Saya ingat pas liburan SMP, pulang ke kampung nenek moyang di Klaten.
Dari stasiun kereta api ke pelosok kami naik  Delman.
Di rumah nenek, saya dibuatkan air panas untuk mandi dengan menggunakan tungku dengan kayu sebagai bahan bakarnya. Setelah malam tiba, nenek saya menyalakan lampu ublik, dengan bahan bakan minyak klentik (minyak kelapa).

Saya nonton TVRI di rumah tetangga dengan accu sebagai sumber dayanya. (Accu ini di cash tiap minggu di "kuto" yang sudah ada jaringan listriknya)

Besoknya diajak jalan-jalan Paklik ke kota dengan naik sepeda "kebo".

Saya tidak melihat adanya kebutuhan pada BBM waktu itu.
Tapi jaman sudah berubah, sekarang anak-anak muda di desa saya sudah naik motor semua. Bulik saya sudah pake kompor gas. Tiap warung sudah menyediakan Minyak tanah / bensin.

Jadi saya yakin, saat ini Paklik saya sedang antri di pombensin sambil membawa drum :-P.

Dengan ditemukannya minyak bumi, ada banyak manfaat yang dibawanya. Dan juga membuat kita semakin tergantung pada BBM. Ketika BBM mulai jarang dan kita makin tergantung, jadilah seperti sekarang ini.

Maaf, sekedar memecah kesunyian.

---
Aris

Kirim email ke