indahnya bila Jakarta bisa seperti itu, Nyaman, Aman, Bebas Polusi.....tapi sayangnya yang sulit diberantas adalah Kolusi dan Korupsinya....Walikota??? Gubernur??? Pemerintah???? Bullshittt.......mereka cuma OMDO dalam visi misinya....tetap aja...dana yang ada (tersedia/sumbangan) dibagi-bagikan sebagai uang proyeklah, komisi kepada Pimpro dkk, DPRD, dan lainnya yang merasa berwenang.Jumlahnyapun ternyata lebih besar uang sogoknya dibanding uang pembangunan dan pelaksanaan. Mental masyarakat kita sudah bobrok, tidak ada rasa saling menghargai, gotongroyong, berbuat tanpa pamrih....semua JUST DU IT.

Kapan kesadaran itu ada??? Siapa pendobrak dan penggerak seperti Walikota Mockhus dan Penalosa???Mungkin sampai generasi ke sekian dari kita-kita ini belum tentu ada yah.....

 Rika <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

[EMAIL PROTECTED] wants you to read an article seen at www.pelangi.or.id.


www.Pelangi.or.id - News from Pelangi

Peran Pemerintah dalam Mengubah Kota
24-Feb-2003

Bogota, ibukota Kolombia, Amerika Selatan, dengan jumlah penduduk 7 juta jiwa, merupakan kota yang sering disebut sebagai kota narkoba, penuh dengan korupsi, penculikan dan tindak kejahatan lain. Namun dalam kurun waktu kurang dari 7 tahun, Bogota telah berubah menjadi kota yang layak huni, termasuk tersedianya prasarana pejalan kaki yang luas, prasarana rute sepeda yang baik dan panjang serta prasarana dan sarana angkutan umum yang handal. Semua perubahan ini telah saya saksikan bersama teman-teman lainnya yang berkunjung ke Bogota.

Perubahan image ini dimulai dari jaman pemerintahan walikota Mockus yang memenangkan pemilihan langsung pada tahun 1995 dengan janji untuk merubah kebiasaan masyarakat Bogota menjadi lebih baik. Janji tersebut kemudian diimplementasikan oleh walikota Enrique Penalosa yang terpilih pada tahun 1998. Walikota Penalosa melakukan perubahan pada sistem angkutan umum dengan membuat 'Transmilenio', sebuah sistem transportasi baru dalam mengelola angkutan umum, disamping merampungkan jaringan sepeda dan pejalan kaki di seluruh kota Bogota.

Dalam kunjungannya ke Jakarta pada tahun 2001, Penalosa pernah berkata, "Kita membangun kota tidak melulu untuk bisnis dan kendaraan, tetapi untuk anak-anak, anak muda dan orang tua. Jadi untuk masyarakat luas. Daripada membangun jalan, kami mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan membangun sarana pejalan kaki dan sepeda yang baik, membuat sistem transportasi umum yang handal, mengganti tiang-tiang iklan dengan pepohonan. Semua itu kami lakukan dengan satu tujuan, "kesejahteraan".

Untuk lebih memahami apa yang dikatakannya, kami berkesempatan mengunjungi Kota Bogota.

Sebelumnya, Bogota memiliki tingkat pengangguran 20%, dan 55% tingkat perekonomian masyarakatnya dibawah garis kemiskinan dengan penurunan nilai eksport dan politik yang tidak stabil. Kota dengan tingkat kerusakan dan polusi yang buruk ini tidak lebih baik dari Jakarta. Bahkan, mungkin jauh lebih buruk kondisinya.

Pada tanggal 22 Desember 1999, walikota Penalosa mengawali sepak terjangnya dengan memberlakukan pelarangan penggunaan kendaraan bermotor di jalan raya ('car free day') dan memaksa jutaan orang untuk menikmati lampu-lampu natal dari sepeda atau berjalan kaki dengan aman.

Langkah berikutnya adalah menerapkan hari bebas kendaraan pada setiap hari kerja. Ketika itu walikota meminta agar kebijakan tersebut disiapkan dalam waktu sebulan, sementara para pakar memerlukan waktu sosialisasi selama 6 bulan.

Langkah-langkah yang diambil oleh Dr. Penalosa ini menimbulkan beberapa pendapat, a ntara lain:

"Dia merupakan walikota yang baik walaupun sangat keras. Dia berhasil merubah paradigma masyarakat tentang kota dan mengingatkan pada adanya moda transportasi lain".

Walaupun di lain pihak, terutama kalangan pengusaha dan orang kaya yang dekat dengan media, menganggap dia 'komunis', karena memaksa semua masyarakat menggunakan bis dan angkutan umum lainnya.

Petisi untuk menggagalkan 'carfree day' di lakukan tetapi gagal karena tidak memenuhi kuorum.

Penalosa melakukan referendum untuk menentukan kebijakan 'car free day' dengan janji akan membatalkan kebijakan 'car free day' jika memperoleh suara kurang dari 60%, walaupun akhirnya 61% menyetujui untuk dilanjutkan.

