On 11/21/05, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Tapi ya balik ke hal pertama itu dulu kawan-kawan,kita harus buktikan
> dulu kalau kita  "can get the job done".Kalau kualitas dan kredibilitas
> India,cs kan memang sudah tidak dipertanyakan lagi melalui evolusi
> berpuluh-puluh tahun.
...

Kelemahan dari kita (di Indonesia) adalah:
   "project management"
Saya kasih tanda kutip karena yang saya maksud bukan proyek
management yang academic dengan menggunakan software, atau
hal-hal yang textbook, akan tetapi ke sisi praktis.

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah blog (lupa
URLnya, dapat link dari planet terasi), yang intinya
dia harus "kejam" kepada temannya karena dia harus
memastikan bahwa proyek harus selesai tepat waktu.

Itu dia! Memang dia harus *kejam* terhadap kawan.
Kalau kawan kita asyik main game, browsing internet,
baca milis (seperti ini, apalagi ikutan milis "gajah",
he he he ... sorry for the cheap shot to all "gajah"ers)
padahal pekerjaan belum selesai, maka dia harus bisa
mengatakan *stop doing whatever you're doing now,
and finish this job*.
Steve Jobs merupakan salah satu ikon yang terkenal dengan
"kekasarannya". Kalau pekerjaan belum selesai, maaf ...
anda tidak bisa pulang berlebaran/natalan!

Techies di Indonesia banyak.
Orang yang bisa memanage project, ini yang tidak banyak!
India? Banyak!

Hal yang kedua yang kita lemah dibandingkan India adalah
proses. Mereka memiliki proses untuk memecah-mecah
pekerjaan menjadi beberapa bagian yang bisa dikerjakan
oleh unit2/individu yang terpisah.
This is not an easy task!
Itulah sebabnya mereka bisa mengerjakan proyek dalam
skala yang raksasa.


Tapi ... jangan kecil hati.
Saya baca cerita dari seorang entrepreneur yang membuka
usaha di China. Dia mengalami hal yang sama.
Mencari sumber finansial, mudah. Mencari pekerja, mudah.
Mencari manager yang bisa dipercaya ... SUSAH!
1. Bisa jadi managernya orang tua yang sudah terbiasa
   dengan budaya santai (kalau di kita, budaya PNS he he he)
2. Manager muda ... terlalu koboy, cavalier!
   Tiba-tiba malah pekerjaan kita disabotase dan diambil
   alih oleh dia sendiri. Terlalu beresiko.
Tapi ... katanya sekarang sudah mulai berubah dengan mulai
banyaknya anak muda China yang lulusan pendidikan barat.
Jadi, ada harapan di China dan ini terbukti.

Artinya buat kita ... ada harapan! China saja yang demikian
terpuruk bisa berubah, mosok kita nggak bisa.
Nah ... tinggal kita mau atau tidak?


-- budi

Kirim email ke