Pak Panca:
Ass'wr'wb
terima kasih mas Gus Lim
Sebatas kata, pikiran dan perasaan memang begitulah Ia Yang Maha
Baik itu
dokter yang saya cari.
Tapi saya khawatir yang terucap, terpikir dan terasa itu bukan
sebenar-benarnya Ia Yang Maha Baik, karena yaitu tadi botol
pikiran, botol
ucapan, dan botol perasaan saya kan retak, kotor atau malah
sebenarnya saya
tidak punya botol. mungkin hanya fatamorgana kata, fatamorgana
pikir dan
fatamorgana rasa. kata,pikir dan rasa membuka pintu tapi
fatamorgana.
Masalahnya adalah bagaimana agar benar dan nyata betul bahwa
dokter itu
mengobati.
Tks
Salam,
Pak kita sama-sama kotor dan lemah tak berdaya, tapi jangan lupa untuk
bersyukur, karena rasa kotor dan bersalah kita juga adalah Kehendak-Nya,
adalah Rahmat-Nya yang tiada terkira bagi kita. Tanda bagi kita akan
kehadiran-Nya. Tanda untuk memperbaiki jiwa kita. Tanda bagi kita untuk
mulai berjalan menuju-Nya, jalan yang telah Ia hempangkan dihadapan
kita. Dari kekotoran kita ini mari berjalan, Ia menanti kita di ujung
jalan.
Adakah jalan ini realita atau fatamorgana? Yang bisa kita lakukan
hanyalah berusaha sekuat tenaga memalingkan wajah kita pada-Nya,
Selebihnya hanya Kasih dan Sayang-Nyalah yang dapat menyelamatkan kita.
Salam,
Gus Lim
Nb. Dengan sejuta maaf bahwa ini baru keluar dari akal luar saya, semoga
Allah mengampuni saya. Amiin
Pak Panca:
Ass' wr'wb'
masalahnya kotorannya sendiri belum teridentifikasi,
nambah
terus, malah
mungkin yang sebenarnya kotorran dianggap bukan kotoran
karena
sudah saking
terbiasanya.
akhirnya yang saya pegang hanyalah sedikit kesiapan
untuk
dibersihkan oleh
siapa yang mengenal betul kotoran-kotoran tsb dan tahu
betul
cara
membersihkannya dan sampai seberapa tingkat
kebersihannya. Itu
kali dokter
yang bisa membersihkan dan menyatukan wadah yang
retak-retak
atau bahkan
mungkin mau memberi wadah yang baru.
Akhirnya bagaimana sih supaya sang dokter berkenan
singgah untuk
mengobati dan
memperbaiki botol saya ini
Tks
Salam,
Dalam Pandangan saya yang awam ini Sang Dokter yang bisa
menyembuhkan penyakit kitakan hanya Ia Yang Maha Baik jadi
menurut saya
sih sebenernya Beliau selalu datang menjenguk kita, cuman
kitanya yang
ndak mau dikunjungi, kita ndak mau membuka pintu rumah hati
kita.
Kitalah sebenernya yang selalu menolak kehadiran-Nya. Mungkin,
ini baru
mungkin, kalo mau disembuhin ya bukalah pintu dan sambutlah Sang
Dokter
dengan suka cita. Ia masih terus mengunjungi kita.
Salam,
Gus Lim
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at
http://www.netaddress.com/?N=1
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong):
[EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis :
http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)