Gus Lim wrote:
>       Mohon maaf, sepengetahuan saya yang awam ini yang namanya Hawa
>Nafsu 
>       itu bukannya untuk dimusnahkan ato dibunuh, tetapi untuk
>dikendalikan. 
>       Hawa Nafsu kan juga  perangkat yang diberikan Allah bagi kita
>untuk 
>       mengabdi pada-Nya sebagaimana halnya syahwat. Hanya saja bila
>syahwat 
>       lebih menuju pada hal yang bersifat material sedang hawa nafsu
>lebih bersifat 
>       immaterial. Bukankah nafsu amarah yang dikendalikan oleh nafs 
>       muthmainnahlah yang berfungsi tatkala berperang  di Jalan Allah?
>Bukankah 
>       hawa nafsu kita pula yang membuat kita tetap bertahan untuk giat
>bekerja 
>       mengaktualisasikan diri kita. Dan dorongan hawa nafsu pula yang
>membuat 
>       kita saling berbagi disini. Tentu saja semua menjadi bentuk
>pengabdian pada 
>       Allah bila berada dalam kendali nafs muthmainnah.
>
>       Jadi yang salah bukan hawa nafsu sehingga harus dibunuh bila
>kita kemudian 
>       Mempertuhankanya, tapi kitalah yang salah. Seperti juga bukan
>syaitan yang 
>       salah bila kita tergoda, tetapi kitalah yang salah. Bilamana
>kita gagal dalam 
>       ujian yang diberikan Allah (termasuk godaan syaitan) tentulah
>kita yang perlu 
>       mengaca diri dan bukan menyalahkan dan mengutuk pihak lain. 

Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Waktu saya nulis bahwa "hawa nafsu harus dibunuh" maka saya merasa ada
yang salah dalam hal itu karena berlawanan dengan penjelasan dari banyak
ulama terdahulu. 

Samar-samar saya mampu memahami bahwa syahwat itu akan bermanfaat bila
dikendalikan oleh nafsu muthmainnah. Tetapi pikiran saya yang cupet
tidak mampu memahami bahwa hawa nafsu itu ada gunanya juga bila
dikendalikan oleh nafsu muthmainnah. Sehingga dengan anggapan bahwa
sudah ada syahwat, maka buat apa lagi hawa nafsu..... akhirnya saya
secara nekat mengatakan bahwa "hawa nafsu dibunuh saja" :-). Bagi saya
semua itu cuman konsep yang samar-samar saja. Saya ini 100% manusia yang
modalnya cuman berani memformulasikan apa yang saya pahami dan
insyaallah niat baik untuk menerima penjelasan, dan belum ada keberanian
untuk merasakan (?).

Terimakasih dengan penjelasan tersebut, samar-samar saya memahami bahwa
hawa nafsu itu ada manfaatnya juga jika dikendalikan oleh nafsu
muthmainnah. Saya akan berterima-kasih sekali kalau Gus Liem bisa
menjelaskan lebih detail tentang ketiga hal tersebut (hawa nafsu,
syahwat dan nafsu muthmainnah).

Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke