri pujian yang betul, begitu juga makian yang berupa kritik membangun. Pujian bisa juga bikin tidur, tapi bisa juga nambah tinggi semangat juang. Tergantung orangnya. Tapi makian atau kritik sudah pasti bikin bangun, sudah pasti. Dan bangun . . . adalah penting, dalam membangun Langkat dan membangunkan rakyat Langkat untuk bersama menggiatkan kehidupan dan pembangunan dalam semua bidang. Ada beberapa forum pemekaran Langkat, a l juga Langkathulu, seperti Aru. Pemekaran sejalan dengan cita-cita pembangunan dan perkembangan. Tidak ada sama sekali yang bertentangan disini, artinya antara pemekaran dan pembangunan serta perkembangan. Yang bisa bertentangan ialah pikiran Bang Tongat sebagai bupati. Pikiran dan sikapnya merupakan katalisator yang sangat kuat, bikin maju atau bikin mundur cita-cita pemekaran. Dia akan menjadi tonggak sejarah Langkat kalau dia menjadikan dirinya pembuka jalan indah bagi Langkat, seperti halnya Gus Dur yang membuka perubahan baru secara nasional dalam hal pemekaran daerah. Banten, Gorontalo, Babel, adalah sejarah yang dibuka oleh Gus Dur. Bang Tongat bisa berperanan sama di Sumut, bukan hanya Langkat tapi bahkan Sumut, dengan memelopori semua pemekaran Sumut dimulai dari Langkat. Dengan adanya sikap baru pemerintah sekarang yaitu dengan 'masa peralihan' maka sekarang juga sudah bisa dimulai pemekaran Langkat, dimulai dengan Langkathulu dan Teluk Aru. Dan pemekaran bukan hanya sejalan dengan perubahan, perkembangan dan pembangunan, tetapi juga pasti menambah semangat dan kegairahan membangun bagi rakyat daerah yang dengan pemekaran beratti mereka mendapatkan anugerah psikologis yang sangat tinggi, yaitu PENGAKUAN DAN RESPEK. Dua kata ini (pengakuan dan respek) adalah bagian terpenting dari HAM. Dulu tidak begitu dihiraukan, terutama di negeri berkembang. Dan telah menjadi salah satu sebab penting perang etnis. Tanpa pengakuan dan respek, pasti yang menonjol ialah KETIDAKADILAN. Dan itulah PERANG atau sumber perang, perang apa sajapun, termasuk dua perang dunia. Tetapi sekarang hanya ada perang etnis, kapan saja dan dimana saja bisa terjadi, karena pikiran dan sikap mengabaikan PENGAKUAN DAN RESPEK tadi masih sering terjadi. Disini pengakuan dan repek atas budaya/kultur tiap etnis serta DAERAHNYA atau tanah ulayatnya. Pemekaran daerah adalah PENGAKUAN DAN RESPEK atas etnis daerah dan daerahnya. Orang China dan Yahudi tak punya daerah di Indonesia, tetapi mereka punya negeri China dan Israel. Mereka mencintai negerinya, seperti tiap etnis Indonesia juga mencintai daerahnya, dan dengan jalan itu pula mencintai nation Indonesia. Tidak mungkin mencintai nation Indonesia kalau daerah sendiripun tak kita cintai. Dari daerah ke nasional dan ke global. Bujur ras mejuah-juah MUG
--- In [email protected], Alexander Firdaust <daustco...@...> wrote: Pangkalan Brandan (SIB) Warga Teluk Aru Pangkalan Brandan (Kecamatan Gebang, Babalan P Brandan, Sei Lepan, Brandan Barat, Besitang, Pangkalansusu dan Kecamatan Pematang Jaya), Langkat, bersama masyarakat yang bergabung dalam Forum Pembentukan Kabupaten Teluk Aru (pemekaran) dengan tegas menyatakan, tetap mendukung kepemimpinan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu hingga akhir jabatannya tahun 2014. Hal itu diungkapkan H Yan Syahrin SE, selaku Ketua Forum Pembentukan Kabupaten Teluk Aru yang juga Ketua Fraksi Gabungan DPRD Sumut, Sabtu(3/7) di pendopo kediamannya Jalan Datok Kelurahan Pelawi Utara Kecamatan Babalan Pangkalan Brandan. Menurut Yan Syahrin.SE, dukungan tersebut bukanlah merupakan isapan jempol atau ABS(Asal Bapak Senang) tapi didasari alasan dan argumentasi yang didukung faktai dan data aotentik yang representatife melalui pengamatan forum atas kinerja Ngogesa Sitepu sejak terpilih jadi Bupati Langkat terhitung mulai tahun 2009, hingga kini. Yan Syahrin didampingi sejumlah tokoh dan elit politik di Wilayah Teluk Aru antara lain menyatakan, ada beberapa prestasi dan keberhasilan yang berhasil diraih dan pantas mendapat acungan jempol sejak Ngogesa Sitepu memimpin Kabupaten Langkat, antara lain: Kabupaten Langkat berhasil meraih Adipura yang diterima 8 Juni 2010 lalu, Langkat telah menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha di bidang tertib lalulintas, dan Kabupaten Langkat menduduki nomor urut 7 terbaik ditingkat Nasional dalam masalah Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Sedangkan untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Langkat dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRJ) tahun 2009 lalu meraih predikat stand pameran terbaik pertama (I), dan di tahun 2010, Stand Pameran Langkat merupakan stand yang paling banyak mendapat kunjungan dalam PRJ. Terbukti bahwa Ngogesa Sitepu adalah putra Langkat terbaik yang dipilih rakyat tanpa rekayasa menjadi Bupati Langkat. Untuk itu. mari kita hormati dan kita junjung tinggi hasil demokrasi tersebut,â tegas Yan Syahrin. Menyinggung adanya riak-riak, dan berbagai bentuk kekecewaan, sorotan maupun ketidakpuasan di tengah-tengah kepemimpinan Ngogesa dan kinerjanya sebagai Bupati Langkat, anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Gerindra itu dengan tegas menyatakan, hal itu boleh-boleh saja, karena itu merupakan salah satu dinamika dalam bernegara, tapi yang perlu diingat bahwa Ngogesa Sitepu baru satu tahun jadi Langkat dan dia juga adalah manusia biasa yang tidak luput dari berbagai kelemahan. Karena itu berbagai kritisi, masukan yang sifatnya konstruktif sudah waktunya kita lakukan terhadap kinerja Bupati Langkat dalam menuju perubahan untuk kebaikan Langkat dan masyarakatnya ke depan. âBahkan Forum juga telah meginventarisir berbagai bentuk kelemahan yang masih ditemukan dalam era kepemimpinan Ngogesa antara lain dalam bidang pendidikan, dimana sudah waktunya Kadis P dan P Langkat yang telah banyak mendapat sorotan, agar segera menjadi perhatian serius Bupati Langkat,termasuk dalam beberapa sektor lain. Ke depan Forum minta agar Bupati Langkat dapat segera menyikapi hal tersebut dalam upaya menuju perbaikan ke arah perubahan,â tambah Yan Syahrin yang diamini oleh rekan-rekan elit politik dari berbagai kecamatan yang ada di Langkat. Selaku ketua forum dia mengajak dan menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merapatkan barisan, menyatukan fisi dan misi untuk mendukung kepemimpinan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu dalam arti yang positif dan tidak membabi buta, juga turut serta berperan aktif memberikan berbagai kritisi yang sifatnya membangun hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2014. (M.38/g) Sumber: http://hariansib.com/?p=129449 Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
