Assalamu'alaikum w.w.
Dari semula milis ini bermaksud menampung semua aliran Islam yang ada
untuk bertukar pandangan mengenai tasawuf, sehingga dapat menjadi
cerminan wajah kesatuan Islam meskipun kita berbeda-beda pemahaman.
Karena berbagai aliran ada di sini, tentu tidak etis kalau:
{1) menghina atau memberi penilaian negatif terhadap sesuatu aliran,
(2) memuji-muji atau mempromosikan alirannya sendiri.
(3) merasa bahwa aliran atau pendapatnya sendiri merupakan
satu-satunya kebenaran.
Kami tidak ingin dengan sewenang-wenang mengeluarkan seseorang dari
milis ini, namun kepada semua rekan-rekan, dengan ini dihimbau agar
menyadari akibat dari ketiga jenis perbuatan itu, dan tidak lagi
mengulanginya. Siapapun memang ditakdirkan untuk berbuat kekeliruan,
tetapi sebaik-baik manusia ialah ia yang memperbaiki kekeliruannya.
Dan sesuatu yang tidak 'fit' dengan lingkungan, itulah yang dianggap
keliru.
Kepada rekan yang merasa getol mempromosikan alirannya, kami mohon
agar baik isi maupun format tulisannya dirubah, hingga tidak lagi
menampilkan identitas aliran.
Assalamu'alaikum w.w.
Moderator
Satria Iman Pribadi wrote:
> Sebenarnya saya tidak keberatan dengan debat terbuka saling berbantahan ini
> dan saling menyalahkan. Kata-kata anda salah memahami, anda keliru, itu
> hadits palsu, dll, adalah kata-kata argumen yang sah-sah saja.
>
> Akan tetapi mengejek orang lain (lawan) dengan sifatnya dan kemampuan
> dasarnya, yaitu dungu, bodoh, dll, adalah bukan akhlak yang baik menurut
> saya. Saya tidak tahu apakah kata-kata ini kita bebaskan beredar di milis
> tasawuf ini. Bukankah di milis ini kita mencoba melatih hati kita agar
> menjadi lebih baik dan lebih peka terhadap kebenaran dan keindahan Islam.
> Kalau sering kita mempergunakan kata-kata kotor, dalam berdiskusi dan
> menyerang pendapat lawan dengan bebas dan penuh emosi tanpa menghormati
> "lawan", maka tentunya emosi dan nafsu kita jadi muncul. Bukankah ini sudah
> menyimpang dari salah satu tujuan tasawuf, yaitu untuk mengendalikan hawa
> nafsu kita ?.
>
> Dari awal saya sudah menduga ini akan terjadi, makanya saya ingatkan
> tentang kemungkinan perdebatan dengan bung Nadri ini yang tidak segan-segan
> mengeluarkan kata-kata kasar terhadap lawannya dalam berdebat. Ini juga
> yang menjadi salah satu alasan (kalau tidak salah) mengapa Bung Nadri
> dikeluarkan dari milis Rantaunet, seperti juga Bung Jusfiq Hajar Sutan
> Marajo Lelo (Bukan maksud saya ghibah, hanya untuk memberi penjelasan
> terhadap orang yang sangat terkenal di Apakabar. Saya sendiri pengagum
> Jusfiq untuk semngat demokrasi dan HAM-nya, akan tetapi saya tolak
> kebiasaan caci makinya. Ma'afkan saya jika ungkapan ini ) yang sering
> berkata kasar dan kotor, walaupun dari segi isi pembicaraannya punya nilai
> positif.
>
> Saya melihat Bung Nadri sudah makin emosi dalam menjawab serangan terhadap
> dirinya. Orang hanya sampai mengatakan salah, palsu, atau dusta, yang
> merupakan kesimpulan logiga, bukan penilaian emosi. Tetapi Bung Nadri sudah
> sampai mengejek orang dengan dungu. Kalau dia ganti dengan kata-kata salah,
> mungkin ini masih dalam argumen, dan dia bisa membuktikan darimana letak
> kesalahannya, dan kita masih menggunakan rasio. tetapi kalau sudah mengejek
> orang dengan dungu, maka tidak perlu penjelasan lagi.
>
> Saya kembali bertanya kepada administrator, apakah cara-cara emosional ini
> akan dibiarkan terus berlanjut.
>
> Saya sendiri melihat apa yang selama ini ditulis bung Nadri lebih banyak
> kampanye dan menjelaskan Ahmadiyahnya. Saya belum lihat tanggapan dia
> tentang topik-topik tasawuf yang selama ini ramai diperbincangkan, seperti
> Thariqat, Mursyid, Guru Sufi, Bertemu Diri, dll. Bung Nadri seperti tidak
> peduli dengan hal itu, dan asyik dengan kampanye pemahaman Ahmadiyahnya.
>
> Okelah kalau memang seperti dugaan Pak Sunarman bahwa MGA adalah seorang
> yang telah "Bertemu Diri". Kita abaikan perdebatan klaim istilah Nabi atau
> rasul. Kita terima penurunan makna Nabi dan rasul dari yang selama ini kita
> pahami. Lantas kalai dia seorang Guru Sufi, sebaiknya Bung Nadri jika
> berkontribusi baik dalam milis ini sebaiknya mengemukakan ajaran-ajaran
> yang bernuansa Tasawuf dalam Ahmadiyahnya. Saya kira kita hentikan
> perdebatan istilah Nabi dan Rasul yang tidak membawa syari'at ini. Mari
> kita bahas yang kita sama punya common platform. Kita mengkhususkan hanya
> membahas yang berhubungan dengan tasawuf, bukan debat Nabi atau rasul
> setelah Nabi Muhammad SAW.
>
> Kita biarkan Bung Nadri dengan keyakinannya, dan bung Nadri tidak
> memaksakan kita harus percaya kepadanya dan orang yang tidak percaya MGA
> sebagai Nabi atau Rasul jangan dituduh sebagai orang dungu.
>
> Kalau berdebat dan menuduh dan mengejek orang dengan bebas, dan berdebat
> dalam mencari menang kalah, sekali lagi saya sarankan sebaiknya bukan di
> milis ini, silahkan di Apakabar atau milis lain. Tetapi berdebat dalam
> kerangka mencari kebenaran dan tetap menghormati lawan berdebat kita serta
> berhusnuzhan, saya kira tetap bisa dilakukan dalam milis ini, seperti
> misalnya Debat yang bagus antara Mas Ali Abidin dengan Pak Sunarman dalam
> berbagai topik, yang mengerahkan segala ilmu dan logikanya dalam mencari
> kebenaran. masing-masing saling mencari pendekatan dan mencari berbagai
> pendekatan dalam menerangkan argumennya dengan tetap tidak menutup
> kemungkinan "lawannyya" mungkin lebih benar. Kita menikmati perdebatan
> seperti itu dan menambah wawasan dan pengetahuan kita secara positif.
> tetapi kalau dilihat cara Bung nadri, tidak memberikan "nilai" positif,
> malah seperti menantang untuk berkelahi dan bermusuhan, misalnya kalau
> perlu dengan mubahalah, untuk mencari siapa yang menang dan kalah. Saya
> kira tujuan Islam bukan mencari menang kalah, tetapi berdakwah dengan 'arif
> dan bijaksana, dan seperti nabi Muhammad SAW, yaitu lebih mengutamakan
> dakwah dengan Uswah hasanah (contoh teladan yang baik).
>
> Sekian saja saran saya sekali lagi tentang Bung Nadri dan Ahmadiyahnya.
>
> Wassalamu'alaikum w.w.
> Satria Iman Pribadi.
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)