Pada tanggal 24 Februari 2000, pertama kalinya diterapkan Hari Bebas Kendaraan di Bogota, dimana 7 juta penduduk dapat menikmati jalan raya yang aman dan udara yang nyaman. Saat itu satu setengah juta penduduk melakukan perjalanan dengan bersepeda dan berjalan kaki.

Dalam referendum lain yang dilakukan pada bulan Oktober 2000, 70% menginginkan dilanjutkannya 'Hari bebas kendaraan', 51% mendukung gagasan untuk dilakukan setiap hari selama 6 jam.

Yang menarik adalah alasan yang di kemukakan oleh walikota, "Semua ini dilakukan untuk anak-anak. Jika kita menciptakan anak-anak yang bahagia, maka kita akan mempunyai segalanya, di samping masalah kesetaraan (equity)." Tambahnya lagi, "Setiap dollar harus dapat digunakan untuk membahagiakan anak-anak. Dari pada membangun jalan baru, kita harus membangun kota yang adil bagi semua orang".

Saat ini Bogota memberlakukan kebijakan perbaikan prasarana angkutan umum dimana dananya diperoleh dari komponen pajak BBM yang tinggi. Kebijakan ini dibarengi dengan kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem plat nomor dan tarif parkir yang tinggi, terutama di perkotaan.

Pada hari pertama di Bogota kami menikmati 'Car Free Day'. Ternyata tanpa kendaraan bermotor, aktivitas pendidikan dan perekonomian sama sekali tidak terganggu seperti yang kami bayangkan sebelumnya.

Selama 3 tahun masa pemerintahannya, walikota Penalosa telah membangun 300 km jalan sepeda yang terintegrasi dalam jaringan.

Hari terakhir saya di Bogota ketika itu adalah hari Minggu. Seperti halnya penutupan Jalan Sudirman-Thamrin, tetapi di Bogota penutupan jalan untuk kendaraan pribadi di hari Minggu dilakukan untuk semua jalan utama dan memberikan kesempatan masyarakat untuk bersepeda, bersepatu roda, dan berjalan-jalan dan berolahraga di jalan raya.

Masalah lain yang menarik adalah perbaikan sistem angkutan umum yang terlihat dengan adanya 'Transmilenio'. Sistem ini mengurangi 1 sampai 2 jam waktu tempuh pada korodor yang sama.

Perencanaan sistem Transmilenio dimulai pada 13 Oktober 1999, pada tahun-tahun terakhir pemerintahan walikota Penalosa. Transmilenio diperkenalkan pada 18 Desember 2000 dan dioperasikan sejak 6 Januari 2001. Saat ini tarifnya 900 pesos atau sekitar Rp. 3000.

Saya merasa 'Transmilenio' merupakan perubahan yang sangat besar dalam sistem angkutan umum di Bogota. Karena saya juga melihat bahwa di beberapa jalan lain angkutan konvensional masih ada, dimana kondisinya tidak jauh berbeda dengan bis, m etromini dan mikrolet di Jakarta.

Semua perubahan itu bukan tanpa resiko. Tentunya dengan resiko yang cukup besar. Namun jika politisi tidak mempersiapkan diri untuk mengambil resiko, barangkali hanya bertujuan untuk kekuasaan. Jika mereka tidak berani beresiko karena takut tidak terpilih pada pemilihan yang akan datang, lebih baik kita memilih Kota kita, masyarakat kita, anak-anak kita. "Politik harus membuat perubahan".

Akhirnya kesimpulan yang dapat ditarik dari kunjungan ke Bogota adalah: Semua perubahan sangat tergantung dari visi, misi dan keinginan politik dari pemerintah. Keberhasilan Bogota merubah image adalah melalui 99% aspek politik dan 1% aspek teknik.


Catatan:

  • Walikota di Bogota dipilih langsung oleh masyarakat untuk periode 3 tahun.
  • Antanus Mockus, Guru Besar Matematika Universitas Columbia dipilih untuk menduduki jabatan walikota pada periode 1995-1998 dengan visi merubah pandangan masyarakat tentang kota Bogota. Periode berikutnya 2001-2004, ia dipilih kembali dengan isu melanjutkan perbaikan tatanan masyarakat Bogota.
  • Enrique Penalosa dipilih pada periode 1998-2001 dengan visi perbaikan sistem transportasi dan berhasil membangun sistem angkutan umum massal (Bus Rapid Transit) yang dikenal dengan Transmilenio dan membangun jaringan jalan sepeda di seluruh kota Bogota.


You received this email because [EMAIL PROTECTED], filled in a "send by email" facility at our site, www.pelangi.or.id.

_______________________________________________ tlusakti mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/tlusakti



Do you Yahoo!?
Yahoo! Tax Center - forms, calculators, tips, and more

Kirim email ke