On Sat, Oct 30, 2004 at 03:08:26AM +0700, Budi Rahardjo wrote: > Saat ini ID-CERT bersifat voluntir, sehingga orangnya datang > dan pergi. Yang tetap hanya saya dan Andika saja. > Banyak hal yang bisa dibantu: > - mengembangkan web site (dulu dibuat oleh Jim Geovedi, > tapi kemudian berhenti, sekarang kembali ke web yang > saya buat jaman akhir tahun 80-an) > - membuat statistik pelaporan fraud > - membuat koordinasi dengan para pelaku Internet > (ISP, dll.) > - ikut koordinasi dengan Pemerintah, Polisi, dll. > > Bagaimana?
Saya berniat membantu sebisanya, walaupun mungkin gak bisa membantu banyak. Apakah sudah ada SOP (procedures) in place? What to do in what types of emergencies? Virus/worms/malware, DoS attacks, cracking, spam, security bugs disclosure, ...? Sampai sekarang sudah sejauh mana koordinasi dg pelaku internet dan aparat pemerintah? ID-CERT berhubungan langsung dg badan mana saja? Punya wewenang dan kewajiban apa saja? Selain dg pemerintah juga dg vendors IT di Indonesia? Tidak hanya internet, misalnya holes di (proprietary/custom) corporate systems, gimana? Bagaimana relasinya dengan CERT (US) dan CERT negara2 lain? Ronny
pgpKzAioCkpGv.pgp
Description: PGP signature
