Assalamu'alaikum Wr. Wb

Seringkali orang diskusi masalah Hadits 73 golongan ini, untuk mengklaim, 
jamaahnya adalah jamaah yang selamat, yang lain tidak...

Terlepas dari itu, saya ingin mengajak teman-teman mencermati hadits 
tersebut secara lengkap...

Umat Yahudi terpecah menjadi 71 golongan
Umat Nasrani terpecah menjadi 72 golongan
Umat Islam terpecah menjadi 73 golongan, 1 golongan yang selamat ...  dst

Ustadz Yusuf Qardhawi dalam salah satu bukunya, menganalisa bahwa hadits 
ini dhoif bila ditinjau dari sisi mathannya.
Karna dalam salah satu ayat Al Qur'an dikatakan bahwa "Kamu adalah umat 
yang terbaik!" Beliau berpendapat, kalau umat Islam umat yang terbaik, 
kenapa perpecahannya lebih banyak dari umat Yahudi dan Nasrani?

Terlepas pula dari telaahan Ust. Yusuf Qardhawi...

Mari coba kita cermati lebih jauh hadits tersebut.
Umat Yahudi menjadi 71 golongan, dari 71 itu ada 1 golongan yang selamat.
Umat Nasrani menjadi 72 golongan, dari 72 golongan 1 golongan yang selamat.
Umat Islam menjadi 73 golongan, dari 73 golongan 1 golongan yang selamat.

Sejak Zaman Yahudi sampai sekarang ini tetap ada 1 golongan yang selamat.

Siapakah mereka ini?

Mereka inilah pengikut agama (millah) Ibrahim yang lurus...

Dan mereka berkata:"Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau 
Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". katakanlah:"Tidak, melainkan 
(kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari 
golongan orang musyrik". (QS. 2:135)

Bahkan Nabi SAW pun diperintahkan untuk mengikuti Agama Ibrahim yang lurus.

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad):"Ikutilah agama Ibrahim seorang 
yang hanif". dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan 
Rabb. (QS. 16:123)

Apakah Agama Ibrahim yang Lurus itu? Agama Ibrahim yang lurus adalah agama 
yang berlandaskan "Keihkalasan Berserah diri kepada Allah".

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas 
menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan 
ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi 
kesayanganNya. (QS. 4:125)

Untuk itu, jangan sekali-kali kita mati kecuali dalam keadaan Berserah diri.

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula 
Ya'kub. (Ibrahim berkata):"Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah 
memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan 
berserah diri". (QS. 2:132)

-bersambung-







Abah Hilmy
BTN Minasa Indah B-16 Gowa - Sulsel
Telp. 0411-883976

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke