Assalamu'alaikum w.w.

Sebenarnya saya tidak keberatan dengan debat terbuka saling berbantahan ini
dan saling menyalahkan. Kata-kata anda salah memahami, anda keliru, itu
hadits palsu, dll, adalah kata-kata argumen yang sah-sah saja.

Akan tetapi mengejek orang lain (lawan) dengan sifatnya dan kemampuan
dasarnya, yaitu dungu, bodoh, dll, adalah bukan akhlak yang baik menurut
saya. Saya tidak tahu apakah kata-kata ini kita bebaskan beredar di milis
tasawuf ini. Bukankah di milis ini kita mencoba melatih hati kita agar
menjadi lebih baik dan lebih peka terhadap kebenaran dan keindahan Islam.
Kalau sering kita mempergunakan kata-kata kotor, dalam berdiskusi dan
menyerang pendapat lawan dengan bebas dan penuh emosi tanpa menghormati
"lawan", maka tentunya emosi dan nafsu kita jadi muncul. Bukankah ini sudah
menyimpang dari salah satu tujuan tasawuf, yaitu untuk mengendalikan hawa
nafsu kita ?. 

Dari awal saya sudah menduga ini akan terjadi, makanya saya ingatkan
tentang kemungkinan perdebatan dengan bung Nadri ini yang tidak segan-segan
mengeluarkan kata-kata kasar terhadap lawannya dalam berdebat. Ini juga
yang menjadi salah satu alasan (kalau tidak salah) mengapa Bung Nadri
dikeluarkan dari milis Rantaunet, seperti juga Bung Jusfiq Hajar Sutan
Marajo Lelo (Bukan maksud saya ghibah, hanya untuk memberi penjelasan
terhadap orang yang sangat terkenal di Apakabar. Saya sendiri pengagum
Jusfiq untuk semngat demokrasi dan HAM-nya, akan tetapi saya tolak
kebiasaan caci makinya. Ma'afkan saya jika ungkapan ini ) yang sering
berkata kasar dan kotor, walaupun dari segi isi pembicaraannya punya nilai
positif. 

Saya melihat Bung Nadri sudah makin emosi dalam menjawab serangan terhadap
dirinya. Orang hanya sampai mengatakan salah, palsu, atau dusta, yang
merupakan kesimpulan logiga, bukan penilaian emosi. Tetapi Bung Nadri sudah
sampai mengejek orang dengan dungu. Kalau dia ganti dengan kata-kata salah,
mungkin ini masih dalam argumen, dan dia bisa membuktikan darimana letak
kesalahannya, dan kita masih menggunakan rasio. tetapi kalau sudah mengejek
orang dengan dungu, maka tidak perlu penjelasan lagi.

Saya kembali bertanya kepada administrator, apakah cara-cara emosional ini
akan dibiarkan terus berlanjut.

Saya sendiri melihat apa yang selama ini ditulis bung Nadri lebih banyak
kampanye dan menjelaskan Ahmadiyahnya. Saya belum lihat tanggapan dia
tentang topik-topik tasawuf yang selama ini ramai diperbincangkan, seperti
Thariqat, Mursyid, Guru Sufi, Bertemu Diri, dll. Bung Nadri seperti tidak
peduli dengan hal itu, dan asyik dengan kampanye pemahaman Ahmadiyahnya.

Okelah kalau memang seperti dugaan Pak Sunarman bahwa MGA adalah seorang
yang telah "Bertemu Diri". Kita abaikan perdebatan klaim istilah Nabi atau
rasul. Kita terima penurunan makna Nabi dan rasul dari yang selama ini kita
pahami. Lantas kalai dia seorang Guru Sufi, sebaiknya Bung Nadri jika
berkontribusi baik dalam milis ini sebaiknya mengemukakan ajaran-ajaran
yang bernuansa Tasawuf dalam Ahmadiyahnya. Saya kira kita hentikan
perdebatan istilah Nabi dan Rasul yang tidak membawa syari'at ini. Mari
kita bahas yang kita sama punya common platform. Kita mengkhususkan hanya
membahas yang berhubungan dengan tasawuf, bukan debat Nabi atau rasul
setelah Nabi Muhammad SAW.

Kita biarkan Bung Nadri dengan keyakinannya, dan bung Nadri tidak
memaksakan kita harus percaya kepadanya dan orang yang tidak percaya MGA
sebagai Nabi atau Rasul jangan dituduh sebagai orang dungu. 

