Mas Wargino:
> Saya sependapat dengan pandangan ini yang mengulas betapa pentingnya
> menguasai pikiran semaksimal mungkin.
>
> Pikiran memang merupakan alat atau karunia yang luar biasa, tapi juga
> bisa sebaliknya bisa merupakan petaka bagi pemiliknya.
> Dengan pikiran kita bisa mengerti, menganalisa, menghitung, dsb...
> Tapi dengan pikiran juga bisa membuat kita bingung, takut, setres,
> ragu-ragu, putus asa, sombong... dsb
>
> Yang lebih mengganggu atau mungkin bisa menipu kita sendiri yaitu
> dugaan-dugaan. Kalau kita ingin mencari Allah dengan membiarkan
> dugaan memenuhi ruang gerak kita. Kemungkinan besar kita akan
> banyak menemukan penghalang/kebuntuan atau bisa ke arah 'syirik'.
>
> Allah tidak bisa diduga (diasosiasikan) dengan apapun. Kalau itu
> terjadi pasti akan menemukan jalan bercabang yang membingungkan.
>
> Tulisan Syaih Ibrahim ini nampaknya sederhana dengan bahasa yang
> bersahaja, tapi tidak mudah untuk dipahami.
>
> Untuk itu mungkin pak Sunarman bisa mengulas lebih sederhana lagi
> (mungkin dengan ilustrasi) agar orang semacam saya ini juga bisa
> mengerti makna tulisan itu.
Assalamu'alaikum wr wb,
Hehehe... Mas Wargino ini kura-kura dalam peti...
Untuk dapat memenuhi perintaan sampeyan, saya perlu ditunjukkan secara
spesifik bagian mana yang perlu diberi ilustrasi, karena tulisan ini
merupakan akar permasalahan yang sangat mendasar dalam tasawuf, ibarat Al
Fatihah dalam Al Qur'an. penjelasannya bisa sangat panjang.
Dalam pandangan saya, ungkapan Mas Wargino di atas adalah ekspresi sebuah
pemahaman yang sudah benar.
Wassalamu'alaikum wr wb,
RS
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)