Pada tanggal 9/7/05, Ary Setijadi Prihatmanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> 
> Kebanyakan solusi akan selalu butuh energi.
> Kebutuhan energi nggak bisa diakalin. Kalau butuhnya minimal segitu ya
> segitu harus ada.
> Masalahnya apa kita punya sumber energi (listrik) yang cukup dan reliable?
> Bukannya barusan kita disuruh hemat energi dan menggunakan listrik secara
> bergilir,
> juga barusan saja Pertamina bilang nggak kuat lagi impor minyak.
> 
> Padahal konsumsi minyak kita yang penduduknya kira2 seukuran Amerika itu,
> baru 4% dari konsumsi minyak Amerika.
> Artinya energi yang tersedia di negara ini ya kira2 cuman 4% dari yang
> dimiliki Amerika.
> Katakanlah Amerika boros sekali, sehingga sebetulnya bisa 50% lebih hemat
> dari konsumsi sekarang.
> Energi yang tersedia di negera ini tetap saja cuman 8% dari yang dimiliki
> Amerika.
> 
> Apa nggak kemungkinan besar mogok itu Maglev-nya?
> Kalo Maglev mogok bisa didorong nggak ya? Apa ada rodanya?
> ;)
> 

setuju sekali, ketersediaan energi adalah mutlak.
semua negara maju punya reaktor tenaga nuklir, jadi bisa support
kebutuhan yg tinggi ini. negara berkembang harus mikir seribu kali
sebelum buka fasilitas ini, belum lagi kena interupsi AS disangka mo
bikin instalasi bom nuklir.

Kirim email ke