Kalau berdebat dan menuduh dan mengejek orang dengan bebas, dan berdebat
dalam mencari menang kalah, sekali lagi saya sarankan sebaiknya bukan di
milis ini, silahkan di Apakabar atau milis lain. Tetapi berdebat dalam
kerangka mencari kebenaran dan tetap menghormati lawan berdebat kita serta
berhusnuzhan, saya kira tetap bisa dilakukan dalam milis ini, seperti
misalnya Debat yang bagus antara Mas Ali Abidin dengan Pak Sunarman dalam
berbagai topik, yang mengerahkan segala ilmu dan logikanya dalam mencari
kebenaran. masing-masing saling mencari pendekatan dan mencari berbagai
pendekatan dalam menerangkan argumennya dengan tetap tidak menutup
kemungkinan "lawannyya" mungkin lebih benar. Kita menikmati perdebatan
seperti itu dan menambah wawasan dan pengetahuan kita secara positif.
tetapi kalau dilihat cara Bung nadri, tidak memberikan "nilai" positif,
malah seperti menantang untuk berkelahi dan bermusuhan, misalnya kalau
perlu dengan mubahalah, untuk mencari siapa yang menang dan kalah. Saya
kira tujuan Islam bukan mencari menang kalah, tetapi berdakwah dengan 'arif
dan bijaksana, dan seperti nabi Muhammad SAW, yaitu lebih mengutamakan
dakwah dengan Uswah hasanah (contoh teladan yang baik).

Sekian saja saran saya sekali lagi tentang Bung Nadri dan Ahmadiyahnya.

Wassalamu'alaikum w.w.
Satria Iman Pribadi.


----------
> From: Nadri Saadudin <[EMAIL PROTECTED]>
> To: 'Tasawuf' <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [Tasawuf]  [ 3/3] RE: [Tasawuf] Mirza Ghulam Ahmad, Nabi? Attn.
Bung Yogi Ahmad....
> Date: Sunday, March 14, 1999 5:17 PM
> 
> Bismillahirrahmanirrahim,
> Assalamu'alaikum wr.wb.
> 
> ----------
> From:         Yogi Ahmad
> Erlangga[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Saturday, March 13, 1999 10:20 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Tasawuf] Mirza Ghulam Ahmad, Nabi?
> 
> [3/3] TANGGAPAN  KETIGA......
> 
> Yogi:
> >Banyak hadits yang menerangkan tentang khataman-anbiya,
> >misalnya: Aku diutus Allah untuk menyebarkan wahyuNya ke 
> >seluruh dunia.Dan garis   kenabian berakhir padaku (Muslim)
> > ..."Aku Muhammad, Nabi yang ummi" dan diulangnya kalimat itu
> >tiga kali. Dan berkata :"Tidak akan ada Nabi setelahku" (Ahmad)
> 
> NS:
> Hadits yang anda sebutkan itu bukanlah menunjukkan  bahwa tidak
> ada nabi sesudah Muhammad SAW dalam pengertian mutlak.
> Kenabian  yang membawa syari'at memang telah berakhir pada diri
> Muhammad SAW , tetapi Nabi yang tidak membawa syari'at akan
> senantiasa muncul sepeninggal Muhammad SAW.  Bukankah Rasulullah
> SAW menubuwatkan kedatangan Isa ibnu Maryam sebagai imamukum
> minkun (imam diantara kamu)  yang akan memecah salib dan
> membunuh babi diakhkir zaman?  Apakah anda kira Isa ibnu Maryam
> itu bukan seorang Nabi yang  kedatangannya  tidak sesudah
> Muhammad SAW? Kalau begitu Rasulullah sendiri sebagaimana beliau
> katakan bukanlah "penutup nabi-nabi" sebagaimana diyakini secara
> keliru oleh sebagian besar umat Islam, bukan?
> 
> Yogi:
> >Dan seterusnya. Mungkin kita bisa berkilah, MGA itu mengaku
> >dirinya sebagi Nabi Isa, dan Nabi Isa itu datang sebelum Nabi,
> >SAW, jadi MGA bukan nabi baru. Ada banyak riwayat yang
> >menerangkan tentang kedatangan al-Masih. Beberapa diantaranya
> >diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
> 
> NS:
> Disinilah kebodohan sebagian Ulama-Ulama Islam yang mengatakan
> bahwa Nabi Isa yang datang  sesudah Muhammad SAW adalah
> "seorang nabi lama"  yang mereka yakini masih hidup diatas langit
> hingga kini.  Mereka lupa bahwa Nabi Isa yang datang sebelum
> Muhammad SAW itu adalah terbatas untuk kaum Yahudi  dan dia
> juga telah wafat  dan orang yang wafat sama sekali tidak akan
> datang lagi kecuali pada saat  berbangkit di hari kiamat kelak.
> 
> Nabi Isa yang akan datang sesudah nabi Muhammad SAW itu adalah
> semisal Nabi Isa dikalangan kaum Yahudi yang datang sesudah
> Musa.  Sebagaiamana Nabi Isa yang datang kepada kaum Yahudi itu
> bukanlah Nabi yang membawa syari'at , Nabi Isa yang datang dari
> kalangan umat Islam itu juga tidak membawa syari'at.  Sebagaimana
> Isa  Israeli memakai Kitab Taurat, Isa al Masih pada umat Islam
> juga memakai Kitab Suci Al-Qur'an. Seperti Isa Israeli adalah
> pengikut Nabi Musa , Isa al Masih yang dijanjikan Rasulullah
> adalah  pengikut dari Nabi Muhammad SAW.
> 
> Yogi:
> >Tapi tahukah anda apa yang terjadi bagi ummat Islam yang
> >mentaatinya disaat kedatangannya. Kemenangan besar!! Yahudi dan
> >Nashrani dikalahkan dimanapun mereka bersembunyi. ( Dalam satu
> >riwayat disebutkan bahkan batu-batu tempat mereka bersembunyi
> >pun mengatakan tempat persembunyiaannya ). Babi-babi dan minuman
> >keras dibersihkan.
> 
> NS:
> Wah-wah.... begitu dungunya anda memahami kedatangan Isa al Masih
> itu. Apakah anda kira Isa al Masih akan memerangi orang-orang
> Kristen dan menghancurkan gereja?  Apakah anda memahami bahwa
> Isa al Masih akan memburu dan membunuhi orang-orang Kristen dan
> memaksanya memeluk agama Islam? Kalau begitu keadaannya tentu
> saja Isa yang anda tunggu-tunggu  bukanlah hendak memajukan dan
> menghidupkan agama Islam, tetapi malah bertindak melawan Islam.
> Tentu saja hal itu bertentangan dengan apa yang diajarkan Nabi
> Muhammad SAW  dan jelas yang demikian adalah tidak benar sama
> sekali.  Anda karena kedunguan anda telah memahami Hadist ini
> secara keliru pula.
> 
> Lagi anda mengatakan bahwa Isa al Masih akan  berburu babi dan
> dan kemudian membunuhnya. Selanjutnya   menghancur paksakan
> minuman-minuman keras... Itukah tugas yang dibebankan Allah
> kepada Isa al Masih itu?  Ya Allah kasihanilah umat Engkau yang
> berpikiran sempit dan keliru ini!   Nabi Isa hanya diutus Allah
> untuk berburu dan membunuh babi....!
> 
> Yogi:
> >Sudahkan hal-hal seperti ini terjadi selama kedatangan MGA?
