> -----Original Message-----
> From: Toto Handoyo (HRM-HO) 
> Sent: 29 Oktober 2003 8:13
> Subject:        Berbuka & Sahur Secara Sehat..!
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: Purnomo Sidi, Tjahjo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:[SMTP:[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 28/10/2003 6:29 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [marijo] Berbuka & Sahur Secara Sehat..!
> 
> Semoga Tips ini bermanfaat 
>  
>  
> Berbuka & Sahur Secara Sehat..!
>  
> BANYAK orang takut berpuasa, karena khawatir dengan gangguan maagnya.
> Sedang tidak berpuasa saja maag sering kambuh, apalagi bila menahan makan
> dan minum selama lebih dari sepuluh jam.  
> Namun, ternyata ada juga yang punya gangguan serupa tetapi tetap
> menjalankan puasa, dan tidak pernah mengalami keluhan perih dan nyeri ulu
> hati.  
> Puasa dengan gangguan kesehatan telah sering dibahas keterkaitannya. Namun
> orang jarang menyadari, berbuka atau makan sahur berperan penting untuk
> menjaga kesehatan. Berbuka dan makan sahur yang kurang benar justru akan
> menimbulkan gangguan kesehatan. Karena itu, sebenarnya menunda atau
> membatalkan kegiatan saat Ramadhan adalah tidak tepat. Kalau orang merasa
> lesu, lemah, serta kurang berkonsentrasi, sebenarnya itu tidak terkait
> langsung dengan ibadah puasanya melainkan oleh pola makan yang berubah.
> Dari tiga kali sehari menjadi dua kali, makan sahur dan buka.     
> Puasa tidak harus menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan dalam banyak
> kasus justru membuat tubuh bugar. Untuk itu memang diperlukan pengaturan
> buka puasa dan makan sahur yang benar, karena berbuka dan makan sahur
> tidaklah sekadar memasukkan makanan.  
> Selama berpuasa, kadar gula dalam darah lebih rendah dibanding keadaan
> tidak berpuasa. Padahal, gula merupakan sumber tenaga yang segera dapat
> digunakan. Gula inilah yang perlu segera diperoleh saat berbuka puasa.
> Tetapi jangan berlebihan, sebab akan mengganggu kenikmatan menyantap menu
> utama. 
> 
> Jangan Es! 
> 
> Ada kebiasaan salah yang dilakukan sebagian orang, yaitu minum air es atau
> es yang dicampur ke dalam minuman sebelum menyantap makanan lain.  
> Hal ini sebenarnya sangat merugikan, karena es dapat menahan rasa lapar.
> Akibatnya hidangan lain yang lebih bergizi bisa tidak disantap, sehingga
> mengurangi asupan zat gizi yang diperlukan.     
> Sebaiknya saat berbuka dimulai dengan minuman manis hangat dan makanan
> ringan yang mudah dicerna. Bisa teh manis, sirop, ditemani kurma, pisang
> goreng, atau sale pisang. Setelah kadar gula darah berangsur-angsur normal
> bisa dilakukan sholat maghrib.     
> Selang setengah jam barulah dilanjutkan dengan makanan lengkap. Makanlah
> secukupnya saja. Dua jam kemudian, setelah shalat tarawih, dapat
> dilanjutkan dengan hidangan yang masih tersisa.  
> Makan sahur pun jangan dianggap sepele. Tidak jarang orang enggan bangun
> untuk sahur. Padahal, makan sahur bukan sekadar agar saat berpuasa tidak
> merasa lapar melainkan untuk mengimbangi zat gizi yang tidak diperoleh
> tubuh selama sehari berpuasa. Karena itu, makan sahur tidak boleh sekadar
> kenyang tetapi harus bergizi tinggi.  
> Jadi, hidangan untuk makan sayur harus bisa menjadi cadangan kalori dan
> protein tinggi serta membuat lambung tidak cepat hampa makanan. Dengan
> demikian, rasa lapar tidak cepat dirasakan. Makanan yang cukup mengandung
> protein dan lemak adalah nasi, telur, dendeng, rendang, ikan, dan tentu
> saja sayur-sayuran. 
> 
> Kebutuhan energi
> 
> Kadang-kadang puasa dihubungkan dengan menurunnya gairah kerja. Padahal,
> puasa secara fisiologis tidak mengganggu kesehatan.  
> Masalah lapar dan haus itu lebih merupakan conditioned reflex yang dapat
> diatur. Dengan kata lain, rasa lapar dan haus bukanlah tanda mutlak dari
> kebutuhan tubuh akan makanan.  
> Kebutuhan energi, untuk bekerja misalnya, bisa dipenuhi dari cadangan
> energi pada hati, otot, lemak di bawah kulit, dan lain-lain. Justru
> berpuasa merupakan kesempatan memobilisasi timbunan lemak. Puasa juga
> mengistirahatkan "mesin pencernaan"beberapa jam.  
> Bahkan, puasa punya dampak positif lain. Dr Otto Buchringer berdasarkan
> salah satu hasil penelitiannya menyebutkan, berpuasa dapat meremajakan
> sel-sel tubuh yang menua. Pernyataan ini dilandasi oleh teori zat sisa
> (free radicals). Zat sisa yang berperan dalam kerusakan sel justru akan
> berkurang bila seseorang berpuasa.  
> Hal ini didukung oleh penelitian Allan Cott MD yang disusun dalam sebuah
> buku berjudul Why Fast, yang membeberkan manfaat puasa dalam kaitannya
> dengan kecantikan dan awet muda. Ia antara lain menyebutkan, berpuasa
> memberikan kesan awet muda, membersihkan badan, menurunkan tekanan darah
> dan kadar lemak, mengendalikan libido, mengendorkan ketegangan jiwa,
> menajamkan indera serta dapat memperlambat proses ketuaan.  
> Yang jelas, dengan berbuka dan sahur secara sehat, berbagai gangguan
> kesehatan bisa dihindari. Tentu tidak berarti semua orang yang menderita
> sakit boleh berpuasa, karena semua itu tergantung kondisi penyakitnya yang
> akan ditentukan oleh dokter. 
> (sebagaimana disabdakan Rasul saw., "Berpuasalah kamu, maka kamu akan
> sehat". (HR. Abu Daud) red.)
>  
> *DR  H  ANIES  MKK  PKK Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
> Kedokteran Universitas Diponegoro 
>        
>      
>  
> 
> Yahoo! Groups Sponsor  
> ADVERTISEMENT
> click here
> <http://rd.yahoo.com/M=194081.4074964.5287182.1261774/D=egroupweb/S=170503
> 8064:HM/A=1732161/R=0/SIG=11p5b9ris/*http://www.ediets.com/start.cfm?code=
> 30509&media=atkins>   
>  
> <http://us.adserver.yahoo.com/l?M=194081.4074964.5287182.1261774/D=egroupm
> ail/S=:HM/A=1732161/rand=639912977>   
> 
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service
> <http://docs.yahoo.com/info/terms/>. 
_______________________________________________
tlusakti mailing list
[EMAIL PROTECTED]
http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/tlusakti

Kirim email ke