|
-------Original Message-------
Date: Wednesday,
November 12, 2003 12:25:14 AM
Subject: Sharing -
Let`s live a healthy life
Resiko Hidup Modern
Dear All,
mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai
ulang botol plastik ( Aqua, VIT etc ), dan menaruhnya di mobil atau
dikantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol ( di sebut
juga sebagaipolyethylene terephthalate or PET ) yang dipakai di botol2
ini, mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA ). Botol ini aman untuk dipakai
1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh
lebih dari seminggu, dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari
matahari.
Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik
rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik
membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai
botol plastik.
PENGGEMAR SATE Kalau Anda
makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan
sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat
menyebabkan kanker.
Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang
disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat
Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen.
Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.
UDANG DAN VITAMIN C Jangan makan
udang setelah Anda makan Vitamin C!!
Karena ini akan menyebabkan
keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang
dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam
hitungan jam !!!
MIE INSTAN Para
penggemar Mi Instan. Pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3
(tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan jika Anda akan
mengkonsumsinya lagi.
Informasi kedokteran bahwa ternyata tedapat
lilin yang melapisi mi instan. Itu Sebabnya mengapa Mi Instan tidak
lengket satu sama lainnya ketika dimasak.
Jika kita perhatikan Mi
China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil
pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti
berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu
dengan lainnya.
Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan
tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi,
dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas / ditiriskan
dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan
meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut
satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi
tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering
(tanpa kuah).
Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy) akan
dibutuhkan minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air
rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.
Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan
seseorang terjangkiti kanker. aktor SBC (sekarang TCS) pada beberapa tahun
yang lalu, karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak punya
waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi
Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan
bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut.
Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih
dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
Ada
seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian
menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir selalu
mengkonsumsi mi instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita
kanker dan meninggal karenanya.
BAHAYA DIBALIK
KEMASAN MAKANAN Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan
yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan
hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung"
makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan.
Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan.
Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan,
kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan
yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang
bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman
bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan
yang perlu Anda waspadai.
Kertas Beberapa
kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering
digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb)
melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk
melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah,
dan kemudian menyebar ke ber bagai jaringan lain seperti ginjal,
hati,otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal ini pada orang dewasa
ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) dan
paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat kronis
dan akut.
Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam
berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti
pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran
karena pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal bahan yang panas
dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tersebut. Sebagai
usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.
Styrofoam Bahan pengemas styrofoam atau
polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam
bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan
keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi
pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap
mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga
mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,
mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,
lebih aman, serta ringan.
Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan
Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan
sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC),
yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem
endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam
makanan.
Saat ini masih banyak restoran-restoran siap saji yang
masih menggunakan styrofoam sebagai wadah bagi makanan atau minumannya.
Sebisa mungkin Anda harus menghindari penggunaan styrofoam untuk makanan
atau minuman panas, karena sama halnya dengan plastik, suhu yang tinggi
menyebabkan perpindahan komponen kimia secara difusi dari styrofoam ke
dalam makanan Anda.
Kaleng Pada umumnya,
produk makanan yang dikemas dalam kaleng akan kehilangan citra rasa
segarnya dan mengalami penurunan nilai gizi akibat pengolahan dengan suhu
tinggi. Satu hal lagi yang juga cukup mengganggu adalah timbulnya rasa
taint kaleng atau rasa seperti besi yang timbul akibat coating kaleng
tidak sempurna.
Bahaya utama pada makanan kaleng adalah tumbuhnya
bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan keracunan botulinin.
Tanda-tanda keracunan botulinin antara lain tenggorokan menjadi kaku, mata
berkunang-kunang dan kejang-kejang yang membawa kematian karena sukar
bernapas. Biasanya bakteri ini tumbuh pada makanan kaleng yang tidak
sempurna pengolahannya atau pada kaleng yang bocor sehingga makanan di
dalamnya terkontaminasi udara dari luar. Untungnya racun botulinin ini
peka terhadap pemanasan.
Cermat memilih kaleng kemasan
merupakan suatu upaya untuk menghindari bahaya-bahaya yang tidak
diinginkan tersebut. Boleh-boleh saja memilih kaleng yang sedikit penyok,
asalkan tidak ada kebocoran. Selain itu segera pindahkan sisa makanan
kaleng ke tempat lain agar kerusakan kaleng yang terjadi kemudian tidak
akan mmepengaruhi kualitas makanannya.
Plastik Setiap hari kita menggunakan
plastik, baik untuk mengolah, menyimpan atau mengemas makanan. Ketimbang
kemasan tradisional seperti dedaunan atau kulit hewan, plastik memang
lebih praktis dan tahan lama. Kelemahannya adalah, plastik tidak tahan
panas dan dapat mencemari produk akibat migrasi komponen monomer yang akan
berakibat buruk terhadap kesehatan konsumen. Selain itu, plastik juga
bermasalah untuk lingkungan karena merupakan bahan yang tidak dapat
dihancurkan dengan cepat dan alami. (non-biodegradable).
Perlu
diingat bahwa sebenarnya plastik itu tidak berbau dan berwarna. Jadi
hindari penggunaan plastik yang bau dan berwarna gelap untuk membungkus
makanan secara langsung.
Plastik kresek hitam yang sering
digunakan sebagai pembungkus gorengan, gelas plastik yang dipakai untuk
air mendidih, botol kemasan air mineral yang diterpa sinar matahari setiap
hari, serta penggunaan plastik kiloan untuk membuat ketupat, adlaah
contoh-contoh penggunaan kemasan plastik yang salah dan sangat berbahaya.
Akibat dari penggunaan plastik yang tidak sesuai dengan fungsinya ini,
dikhawatirkan akan terjadi perpindahan komponen kimia dari plastik ke
dalam makanan.
Beberapa kemasan plastik berasal dari material
polyetilen polypropilenpolyvinylchlorida yang jika dibakar atau dipanaskan
dapat menimbulkan dioksin, suatu zat yang sangat beracun dan merupakan
penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang.
Menjaga plastik agar tidak berubah selama digunakan sebagai pengemas
merupakan cara tentram untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut.
Semoga bermanfaat.
Sumber: human health
Do you Yahoo!? Protect
your identity with Yahoo! Mail AddressGuard
|