> >Sungguh malang!! Nabi yang satu ini bukan saja tidak pernah
> >menaklukan Yahudi dan Nashrani tetapi malah bersekongkol dengan
> >Inggris di Pakistan. Bahkan sekarang kekhalifahannya pun di
> >London. Disana (Inggris) babi dan arak diperjualbelikan secara
> >bebas.
> 
> NS:
> Jemaat Ahmadiyah tidak akan menaklukan orang-orang secara fisik
> baik itu orang-orang Nasrani ataupun Yahudi.  Jemaat Ahmadiyah
> menaklukkan orang-orang secara rohani.  Kami mementingkan  isi
> bukan kulit , karena kami yakin orang yang mendapatkan isi jelas
> mendapatkan kulitnya sementara orang yang mendapatkan kulit
> belum tentu akan mendapatklan isinya.
> 
> Kendatipun Jemaat Ahmadiyah berada dinegeri kafir  dan
> kebanyakan mereka beragama Kristen  namun kaki sediktpun tidak
> terpengaruh dengan mereka dan setiap saat kami melancarkan
> tabligh Islam kepada mereka tanpa merasa perlu takut dengan
> mereka. Selama 24 jam terus menerus Jemaat Ahmadiyah mengudara
> dalam siaran Televisi mereka (MTA)   untuk menyampaikan
> kebenaran-kebenaran Islam keseluruh dunia.  Tidak ada satupun
> organisasi Islam dimanapun di dunia ini yang sanggup mengelola
> Siaran Televisi  sebagaimana yang dilalukan oleh Jemaat
> Ahmadiyah ini.  Betapa mungkin kita bisa menafikan bahwa Jemaat
> Ahmadiyah ini memang Jemaat Ilahi yang tentu saja Allahlah yang
> mengatur dan memajukannya....Ini bukan usaha manusia tetapi
> memang  kemauan Allah Taala.
> 
> Yogi:
> >Saya menyimpulkan:
> >1. Jika ia mengaku nabi, maka sesungguhnya ia seorang pendusta
> >karena tidak ada nabi setelah Nabi, SAW, apapun bentuk
> >kenabiannya. Jika ada yang mengakui kenabiannya maka
> >sesungguhnya ia telah keluar dari Islam, dan wajib diperangi
> >sebagaimana Abu Bakar memerangi al-Kadzab.
> 
> >2. Jika ia mengaku sebagai Nabi Isa, maka sesungguhnya ia pun
> >seorang pendusta, karena sesungguhnya selama kedatangannya apa
> >yang Rasul, SAW terangkan perihal kedatangannya tidak pernah
> >tercapai.
> 
> Nadri:
> Telah berlalu banyak Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi yang diutus oleh
> Allah sebelum masa ini, dan  tidak ada seorang rasul ataupun
> nabi yang diterima oleh kaumnya kecuali mendapat tantangan dan
> olok-olok dari mereka. Tidak ada seorang Nabipun yang tidak
> didustakan oleh mayoritas kaumnya. Tidak terkecuali Nabi
> Muhammad SAW. Penolakan dan  pendustaan terhadap Mirza Ghulam
> Ahmad oleh sebagaian besar umat Islam, dizaman ini adalah suatu
> bukti kebenaran beliau.  Beliau  telah mewarsi apa yang dialami
> pendahulu beliau,  dan junjungan beliau Muhammad SAW juga
> mengalami hal serupa.
> 
> Tidak akan beriman orang kafir itu kecuali  onta masuk  kelubang
> jarum.... Begitu sulitnya  untuk mengimani seorang Nabi atau Rasul
> dan  orang-orang Ahmadi memang telah menjadikan dirinya sebagai
> tepung onta yang masuk kelobang jarum.... Alhamdulillah Allah
> memberikan kekuatannnya kepada kami.
> 
> Yogi:
> >Perihal rujak, ada suatu hal semestinya diingat. Jika rujak itu
> >adalah Islam dan rasanya pedas waktu disampaikan oleh Nabi,
> >karena dibuat dengan cabe 10 butir, gula merah 1 gandu, terasi
> >satu sendok teh, dan asam satu biji, maka sampai kapanpun Islam
> >akan terasa pedas. Jika ada yang mengatakan agak pedas maka
> >sesungguhnya ia belum berislam. Dan jika ia tambahkan 10 butir
> >cabe lagi lalu mengatakan pedas, maka ia berkata dusta,
> >karena semsetinya lebih pedas dan yang lebih pedas itu bukan
> >Islam. Jika Islam itu pedas maka selamanya akan pedas, tidak akan
> >tidak pedas, agak pedas, sangat pedas, apalagi asin!!!!
> 
> NS:
> Sebuah analog yang konyol penuh kedunguan!
> Ajaran Islam dianalogkan dengan "rujak" !
> Islam bukanlah semisal rujak yang diolah dan dibuat oleh manusia.
> Islam adalah agama Allah   dan  betapa  tololnya orang ini
> menyamakan agama yang dianutnya dengan rujak yang diaduk-aduk
> dan diobok-obok   dengan cabe dan terasi ....
> 
> Kasihan!
> 
> Mohon maaf .....
> 
> Wassalamu'alaikum wr.wb.
> Nadri Saaduddin
> Jalan Rambutan B-32,
> Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884
> Riau Daratan INDONESIA
> ------------------------------------------------------
> [EMAIL PROTECTED]
> ------------------------------------------------
> THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER.
> LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE.....!
> Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.....
> For further detail contact Ahmadiyya Mission  over the world.
> ------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke