> -----Original Message----- > From: Emanuel Febry Djatmiko Adji [SMTP:[EMAIL PROTECTED] > Sent: 27 Agustus 2003 8:57 > To: TK-91 milis; Tonny WP (Purch, Feed SDA); Suryadi (PGA.SDA.CPP); Sri > Wahyudi (HRD, Feed SDA); Meity Mirthiandi (HRD, Feed SDA); Ishana > Pramawidhana (TrainComm-HO); Hidayat A. (Q/C, Feed SDA); Hidayat (PPIC, > Feed SDA); Fitri N. R. (HRD, Feed SDA); Emilia Ichsan (Sec of Market, Feed > SDA); Dicky Sulkhan (HRD, Feed SDA); Dharma (Purch.SDA.CPP); Agustina Dewi > (Acct, Feed SDA); A. Khudlori (HRD, MBAI SDA); Ida Wahyuni (Sec of Mr. > Jafet, Feed SDA) > Subject: Warga Protes Pencemaran Pabrik Kertas > > SUARAMERDEKA.COM > > Rabu, 27 Agustus 2003 > Jawa Tengah - Muria > Line <http://www.suaramerdeka.com/images/blackpix.gif> > > > > Warga Protes Pencemaran Pabrik Kertas > > > * Tuntut Dana Kompensasi > > KUDUS-Puluhan warga Dukuh Terban, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, > kemarin berunjuk rasa ke DPRD. Mereka memprotes limbah buangan pabrik > kertas PT Enggal Mumbul Kertas di Jalan Raya Kudus-Pati yang dinilai > mencemari lingkungan. > > Kedatangan mereka menumpang empat truk. Namun, jumlah mereka masih kalah > dari aparat kepolisian yang diturunkan untuk mengamankan aksi tersebut. > > Karena itu, tak urung anggota Komisi A DPRD Maysaroh mengritik keberadaan > polisi. "Mosok sampai ada anjing pelacak segala. Ini saru banget," > ujarnya. > > Dia mengatakan, sangat wajar bila rakyat datang ke DPRD untuk menyampaikan > aspirasi atau persoalan yang mereka alami. > > "Sebetulnya banyak kasus seperti yang dialami oleh warga Terban. Namun, > yang lapor ke sini hanya warga Terban. Mestinya, camat dan kades berterima > kasih," tandasnya. > > Kasat Binmas Polres AKP Yatmi ketika dimintai konfirmasi mengatakan, > pihaknya menurunkan 60 polisi. Mereka antara lain dari Unit Dalmas, Sat > Intelkam, Polsek Jekulo, Unit Satwa, dan siswa polisi (magang). > > Sebelas wakil warga diterima oleh DPRD. Selain Maysaroh, dari pihak DPRD > terlihat Wakil Ketua DPRD Ali Muntohar dan HM Djamilun, serta Ketua Komisi > D M Asyrofi Masytho. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Kepala Kantor > Pengendalian Lingkungan Hidup (PLH) Poerwadiyono, Camat Agung Karyanto, > dan Kapolsek AKP Yanu Wartono. > > Minta Rp 12 Juta > > Juru bicara warga, yakni Bambang dan Suwignyo, berterus terang minta dana > kompensasi/ bina lingkungan Rp 12 juta/tahun sebagaimana pihak PT Enggal > Mumbul telah memberi kepada Desa Sidomulyo. > > "Masa selama ini kami hanya diberi Rp 4 juta," ucap Suwignyo. > > Dia menegaskan, dana tersebut akan dikelola oleh warga dan diperuntukkan > membangun fasilitas di kampung. > > "Jadi, bukan untuk keperluan pribadi," tambahnya. > > Bagi anggota Komisi A Maysaroh, dana kompensasi Rp 12 juta untuk Dukuh > Terban tidak ada artinya dibandingankan dengan pencemaran yang terjadi. > "Mestinya ada upaya agar tidak terjadi pencemaran. Kasihan warga harus > menanggung beban pencemaran," imbuhnya. Menurut wakil warga yang lain, > Bambang, limbah buangan dari pabrik itu mencemari lingkungan, baik bau > maupun zat cairnya. > > "Sumur warga juga tidak keluar airnya, karena pabrik membuat sumur dalam. > Padahal, mestinya sesuai dengan aturan, limbah yang dihasilkan pabrik > tidak boleh mencemari lingkungan," tegasnya. > > Menanggapi hal itu, Ketua Komisi D Asyrofi memutuskan akan memanggil pihak > manajemen pabrik untuk menyampaikan aspirasi warga Terban. > > "Waktunya belum bisa dipastikan, tetapi kami usahakan dalam minggu ini," > tuturnya. > > Dia mengingatkan, penanganan perusahaan yang berpotensi menimbulkan limbah > atau pencemaran harus dilakukan realistis. > > "Harus dibolak-balik bagaimana untung ruginya. Misalnya PG Rendeng juga > banyak dikeluhkan warga, tapi tidak bisa pabrik itu langsung ditutup," > ujarnya. (yit-49e). > > > > > _______________________________________________ tlusakti mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/tlusakti
[tlusakti] FW: Warga Protes Pencemaran Pabrik Kertas
Ishana Pramawidhana (TrainComm-HO) Mon, 01 Sep 2003 10:00:31 +0000
