Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

"Someone" wrote:

> Ini lagi masih dalam pandangan theosofi, sudah lama saya membaca atau
> mendengar dari mana saja sumbernya bahwa manusia diciptakan dari tanah,
> jin diciptakan dari api dan malaikat diciptakan dari cahaya. Bila kita
> teliti disana yang dibandingkan adalah adalah tanah, api dan cahaya,
> berarti yang dimaksud adalah tubuh fisiknya.
> 
> Bolehkah atau bisakah, saya mengambil kesimpulan, bahwa tubuh pikiran
> antara ketiga makhluk tersebut sama. Atau begini bila tubuh pikiran
> seseorang memakai tubuh fisik api maka orang tersebut dikatakan jin, dan
> bila tubuh pikirang orang tersebut memakai tubuh fisik dari cahaya maka
> orang(bukan orang atau bagaimana menyebutnya)  tersebut  disebut
> malaikat. 

Konon, jin dan malaikat itu tidak punya pikiran; dan mungkin karena
itulah keduanya merupakan makhluk yang patuh menjalankan tugas tanpa
menyeleweng. Ini berbeda dari manusia yang mempunyai pikiran, sehingga
mampu merubah sesuatu; perintah yang baik daapt diubah menjadi buruk,
perintah yang buruk bisa dibuat jadi baik. 

> Ada tambahan cerita sedikit, dulu saya pernah membaca buku 'Isroq
> mi'roj' nabi dilihat dari metafisika karangan Bp. Bahaudin ... dari
> Madura ( sekarang sudah almarhum).
> Disana banyak cerita tapi ada cerita yang berhubungan dengan hal di
> atas, yaitu 'pikiran'.
> Apabila seseorang atau masyarakat sering berpikiran negatif atau
> jelek(atau bagaimana ya menyebutnya ) maka pikiran-pikiran  tersebut
> tidak bisa langsung naik keatas (saya masih belum tahu naik keatas mana)
> tetapi pikiran-pikiran negatif tersebut akan kembali ke dunia dengan
> berbentuk bencana-bencana misalnya ada hama wereng, jenis-jenis
> penyakit, atau hama-hama lainnya. Dibuku tesebut sama dengan penjelasan
> Pak Sunarman bahwa pikiran-pikiran negatif tersebut akan mengambil
> unsur-unsur (saya tidak tahu) sehingga timbullah hama-hama penyakit.
> Mungkin dari Pak Sunarman ada penjelasan yang lebih, dan mohon maaf.
 
Saya cenderung untuk membenarkan pernyataan itu sebagai sesuatu yang
mungkin dapat terjadi.
Kita perlu mengakui kenyataan bahwa apapun yang terjadi di alam
semesta ini, baik atau buruk, bermula dari pikiran manusia. Pikiran
yang baik akan menciptakan suatu energi yang akan mencari jalan [badan
atau kendaraan] untuk mewujud; demikian pula pikiran yang buruk. Fakta
ini menjadi bahan renungan para ahli agama dan aliran spiritual lain
untuk mengembangkan teknik, agar pikiran manusia diarahkan agar selalu
berpikir positif; pikiran itu lebih baik diam daripada berpikir
negatif karena akan menciptakan energi-energi negatif. 

Istilah umum untuk pengendalian pikiran itu disebut meditasi. Islam
mengembangkan teknik khusus dengan doa, shalat dan zikir, yaitu
membenamkan pikiran dalam kegiatan yang positif berupa pemujaan Allah
dengan segala sifat-sifat keutamaannya. Pikiran kearah itu akan
menghasilkan energi posiitif, yang akan dapat menjelma jika menemukan
kendaraan yang tepat.

Atas dasar itu, kita tidak boleh meremehkan apa yang dilakukan
orang-orang beragama lain, dalam mengupayakan untuk melarutkan pikiran
dan emosi penganutnya ke dalam nuansa ritual keagamaan. Mungkin saja
mereka tidak 'sebagus' kita, tetapi sekurang-kurangnya mereka sudah
berperan aktif dalam menciptakan energi-energi positif yang bermanfaat
untuk mengimbangi energi negatif yang terus-menerus diciptakan melalui
pikiran sebagian besar manusia. Berburuk sangka terhadap orang yang
tidak seagama dengan kita, adalah menciptakan energi buruk. Kalau
energi itu akhirnya menjelma menjadi bibit-bibit perpecahan yang
memanaskan dunia, ini merupakan dosa kita.

Kalau anda sudah mengetahui hal ini, mulailah berhati-hati dengan
pikiran anda. Katakan, seornag laki-laki melihat seorang gadis dan
berpikir untuk memperkosanya. Meskipun hanya sebatas berpikir, pikiran
itu membentuk energi yang bila menemukan jodoh-jodohnya dapat menjelma
menjadi sebuah perkosaan. Boleh jadi orang tersebut merupakan pelaku
dan korbannya, bisa juga orang lain; energi itu akan mencari sembarang
kendaraan untuk mewujud.

Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
RS


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke