On Tue, 19 Oct 2004 16:57:14 +0700, Monang Setyawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
....
> > so what? strong typing ini terlalu dibesar-besarkan :)
> > justru kemudahan dari perl ini yang membuat saya suka
> > dengan bahasanya.
> 
> Walaupun sang bapak suka, tapi itu tidak berarti sang anak akan dapat
> yang terbaik. Si bapak suka mungkin karena ilmunya sudah mencukupi
> untuk membedakan mana yang baik, mana yang buruk (dalam kasus ini
> adalah, bagaimana weak type bisa menambah produktivitas/simplicity).
> Tapi bagaimana dengan sang anak? saya yakin kebanyakan anak2 yang baru
> belajar akan salah paham tentang konsep variable dalam weak type
> language.

Kalau mau debat soal baik buruk secara teori, pemahaman saya
malah functional programming (LISP, scheme, miranda, haskel, ML, dll.)
malah lebih bagus.
Dalam konteks matematik, dia lebih bagus.
Dalam konteks program verification, juga lebih bagus.
(Saya lagi cari papernya Bachus - sang pembuat Fortran yang kemudian
beralih ke functional programming. Classical paper.
Mengapa assignment itu berbahaya.
Dari segi program verification dia bahaya karena bisa pindah state
sesukanya. Lantas apa bedanya dengan goto. he he he.)

Tapi ini kan *teori*
Pada kenyataannya ini sulit diterima oleh "real" programmer.

Jadi, akhirnya saya kembali ke masalah praktis saja..

> Di
> perl/php/python, tipe variabel ditentukan saat runtime oleh
> interpreter), terus bisa memakai variabel tersebut seenaknya (misalnya
> nyemplungin macam2 literal dengan tipe yang berbeda2 ke array).

That's why it's so fun programming in those languages!
Long live perl!

-- budi,  perl -e 'print "Just another perl hacker\n"'

Kirim email ke